OJK Jateng Cetak Duta Literasi Keuangan dari Kader Fatayat NU

Avatar photo

- Reporter

Senin, 13 Juli 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para kader Fatayat NU dari unsur Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, dan perwakilan kabupaten/kota di Jawa Tengah antusias mengikuti
Training of Trainers (ToT) Duta Literasi dan Inklusi Keuangan yang diselnggarakan pada tanggal 11-12 Juli 2026 di Semarang.

Para kader Fatayat NU dari unsur Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, dan perwakilan kabupaten/kota di Jawa Tengah antusias mengikuti Training of Trainers (ToT) Duta Literasi dan Inklusi Keuangan yang diselnggarakan pada tanggal 11-12 Juli 2026 di Semarang.

Pilarjateng.com, Semarang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui edukasi berbasis komunitas dengan mencetak Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (DILAN) dari kalangan kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) Duta Literasi dan Inklusi Keuangan yang diselnggarakan pada tanggal 11-12 Juli 2026 di Semarang. Kegiatan tersebut diikuti 80 kader Fatayat NU dari unsur Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, dan perwakilan kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk menjadi agen edukasi keuangan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Program ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan sekaligus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional melalui kolaborasi dengan organisasi masyarakat yang memiliki jejaring hingga tingkat akar rumput.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, dalam sambutannya, Sabtu (11/7), mengatakan bahwa kader Fatayat NU memiliki peran strategis dalam memperluas edukasi keuangan karena memiliki kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan organisasi, dakwah, pendampingan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga:  Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi

“Melalui Program DILAN, kami ingin mencetak kader Fatayat NU sebagai penggerak literasi dan inklusi keuangan yang mampu menyampaikan edukasi secara sederhana, relevan, dan mudah dipahami masyarakat. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin cakap mengelola keuangan, mampu memilih produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan, serta terhindar dari berbagai risiko keuangan,” ujar Hidayat.

Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas peserta sebagai Duta Literasi dan Inklusi Keuangan sekaligus membangun jejaring kader yang aktif menyebarluaskan edukasi keuangan secara berkelanjutan di wilayahnya masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah, Tazkiyatul Mutmainnah, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun bersama OJK Provinsi Jawa Tengah dalam meningkatkan kecakapan finansial masyarakat.

“Pelatihan ini sejalan dengan komitmen Fatayat NU dalam memberdayakan perempuan, termasuk meningkatkan kecakapan finansial keluarga. Kami siap menjadi mitra strategis OJK untuk menyebarluaskan edukasi keuangan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan organisasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas,” kata Tazkiyatul.

Baca Juga:  PPDI Kalikajar Pertahankan Gelar Juara PPDI Cup 2026

Selama pelaksanaan ToT, peserta memperoleh penguatan kapasitas mengenai berbagai aspek literasi dan inklusi keuangan, mulai dari pengenalan tugas dan fungsi OJK, pengelolaan keuangan yang bijak, hingga peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai risiko keuangan seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi online, serta berbagai modus penipuan keuangan.

Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan, termasuk pemanfaatan layanan Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Selain itu, peserta mendapatkan materi dari Bank Indonesia mengenai sistem pembayaran, QRIS, serta kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Sebagai bekal dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, peserta juga memperoleh materi mengenai produk dan layanan jasa keuangan, meliputi perbankan syariah, pasar modal dan reksa dana, jaminan kesehatan nasional, serta layanan Pegadaian termasuk Tabungan Emas.

Pelatihan turut dilengkapi dengan materi komunikasi persuasif agar peserta mampu menyampaikan edukasi keuangan secara efektif kepada berbagai kelompok masyarakat.

Baca Juga:  RS Telogorejo Semarang Buka Konsultasi Promil Sehari di Rembang, Hadirkan Dokter Spesialis

Seluruh materi disampaikan oleh narasumber dari OJK, Bank Indonesia, serta Industri Jasa Keuangan, yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk, BPJS Kesehatan, PT Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah 1, dan PT Pegadaian.

Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat peran masyarakat sebagai agen edukasi keuangan..
Melalui kegiatan ini, OJK Provinsi Jawa Tengah berharap para peserta dapat menjadi Duta Literasi dan Inklusi Keuangan yang aktif mengedukasi masyarakat di wilayahnya masing-masing sekaligus menjadi mitra strategis OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

Ke depan, OJK Provinsi Jawa Tengah akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha jasa keuangan untuk memperkuat edukasi keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong terwujudnya masyarakat Jawa Tengah yang semakin cerdas finansial, inklusif, serta terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis
Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi
OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal
Wakapolres Demak Pimpin Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polisi dengan Masyarakat
Menteri Hukum Tutup Kongres XXIV INI, Tekankan Transformasi Digital dan Integritas Notaris
Pasti Ada Solusi Episode 22 Digelar di Semarang, Menkum: Kementerian Hukum Hadir sebagai Pelayan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:02 WIB

OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:24 WIB

OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal

Berita Terbaru