Status Karhutla Gunung Sumbing Ditetapkan Tanggap Darurat, Pemkab Wonosobo Siagakan Ratusan Personel Gabungan

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Roy Hardi Siahaan, memberikan arahan kepada tim gabungan pengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Sumbing yang terbakar sejak Senin (19/10/ 2026).

Kapolda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Roy Hardi Siahaan, memberikan arahan kepada tim gabungan pengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Sumbing yang terbakar sejak Senin (19/10/ 2026).

Pilarjateng.com, Wonosobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama TNI, Polri, BPBD, Perhutani, dan relawan gabungan bergerak cepat mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Sumbing yang terbakar sejak Senin (19/10/ 2026). Hal ini, sebagai langkah konkret mempercepat pemadaman serta mempermudah pengerahan bantuan lintas sektor.

Dengan meluasnya dampak kebakaran yang kini mencapai sekitar 306 hektare, 140 hektare diantaranya telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat secara resmi menetapkan peningkatan status kebencanaan menjadi Tanggap Darurat. Langkah sigap ini diambil guna memperkuat koordinasi serta membuka akses dukungan bantuan dari tingkat Provinsi Jawa Tengah hingga BNPB Pusat.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan sejak malam pertama kejadian, tim gabungan Basarnas, BPBD, dan relawan basecamp yang telah bersiaga penuh berhasil mengevakuasi 152 pendaki yang berada di atas gunung dalam kondisi selamat.
“Saya menyampaikan apresiasi yang tulus dan terima kasih kepada rekan-rekan Basecamp, Basarnas, BPBD, Perhutani, serta para relawan gabungan yang telah bergerak cepat menyisir dan mendampingi 152 pendaki hingga selamat. Ini adalah wujud kepedulian bersama yang luar biasa,” ujar Bupati Afif Nurhidayat, Rabu (21/10).

Sebagai bentuk tindakan preventif, Pemkab Wonosobo menginstruksikan penutupan sementara seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing hingga situasi benar-benar kondusif. Langkah ini didukung penuh oleh koordinasi jajaran Camat dan Kepala Desa di wilayah terdampak. Terlebih, hembusan angin kencang serta medan ekstrem dengan kemiringan mencapai 80 derajat membuat upaya penanganan di lapangan belum sepenuhnya efektif.

Baca Juga:  Kapolres Demak Resmikan Fasilitas Latihan Menembak Al Fath
Dibawah komando Kapolres Wonosobo, AKBP Ricky Pripurna Atmaja sebagai Incident Commander (IC), sebanyak 180 personel gabungan yang terbagi dalam 6 pleton telah diterjunkan ke titik-titik rawan. Sebanyak 2 pleton difokuskan ke arah Banyumudal untuk menangani area terdampak sekitar 70 hektare, sementara 4 pleton lainnya melakukan upaya penyekatan dan mitigasi guna mencegah api meluas ke lahan pertanian warga maupun permukiman.
Di sisi lain, jajaran Kepolisian juga bergerak melakukan identifikasi mendalam terkait penyebab timbulnya kebakaran hutan ini. Kepolisian menegaskan akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku apabila ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan.
Untuk mendukung kelancaran operasional di garis depan, Penjabat (Pj.) Sekda Wonosobo, Mohamad Kristijadi mengonfirmasi bahwa fasilitas dapur umum dan posko kesehatan telah siap beroperasi. Bupati Wonosobo juga menginstruksikan penyiapan administrasi kenaikan status tanggap darurat secara cepat serta mendorong beberapa OPD terkait untuk menyiapkan dukungan logistik dan sarana sesuai kewenangannya masing-masing.
Terkait pengerahan teknologi pemadaman udara (water bombing), Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Roy Hardi Siahaan, menyampaikan bahwa opsi penggunaan helikopter disiapkan dari armada yang ada, di mana pengerahannya akan disesuaikan dengan hasil pemantauan situasi dan potensi teknis di lapangan.
“Kita mendorong helikopter yang ada untuk bisa masuk ke sini. Kita akan melihat situasi lebih lanjut. Jika potensinya memungkinkan pada medan dan wilayah ekstrem seperti ini, opsi pemadaman udara (water bombing) akan kita lakukan,” tegas Kapolda Jateng Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan.
Hingga saat ini, titik api dipastikan belum menyentuh area pemukiman maupun ladang pertanian warga. Pemerintah Daerah bersama instansi terkait mengimbau seluruh masyarakat dan petani di kawasan lereng perhutani untuk tidak melakukan aktivitas pembersihan lahan dengan cara membakar.
Seluruh kegiatan operasional dan layanan informasi, dipusatkan di Posko Komando Pusat Kendali Resmi yang berlokasi di Basecamp Sumbing via Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar.
Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis
Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi
OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal
Wakapolres Demak Pimpin Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polisi dengan Masyarakat
Menteri Hukum Tutup Kongres XXIV INI, Tekankan Transformasi Digital dan Integritas Notaris
Pasti Ada Solusi Episode 22 Digelar di Semarang, Menkum: Kementerian Hukum Hadir sebagai Pelayan Masyarakat
OJK Perkuat Reformasi Pasar Modal, Jaga Kepercayaan Investor

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:02 WIB

OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:24 WIB

OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Wakapolres Demak Pimpin Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polisi dengan Masyarakat

Berita Terbaru