10 PNS Pemprov Jateng Raih Beasiswa S2 dan S3 Skema “Cost Sharing” Bappenas

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

10 PNS Pemprov Jateng peraih Beasiswa S2 dan S3 Skema “Cost Sharing” Bappenas.

10 PNS Pemprov Jateng peraih Beasiswa S2 dan S3 Skema “Cost Sharing” Bappenas.

Pilarjateng.com, Jakarta — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen meningkatkan sinergisitas dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Salah satunya diwujudkan dalam peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) bidang perencanaan pembangunan, melalui program karyasiswa beasiswa cost sharing.

Asisten Administrasi Sekda Provinsi Jawa Tengah, Dhoni Widianto mengatakan, program beasiswa cost sharing tersebut baru tahun ini dilakukan Kementerian PPN/Bappenas. Total ada 10 pegawai negeri sipil (PNS) bidang perencanaan pembangunan dari Pemprov Jateng, yang lolos seleksi.

Mereka yang lolos akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S2 dan S3 berbagai disiplin ilmu strategis, di empat universitas di Indonesia. Di antaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Airlangga.

“Adanya program cost sharing ini sangat bermanfaat, dan tentu bisa mendukung peningkatan mutu ASN di Jawa Tengah. Dengan keterbatasan fiskal yang ada, ini sangat membantu. Jadi ada pembiayaan SPP dari Bappenas, dan untuk living cost-nya dari APBD masing-masing daerah,” kata Dhoni, saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, menandatangi kesepakatan bersama program beasiswa cost sharing, di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga:  DPR Dorong Rujukan Berbasis Kompetensi, Pasien Tak Perlu Transit Antar Rumah Sakit

Dhoni menambahkan, selama ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi ASN. Sistem meritokrasi di Jawa Tengah saat ini sudah berjalan cukup tinggi. Guna meningkatkan sistem meritokrasi yang sudah berjalan, dibutuhkan peningkatan mutu dan kualitas ASN.

“Gubernur Ahmad Luthfi punya komitmen untuk meningkatkan sistem merit tersebut. Kami akan tempatkan kembali sesuai dengan komitmen keilmuan sebagai penerima beasiswa. Semoga ini bisa mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan visi misi Jawa Tengah,” jelasnya.

Baca Juga:  Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak

Penerima beasiswa asal Jawa Tengah, Bhakti Damar Jati menyampaikan, program beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan pendidikan. Namun, bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong peningkatan kapasitas ASN di Indonesia.

“Semoga setelah pendidikan dapat mengabdi dan mengamalkan ilmu, dalam pelayanan publik dan merencanakan pembangunan,” ujar PNS Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Sebagai informasi, pada 2026 ini Kementerian PPN/Bappenas melakukan seleksi dan menetapkan karyasiswa sebagai penerima beasiswa. Tercatat ada 49 ASN penerima beasiswa internal, 56 beasiswa S2 afirmasi, 35 beasiswa cost sharing, serta beberapa beasiswa di Australia dan Singapura.

Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy, mengatakan pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor penentu kemajuan suatu daerah dan negara. Pengembangan SDM tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.

Baca Juga:  Tugu Identitas Rembang Segera Dibangun, Jadi Penanda Gerbang Kabupaten

“Sumber daya alam (SDA) boleh melimpah, tapi selama modal manusia atau SDM tidak cukup kapasitas dan kemampuannya, maka sumber daya alam akan sia-sia,” katanya.

Dijelaskan, pembangunan harus dimulai dari pendidikan. Sudah banyak negara yang membuktikan hal itu. Selain itu, perencanaan pembangunan yang baik juga memerlukan SDM yang berkualitas dan kompeten. Beberapa daerah di Indonesia sudah mulai melakukan perencanaan pembangunan yang baik, salah satunya Jawa Tengah, di mana juga banyak perguruan tinggi yang bagus.

“Tampaknya merencanakan itu mudah, tapi membuat rencana yang baik tidak mudah. Bappenas salah satu tempat terbaik merencanakan pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang. Kami ingin menularkan ilmu itu kepada daerah-daerah yang membutuhkan,” jelasnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tugu Identitas Rembang Segera Dibangun, Jadi Penanda Gerbang Kabupaten
Demang Ngantor Deso, Dekatkan Pelayanan Publik Kepada Warga Jragung
Sosialisasi Program JKN Meriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang
Polres Wonosobo Raih Predikat WBK dan Pelayanan Prima dari Kapolda Jateng
Polres Wonosobo Tangani Penemuan Warga Meninggal Dunia di Watumalang
Diduga Jalankan Investasi Bodong, Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Snatboost
Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik
Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:09 WIB

Tugu Identitas Rembang Segera Dibangun, Jadi Penanda Gerbang Kabupaten

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:02 WIB

Demang Ngantor Deso, Dekatkan Pelayanan Publik Kepada Warga Jragung

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:02 WIB

Sosialisasi Program JKN Meriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:34 WIB

Polres Wonosobo Raih Predikat WBK dan Pelayanan Prima dari Kapolda Jateng

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:11 WIB

Polres Wonosobo Tangani Penemuan Warga Meninggal Dunia di Watumalang

Berita Terbaru