Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi

Avatar photo

- Reporter

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi pengembalian Panji-panji Daerah oleh perwakilan masyarakat kepada Bupati Wonosobo bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Prosesi pengembalian Panji-panji Daerah oleh perwakilan masyarakat kepada Bupati Wonosobo bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pilarjateng.com, Wonosobo – Semangat persatuan, pelestarian budaya, dan pengabdian kepada daerah berpadu dalam Prosesi Pisowanan Agung yang menjadi puncak peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo di Pendopo Kabupaten dan Alun-alun Wonosobo, Jumat (24/7/2026). Mengusung tema “Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi”, prosesi tersebut tidak sekadar perayaan hari lahir daerah, tetapi juga momentum memperteguh jati diri masyarakat Wonosobo melalui nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan kebersamaan yang diwariskan para leluhur.

Pisowanan Agung menjadi penutup dari rangkaian prosesi adat Hari Jadi ke-201 yang sebelumnya diawali dengan Bedhol Kedhaton, dilanjutkan Tapa Bisu, Hastungkara Ujubing Umbul Donga, dan Birat Sengkala. Keseluruhan prosesi tersebut menggambarkan perjalanan batin masyarakat Wonosobo dalam mengenang sejarah, memanjatkan doa, memperkuat persatuan, hingga meneguhkan ikhtiar bersama demi masa depan daerah.

Baca Juga:  Entaskan Kemiskinan, BAZNAS Salurkan Rp830 Juta untuk Masyarakat Wonosobo

Dalam sambutannya, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, Hari Jadi Kabupaten Wonosobo bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah yang telah dilalui selama lebih dari dua abad, tetapi menjadi ruang refleksi untuk melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu dalam membangun daerah.

“Wonosobo lahir dari sejarah panjang perjuangan para leluhur. Perjalanan lebih dari dua abad ini menjadi teladan tentang pengabdian, pengorbanan, serta optimisme dalam membangun masa depan. Karena itu, Hari Jadi bukan sekadar penanda waktu, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali jati diri dan semangat kebersamaan dalam membangun Wonosobo,” ujar Afif.

Menurutnya, tema “Nyawiji Makarti” memiliki makna menyatukan seluruh potensi, energi, dan ikhtiar masyarakat agar menjadi kekuatan bersama dalam menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, meskipun peringatan Hari Jadi tahun ini dilaksanakan dengan sederhana sebagai bagian dari kebijakan efisiensi, namun antusiasme masyarakat luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat ingin pemerintah terus hadir bersama mereka. Saatnya seluruh energi kita disatukan untuk menghadirkan kebijakan yang berdampak bagi masyarakat Kabupaten Wonosobo,” tegasnya.

Baca Juga:  Koperasi Merah Putih Diharapkan Mampu Perkuat Perekonomian Desa

Afif juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memandang pembangunan secara utuh, bukan dari kepentingan yang sempit, sehingga semangat gotong royong dapat terus menjadi fondasi dalam mewujudkan Wonosobo yang maju, adil, dan sejahtera.

Prosesi Pisowanan Agung diawali dengan pengembalian Panji-panji Daerah oleh perwakilan masyarakat kepada Bupati Wonosobo bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pengembalian panji tersebut menjadi simbol bersatunya kembali pemerintah dan masyarakat dalam satu tekad membangun daerah.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan Birat Sengkala, yaitu ritual memercikkan air yang berasal dari tujuh sumber mata air ke empat penjuru mata angin. Ritual ini merupakan simbol permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Wonosobo senantiasa dilimpahi keselamatan, kedamaian, kemakmuran, serta dijauhkan dari berbagai mara bahayayang dapat mengganggu kehidupan masyarakat maupun pembangunan daerah.

Baca Juga:  OJK, Komdigi dan Perbankan Perkuat Upaya Pemberantasan Scam dan Judol

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat menjelaskan, setiap prosesi dalam Hari Jadi memiliki filosofi yang saling berkaitan dan membentuk satu rangkaian utuh.

“Pisowanan Agung merupakan puncak dari seluruh rangkaian Hari Jadi. Pengembalian Panji-panji Daerah melambangkan persatuan antara pemerintah dan masyarakat. Birat Sengkala menjadi ikhtiar spiritual memohon perlindungan dan kesejahteraan bagi Wonosobo, kemudiandilanjutkan Kembul Bujana dan Grebeg Gunungan Sayur sebagai simbol rasa syukur sekaligus berbagi berkah kepadamasyarakat,” jelas Fahmi.

 

 

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik
Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang
Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat
Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak
OJK Panggil Kredivo dan KrediFazz Terkait Dugaan Pelanggaran Etika Penagihan
Jateng dan Fujian Tiongkok Teken Dua Kesepakatan Strategis
Razia Gabungan di Sulang, Petugas Sita 25.200 Batang Rokok Ilegal
Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Pemkab Rembang Gelar Festival Literasi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik

Senin, 27 Juli 2026 - 21:25 WIB

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:02 WIB

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:29 WIB

Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi

Berita Terbaru

Bupati Rembang, Harno menjadi pembina upacara peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang di Alun-Alun Rembang, Senin (27/7).

Daerah

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Senin, 27 Jul 2026 - 21:25 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengingatkan masyarakat agCegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obatar lebih cerdas dalam memilih obat.

Daerah

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:02 WIB