Antisipasi Krisis Lingkungan, Pemkab Wonosobo Genjot Sinergi CSR

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 17 April 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, saat mewakili Bupati dalam Audiensi Kinerja dan Penyampaian Capaian CSR Lingkungan Hidup di Pendopo Belakang, Rabu (15/4/2026).

Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, saat mewakili Bupati dalam Audiensi Kinerja dan Penyampaian Capaian CSR Lingkungan Hidup di Pendopo Belakang, Rabu (15/4/2026).

Pilarjateng.com, Wonosobo – Di tengah meningkatnya ancaman kerusakan lingkungan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo tingkatkan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat upaya konservasi. Salah satunya melalui Forum Sinergi CSR dari beberapaperusahaan, sebagai langkah konkret dan terintegrasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Menurut Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, lkondisi lingkungan di Wonosobo saat ini menghadapi tekanan serius, mulai dari menurunnya kualitas sumber mata air hingga meningkatnya risiko bencana seperti banjir dan longsor.

“Ini bukan lagi persoalan biasa. Kita menghadapi tekanan lingkungan yang nyata, dan tidak bisa diselesaikan secara parsial,” tegasnya saat mewakili Bupati dalam Audiensi Kinerja dan Penyampaian Capaian CSR Lingkungan Hidup di Pendopo Belakang, Rabu (15/4/2026).

Dengan alih fungsi lahan yang tidak terkendali menjadi akar persoalan yang harus segera ditangani secara bersama. Karena itu, pendekatan konservasi perlu dilakukan secara menyeluruh dengan mengintegrasikan pelestarian sumber daya air, mitigasi bencana, serta pengelolaan lingkungan dalam satu kerangka kebijakan yang terpadu.

Baca Juga:  Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pantura Demak, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan

Untuk itu, Pemkab Wonosobo mendorong optimalisasi peran Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai instrumen strategis untuk memperkuat intervensi di sektor lingkungan. Pasalnya, Forum Sinergi Konservasi Lingkungan Hidup dinilai menjadi model kolaborasi efektif karena mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu platform bersama.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” ujarnya.

Sejauh ini, berbagai program berbasis CSR telah dijalankan, mulai dari penanaman pohon, perlindungan sumber mata air, hingga konservasi berbasis masyarakat. Namun demikian, pemerintah mengingatkan bahwa capaian tersebut belum cukup untuk menjawab tantangan jangka panjang.

Ke depan, program CSR diarahkan lebih fokus pada kegiatan berdampak berkelanjutan, seperti rehabilitasi hutan dan lahan, penguatan kawasan resapan air, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah rawan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo, Endang Lisdiyaningsih, menyampaikan bahwa forum ini melibatkan 32 perwakilan dari BUMN, BUMD, dan sektor swasta, termasuk industri kayu, perhotelan, dan rumah sakit.

Baca Juga:  OJK Gandeng Nasyiatul Aisyiyah, Cetak Duta Literasi Keuangan di Jateng

Menurutnya, forum yang digelar rutin setiap tiga bulan ini tidak hanya menjadi ajang pelaporan, tetapi juga ruang strategis untuk menyelaraskan program CSR agar sejalan dengan kebutuhan daerah.

“Selama tiga tahun terakhir, kontribusi forum ini cukup signifikan, baik dalam konservasi lahan, perlindungan sumber air, hingga dukungan pengelolaan sampah,”jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi tersebut berdampak positif terhadap sejumlah indikator lingkungan, seperti tutupan lahan, kualitas air, dan kualitas udara yang menunjukkan tren perbaikan.

Sebagai penguatan tata kelola dan pelaporan, seluruh anggota forum juga didorong untuk menginput berbagai kegiatan ke dalam aplikasi AKSARA (Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon/PPRK) yang dikelola oleh Bappenas. Aplikasi ini berfungsi memantau aksi pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim, termasuk di wilayah Jawa Tengah dan Wonosobo.

Selain itu, partisipasi juga diarahkan melalui platform SDGs Action Register sebagai bagian dari dukungan terhadap pencapaian agenda global Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca Juga:  Wakapolres Demak Pimpin Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polisi dengan Masyarakat

Melalui platform ini, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, akademisi, filantropi, dan komunitas dapat berkontribusi secara terukur serta memperoleh pengakuan (labeling) dari SDGs nasional.

Dalam paparannya, PT PLN Indonesia Power Unit Mrica yang berfokus pada pemberian bibit kopi di berbagai wilayah; PT Tirta Investama Wonosobo dengan program penanaman pohon, pembangunan sumur resapan, biopori, serta pertanian regeneratif; adapun PT Geo Dipa Energi Unit Dieng yang menjalankan konservasi keanekaragaman hayati, edukasi peduli lingkungan dan kebencanaan, pengelolaan sampah di TPS sekitar Dieng, hingga dukungan penanganan stunting.

Selain itu, Perum Jasa Tirta I turut berkontribusi melalui kegiatan penyebaran benih ikan, pemeliharaan waduk, penghijauan, dan sosialisasi pelestarian lingkungan.

Ke depan, Pemkab Wonosobo berharap model kolaborasi ini dapat terus diperkuat sebagai strategi menghadapi krisis lingkungan yang semakin kompleks, sekaligus memastikan pembangunan daerah tetap berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa
Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026
Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko
Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga
Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026
Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis
Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:17 WIB

HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:53 WIB

Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026

Berita Terbaru