Pilarjateng.com, Wonosobo – Seiring pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus berproses melakukan pembenahan dalam pelaksanaan digitalisasi, termasuk penyelenggaraan keterbukaan informasi publik. Antara lain, melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pembudayaan transparansi di seluruh perangkat daerah.
Hal tersebut ditegaskan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Wonosobo, Mohammad Risyanto, seusai menyaksikan Uji Publik Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Kabupaten Wonosobo Tahun 2025 yang digelar di Pendopo Bupati, Kamis (20/11/2025).
Riyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang telah berkomitmen melaksanakan keterbukaan informasi publik.
“Transparansi bukan hanya kewajiban, tetapi sarana untuk mencerdaskan masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik. Penilaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola pemerintahan merupakan keharusan yang tidak dapat ditawar.
“Harapan kami, kegiatan ini mampu memperkuat komitmen seluruh elemen Pemerintah Kabupaten Wonosobo agar semakin aware terhadap urgensi pemenuhan hak informasi masyarakat. Dengan meningkatnya profesionalisme dan mutu pelayanan berbasis teknologi digital, cita-cita mewujudkan Wonosobo yang maju dan sejahtera dapat tercapai,” imbuhnya.
Uji publik menjadi momentum penting untuk menilai sejauh mana perangkat daerah memenuhi standar keterbukaan informasi, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait transparansi penyelenggaraan pemerintahan.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kanal komunikasi resmi Pemkab Wonosobo sebagai sarana memberikan masukan dan berpartisipasi dalampembangunan daerah,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo, Khristiana Dhewi, menegaskan bahwa uji publik bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah terhadap keterbukaan dan transparansi.
“Uji publik memastikan bahwa keterbukaan informasi benar-benar dipahami, diterapkan, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Wonosobo memang telah meraih predikat tiga besar se-Jawa Tengah dalam kategori informatif, tetapi tanpa dibicarakan bersama masyarakat, capaian itu akan sia-sia. Pemerintah harus menjaga standar informasi yang bersihdan transparan,” jelasnya.
Dhewi menambahkan bahwa penghargaan Monev KIP bertujuan untuk menyeleksi perangkat daerah dengan kinerja terbaik.
“Kami memilih masing-masing 5 terbaik dari kategori kecamatan dan dinas. Harapannya, standar pemerintahan yang bersih dan transparan dapat terwujud dan menginspirasi perangkat daerah lainnya,” ungkapnya.
Tahun ini Monev KIP tingkat kabupaten diawali dengan Self Assessment Questionnaire (SAQ) oleh masing-masing PPID Badan/Dinas dan PPID Kecamatan. Dari penilaian tersebut, dipilih lima terbaik di setiap kategori untuk masuk ke tahap uji publik. Diantaranya untuk kategori Badan/Dinas yaitu BPBD, DPPKBPPA, Arpusda, Dinkes dan Satpol PP. sedangkan kategori Kecamatan terdiri dari Kalikajar, Kaliwiro, Leksono, Wonosobo dan kepil.
Format uji publik tahun 2025 dikemas lebih segar dan edukatif, dengan menghadirkan tiga panelis profesional, dari Komisioner Komisi Informasi Jawa Tengah, perwakilan Diskominfo Provinsi Jawa Tengah dan Akademisi dari UNSIQ Wonosobo.
Adapun pengumuman kategori “Terinformatif” akan disampaikan dalam agenda Refleksi Akhir Tahun Pemkab Wonosobo.
“Semoga pesan yang ingin kita sampaikan mengenai pemerintah yang terbuka dan transparan dapat benar-benar diimplementasikan hingga tingkat PPID desa,” pungkasnya.









