Kolaborasi Strategis Lemhannas RI – Undip, Dorong Penguatan Ketahanan Nasional melalui Pendidikan

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan peserta mengikuti Seminar Kebangsaan bertajuk “Nasionalisme dan Geopolitik: Urgensi dan Metode Pembelajaran untuk Gen-Z di Era Demokrasi Digital” di Auditorium FIMENA FISIP UNDIP, Rabu (5/8).

Ratusan peserta mengikuti Seminar Kebangsaan bertajuk “Nasionalisme dan Geopolitik: Urgensi dan Metode Pembelajaran untuk Gen-Z di Era Demokrasi Digital” di Auditorium FIMENA FISIP UNDIP, Rabu (5/8).

Semarang – Penguatan ketahanan nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kontribusi dunia pendidikan. Berangkat dari semangat tersebut, Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP UNDIP) serta Ikatan Alumni (IKA) FISIP UNDIP menyelenggarakan Seminar Kebangsaan bertajuk “Nasionalisme dan Geopolitik: Urgensi dan Metode Pembelajaran untuk Gen-Z di Era Demokrasi Digital” di Auditorium FIMENA FISIP UNDIP, Rabu (5/8).

Kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri atas guru Pendidikan Kewarganegaraan, pengurus OSIS, dosen, aktivis organisasi mahasiswa, unsur Forkopimda Jawa Tengah, media, dan alumni FISIP UNDIP.

Seminar ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pembuat kebijakan, akademisi, praktisi pendidikan, serta generasi muda untuk mendiskusikan tantangan baru dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Melalui kolaborasi lintas institusi tersebut, penyelenggara berharap lahir pendekatan pembelajaran yang lebih relevan dengan karakter Gen-Z, sekaligus mampu memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik dan derasnya arus informasi digital.

Baca Juga:  OJK Dukung Perkembangan Ekonomi Daerah dan Lumbung Pangan Nasional

Dalam keynote speech-nya, Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menegaskan bahwa perubahan lanskap global telah mengubah cara sebuah bangsa membangun daya tahannya. Menurutnya, persaingan antarnegara kini tidak lagi semata bertumpu pada pertarungan ideologi, melainkan dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat.

“Kita harus beradaptasi dengan ini karena menanamkan nasionalisme terhadap generasi baru menjadi semakin kompleks dan kita mesti merespon dengan cara yang tepat,” ujarnya.

Dekan FISIP UNDIP, Dr. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan ruang-ruang dialog kebangsaan yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, perubahan teknologi tidak boleh mengurangi perhatian terhadap pembentukan karakter generasi muda.

“Zaman mungkin terus berubah, tetapi menanamkan nasionalisme dan wawasan kebangsaan akan selalu dibutuhkan, khususnya Gen-Z,” ucapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua IKA FISIP UNDIP, Yogi Arief Nugraha, menilai bahwa pendidikan kebangsaan perlu terus menyesuaikan diri dengan karakter generasi digital.

Baca Juga:  Beri Kesempatan Lebih Banyak Pelari, Kuota Borobudur Marathon Ditambah

“Tantangan dunia digital saat ini sangat kompleks, karena itu butuh reformulasi pendekatan pendidikan agar lebih kontekstual dengan zaman, khususnya bagi Gen-Z yang merupakan digital native,” ujarnya.

Diskusi panel menghadirkan berbagai perspektif mengenai tantangan kebangsaan. Guru Besar Hubungan Internasional FISIP UNDIP, Prof. Ika Riswanti Putranti, Ph.D., menjelaskan bahwa isu geopolitik tidak lagi jauh dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, persoalan pangan, keamanan siber, hingga posisi Indonesia di tengah persaingan kekuatan besar dunia merupakan bagian dari realitas geopolitik yang perlu dipahami masyarakat sejak dini.

Ia juga mengingatkan bahwa membangun cyber resilience merupakan tanggung jawab negara sekaligus setiap individu.
Sementara itu, Tenaga Profesional Lemhannas RI, Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, D.E.A., menyoroti pentingnya etika bermedia sosial di era banjir informasi. Ia mengingatkan bahwa setiap jejak digital dapat diakses siapa saja sehingga masyarakat harus mampu menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab.

Baca Juga:  OJK Jateng Cetak Duta Literasi Keuangan dari Kader Fatayat NU

Di sisi lain, Ketua MGMP PKN SMA se-Jawa Tengah, Kasdari, S.Pd., M.Si., mengajak generasi muda memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperkuat wawasan kebangsaan, bukan sebaliknya.

“Jangan biarkan gawai menguasai diri, kuasailah gawai dengan wawasan kebangsaan yang kuat,” pesannya kepada peserta seminar.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan guru, dosen, mahasiswa, hingga pengurus OSIS dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Berbagai pertanyaan mengenai peran generasi muda dalam menghadapi tantangan geopolitik menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap isu kebangsaan di era digital.

Melalui sinergi antara Lemhannas RI, FISIP UNDIP, dan IKA FISIP UNDIP, seminar ini menegaskan bahwa penguatan ketahanan nasional memerlukan kolaborasi lintas sektor. Pendidikan kebangsaan yang adaptif, kontekstual, dan mampu menjawab tantangan zaman diharapkan menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan Generasi Z sebagai aktor utama menuju Indonesia Emas 2045.

 

 

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BBPOM Ingatkan Masyarakat, Makan Jangan Asal Kenyang
Kemarau Panjang, Polres Wonosobo Salurkan Air Bersih ke Warga
Pemkab Rembang Tingkatkan Pengawasan Peredaran Rokok Ilegal, Operasi Gabungan Sasar Wilayah Kragan
OJK Gandeng Undip Tingkatkan Literasi Keuangan dan Pengembangan Sektor Jasa Keuangan
Anggota DPR Dorong Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Miskin Ditanggung Negara
Perusahaan Australia Tanamkan Investasi 350 Juta Dolar AS di Batang
BNNP Jateng Ajak Seluruh Instansi Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih Dari Narkoba
Polres Demak Temukan Remaja Asal Sukabumi yang Dilaporkan Hilang

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Kolaborasi Strategis Lemhannas RI – Undip, Dorong Penguatan Ketahanan Nasional melalui Pendidikan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:03 WIB

BBPOM Ingatkan Masyarakat, Makan Jangan Asal Kenyang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Kemarau Panjang, Polres Wonosobo Salurkan Air Bersih ke Warga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Pemkab Rembang Tingkatkan Pengawasan Peredaran Rokok Ilegal, Operasi Gabungan Sasar Wilayah Kragan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:39 WIB

OJK Gandeng Undip Tingkatkan Literasi Keuangan dan Pengembangan Sektor Jasa Keuangan

Berita Terbaru

Ketua Tim Substansi Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang, Theresiana Ari Wijayanti, memberikan edukasi kepada masyarakat Rembang, Selasa (4/8).

Daerah

BBPOM Ingatkan Masyarakat, Makan Jangan Asal Kenyang

Rabu, 5 Agu 2026 - 12:03 WIB