BBPOM Ingatkan Masyarakat, Makan Jangan Asal Kenyang

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Substansi Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang, Theresiana Ari Wijayanti, memberikan edukasi kepada masyarakat Rembang, Selasa (4/8).

Ketua Tim Substansi Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang, Theresiana Ari Wijayanti, memberikan edukasi kepada masyarakat Rembang, Selasa (4/8).

Pilarjateng.com, Rembang – Memenuhi kebutuhan makan keluarga tidak cukup hanya membuat perut kenyang. Masyarakat juga diingatkan agar memperhatikan keamanan pangan serta kandungan gizi yang seimbang untuk mencegah stunting dan mewujudkan Generasi Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Substansi Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang, Theresiana Ari Wijayanti, saat memberikan edukasi kepada masyarakat Rembang, Selasa (4/8).
Menurutnya, pemenuhan gizi harus dimulai sejak remaja putri, ibu hamil, hingga anak pada 1.000 hari pertama kehidupan.

“Kami ingin anak-anak Indonesia tidak ada yang mengalami stunting. Remaja putri harus mengonsumsi makanan bergizi, kemudian saat menjadi ibu juga harus menjaga asupan agar produksi ASI lancar sehingga bayi dapat memperoleh ASI eksklusif selama enam bulan,” ujarnya.

Baca Juga:  Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pantura Demak, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan

Theresiana menjelaskan, setelah masa ASI eksklusif, orang tua perlu memberikan makanan pendamping yang bergizi agar tumbuh kembang balita berlangsung optimal. Perhatian terhadap gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat menentukan kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan.

Selain kandungan gizi, ia menekankan pentingnya memilih pangan yang aman. Masyarakat diminta memastikan makanan yang dikonsumsi bebas dari cemaran biologis, fisik, maupun kimia agar terhindar dari risiko keracunan.

Baca Juga:  Berantas Peredaran Miras, Polsek Karanganyar Amankan Puluhan Botol dan Mesin Pres

“Jangan asal kenyang, tetapi lihat isi piring kita. Harus seimbang, ada karbohidrat, protein, dan vitamin. Jadi bukan sekadar kenyang, tetapi juga bergizi dan aman,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto yang mengikuti kegiatan melalui Zoom mengingatkan persoalan stunting yang masih menjadi tantangan dalam mewujudkan Generasi Emas 2045. Ia menjelaskan, stunting tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga perkembangan otak sehingga berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Edy mengapresiasi penurunan angka stunting di Kabupaten Rembang yang dinilai terus membaik dibanding beberapa tahun lalu. Ia mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan potensi pangan loka.

Baca Juga:  Satpol PP Rembang Temukan 876 Batang Rokok Ilegal di Tiga Kecamatan

“Rembang kaya potensi sumberdaya seperti ikan, telur, sayuran, dan bahan pangan bergizi lainnya. Nah masyarakatnya harus mau mengonsumsi itu, agar tidak mengalami kekurangan gizi, “ tutur Wakil Rakyat yang terus memperjuangkan layanan kesehatan masyarakat itu.

Ia menambahkan, pemerintah juga terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga diarahkan bagi ibu hamil dan ibu yang memiliki risiko melahirkan anak stunting.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis
Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi
OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal
Wakapolres Demak Pimpin Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polisi dengan Masyarakat
Menteri Hukum Tutup Kongres XXIV INI, Tekankan Transformasi Digital dan Integritas Notaris
Pasti Ada Solusi Episode 22 Digelar di Semarang, Menkum: Kementerian Hukum Hadir sebagai Pelayan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:02 WIB

OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:24 WIB

OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal

Berita Terbaru