Pilarjateng.com, Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah bersama Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kepada 1.134 mahasiswa yang akan diterjunkan ke Kabupaten Semarang, Demak, Kendal, dan Grobogan.
Perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat dan Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr. H. Sapto Budoyo, S.H., M.H, Selasa (21/7) tersebut bertujuan memperkuat implementasi program P4GN melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pembentukan relawan anti narkotika, pelaksanaan magang mahasiswa, penelitian, hingga pengembangan Kampus Bersinar.
Dalam sesi pembekalan materi, Kepala BNNP Jawa Tengah menegaskan bahwa penandatanganan MoU tersebut bukan sekadar seremoni administratif, tetapi menjadi komitmen bersama untuk membangun kolaborasi nyata dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pelaksanaan P4GN melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi peserta sosialisasi, tetapi harus tampil sebagai agent of change sekaligus agent of influence yang mampu menggerakkan masyarakat, termasuk melalui media digital,” tegasnya.
Brigjen Pol. Agus Rohmat juga menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki kreativitas, daya kritis, dan pengaruh yang besar di era digital. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk menyebarluaskan konten edukatif, kreatif, dan inspiratif mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Sebanyak seribu134 mahasiswa KKN UPGRIS akan diproyeksikan menjadi Sobat Bersinar, yaitu kader atau relawan anti narkoba yang mendukung Gerakan ANANDA Bersinar. Mari kita lawan propaganda narkoba dengan narasi positif yang mencerdaskan masyarakat. Gunakan media sosial sebagai ruang edukasi untuk mengajak masyarakat hidup sehat, produktif, dan bebas narkoba,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa melalui kerja sama ini mahasiswa UPGRIS memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengikuti program magang di BNNP Jawa Tengah, pelatihan Penggiat Anti Narkoba, hingga kolaborasi penelitian terkait kebijakan P4GN berbasis data (evidence-based policy). Menurutnya, hasil penelitian akademik akan menjadi masukan penting dalam penyusunan strategi pemberantasan narkoba yang lebih efektif.
“Kolaborasi ini menjadi langkah awal yang melahirkan berbagai inovasi dan aksi nyata dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba. Kami percaya bahwa ketika dunia akademik, pemerintah, aparat penegak hukum, media, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat bersinergi, maka cita-cita mewujudkan Jawa Tengah Bersinar menuju Indonesia Bersinar akan semakin kuat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr. H. Sapto Budoyo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kerja sama dengan BNNP Jawa Tengah merupakan langkah strategis karena mahasiswa akan langsung terjun ke masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata.
“Mahasiswa akan hadir di tengah masyarakat sehingga dapat bersama-sama membantu BNN dalam memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat gerakan pencegahan dari tingkat desa,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan sekadar kewajiban akademik untuk memenuhi beban SKS, melainkan laboratorium kehidupan yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengabdikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat.
Menurutnya, sinergi dengan BNNP Jawa Tengah akan memberikan nilai tambah karena mahasiswa tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Apa yang dipelajari di bangku kuliah harus diimplementasikan di tengah masyarakat. KKN menjadi jembatan yang menghubungkan teori dengan realitas kehidupan. Mahasiswa harus mampu menghadirkan solusi, memberikan edukasi, dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” ungkap Rektor.
“Saya berharap kehadiran mahasiswa KKN juga mampu membantu BNN mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba sehingga desa-desa yang menjadi lokasi KKN semakin tangguh dan mampu mewujudkan Desa Bersinar,” tegasnya.
Dalam arahannya kepada para mahasiswa, Rektor UPGRIS berpesan agar seluruh peserta KKN menjalankan pengabdian dengan penuh disiplin, menjaga integritas, mengimplementasikan ilmu yang dimiliki untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, serta senantiasa menjaga nama baik almamater melalui prestasi dan akhlak yang mulia.
“Saya juga mengajak seluruh mahasiswa untuk turut membantu BNN dalam menyampaikan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat karena narkoba merupakan musuh bersama yang harus dilawan secara kolektif,” ujarnya.









