Pilarjateng.com, Pati – Tim pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Semarang (Polines) mendampingi UKM Keripik Tempe Enggal di Desa Panjunan, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, melalui penerapan teknologi tepat guna dan digitalisasi pemasaran.
UKM yang dikelola Ibu Ngatiyem tersebut memiliki potensi pasar yang besar, namun produksi yang masih dilakukan secara manual menyebabkan kapasitas belum mampu memenuhi permintaan. Saat ini, mitra mampu memproduksi sekitar 150 kg keripik tempe per hari, sementara permintaan mencapai 250 kg per hari.
“Permasalahan utama bukan pada ketersediaan bahan baku maupun peluang pasar, tetapi pada
kemampuan produksi dalam memenuhi permintaan yang terus meningkat,” ujar Ketua Tim
Pengabdian, Rizkha Ajeng Rochmatika, Senin (10/8/2026).
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim memberikan mesin pengiris tempe dan mesin peniris minyak, disertai pelatihan pengoperasian dan perawatan alat.
Teknologi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses produksi, menghasilkan irisan yang lebih seragam, serta meningkatkan kualitas produk.
Selain aspek produksi, tim juga membantu mitra dalam branding dan pemasaran digital melalui pengembangan logo dan kemasan serta pemanfaatan media digital seperti Instagram dan Shopee. Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran Keripik Tempe Enggal dari pasar lokal ke pasar yang lebih luas.
“Tim menyampaikan terima kasih kepada pihak pemberi dana, Pemerintah Desa Panjunan, UKM Keripik Tempe Enggal, serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan,” ungkap Rizkha.
Ibu Ngatiyem menyambut positif kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian yang telah memberikan mesin pengiris tempe dan mesin
peniris minyak, disertai pelatihan pengoperasian dan perawatan alat.
“Dengan adanya mesin dan pendampingan ini, kami berharap produksi menjadi lebih cepat dan usaha kami dapat berkembang serta menjangkau pasar yang lebih luas,”
ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan kemandirian usaha mitra sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.
Kegiatan tersebut terlaksana atas dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui
Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan
Masyarakat.









