Beri Kesempatan Lebih Banyak Pelari, Kuota Borobudur Marathon Ditambah

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam peluncuran BJBM 2026, di Balkondes Ngadiharjo Ngabean, Kabupaten Magelang, Rabu (8/7/2026).

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam peluncuran BJBM 2026, di Balkondes Ngadiharjo Ngabean, Kabupaten Magelang, Rabu (8/7/2026).

Pilarjateng.com, Magelang — Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2026 membuka peluang lebih besar bagi para pelari, untuk merasakan pengalaman berlari di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Megelang.

Memasuki satu dekade sejak pertama kali digelar pada 2017, penyelenggara menambah kuota peserta menjadi 12.500 orang setelah pada penyelenggaraan tahun lalu hanya sebanyak 11.500 pelari.

Rencananya, pendaftaran BJBM gelaran 2026 dibuka mulai 10 Juli 2026, melalui sistem ballot atau undian. Ajang yang mengusung tema “Decade of Legacy” itu akan digelar pada 15 November 2026, di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, dengan tiga nomor lomba, yakni 10 kilometer, half marathon (21 kilometer), dan marathon (42 kilometer).

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, penambahan kuota dilakukan untuk memberi kesempatan lebih luas kepada pelari, yang selama ini belum berhasil memperoleh slot.

“Tahun 2026 ini dibuka pesertanya 12.500,” kata Sumarno, seusai mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam peluncuran BJBM 2026, di Balkondes Ngadiharjo Ngabean, Kabupaten Magelang, Rabu (8/7/2026) malam.

Baca Juga:  OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026

Memasuki satu dekade penyelenggaraan, menurut Sumarno, Borobudur Marathon telah berkembang menjadi lebih dari sekadar perlombaan lari. Ajang itu menjadi bagian dari strategi Pemprov Jawa Tengah untuk mengampanyekan gaya hidup sehat, memperkuat sport tourism (pariwisata olahraga), sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Dia berharap, semakin banyak pelari yang datang bersama keluarga dan menikmati destinasi wisata di kawasan Borobudur. Dengan begitu, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan penyelenggara, tetapi juga pelaku UMKM, hotel, restoran, homestay, hingga masyarakat sekitar. Pada penyelenggaraan 2025 lalu, perputaran uangnya mencapai Rp67 miliar.

“Kami berharap tahun ini bisa tembus Rp100 miliar,” tandasnya.

Menurut Sumarno, warisan terbesar Borobudur Marathon selama satu dekade bukan hanya angka ekonomi, melainkan tumbuhnya rasa memiliki dari masyarakat sekitar Borobudur terhadap event tersebut.

Baca Juga:  HUT ke-81 RI, Bupati Demak Tekankan Pentingnya Kerja Nyata dan Pengabdian

Dia mengenang ketika penyelenggaraan mulai dikelola bersama pada 2017. Kala itu, masyarakat belum banyak terlibat. Kini, ribuan warga justru menjadi bagian penting dari kemeriahan Borobudur Marathon dengan memberikan semangat di sepanjang lintasan.

“Kami ingin Borobudur Marathon menjadi gawenya masyarakat Borobudur. Nilai yang paling penting adalah kebersamaan dan gotong royong. Itulah warisan yang harus terus dijaga, agar event ini tetap berkelanjutan,” katanya.

Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko mengatakan, keberhasilan menjaga Borobudur Marathon selama satu dekade merupakan buah kolaborasi seluruh pihak.

Menurutnya, event ini kini telah menjelma menjadi salah satu ajang lari paling bergengsi di Indonesia, sekaligus memberikan manfaat besar bagi sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan UMKM.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Jateng kembali menghadirkan Bank Jateng Pawone dengan melibatkan lebih dari 70 UMKM lokal yang telah dikurasi, untuk menyajikan kuliner tradisional bagi para peserta.

Baca Juga:  14 Daerah di Jateng Berstatus Awas, Pemprov Siapkan Modifikasi Cuaca

Selain itu, lanjut dia, Bank Jateng juga melanjutkan program Bank Jateng Young Talent sebagai wadah pembinaan pelari muda berbakat.

“Kami memiliki pelari-pelari muda yang kita harapkan bisa ikut partisipasi, dan mudah-mudahan bisa menjadi atlet-atlet yang berprestasi,” ujarnya.

Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An mengatakan, sejak awal penyelenggaraan, cita-cita terbesar yang ingin diwujudkan adalah menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar Borobudur.

Menurutnya, dampak yang kini dirasakan warga menjadi bukti Borobudur Marathon telah tumbuh menjadi milik bersama, dan membawa manfaat nyata bagi lingkungan.

Perayaan satu dekade Borobudur Marathon juga akan menjadi momen istimewa bagi para pelari. Penyelenggara menyiapkan medali apresiasi khusus bagi peserta yang telah mengikuti Borobudur Marathon sedikitnya lima kali, termasuk pada edisi 2026.

Medali tersebut menjadi simbol perjalanan sepuluh tahun Borobudur Marathon, sekaligus penghargaan bagi para pelari yang setia menjadi bagian dari sejarah ajang ini.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang
Pelajar di Demak Tewas Akibat Luka Tusuk, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 16:40 WIB

HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Kamis, 10 September 2026 - 23:58 WIB

Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB