Bupati Kudus Siap Angkat Parade Sewu Kupat Jadi Destinasi Internasional

Avatar photo

- Reporter

Senin, 7 April 2025 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus antusias menyambut tradisi kirab gunungan lepet, ketupat, dan hasil bumi, Senin (7/4/2025).

Masyarakat Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus antusias menyambut tradisi kirab gunungan lepet, ketupat, dan hasil bumi, Senin (7/4/2025).

Pilarjateng.com, Kudus – Seluruh masyarakat Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus antusias menyambut tradisi kirab gunungan lepet, ketupat, dan hasil bumi, Senin (7/4/2025. Atas keunikannya, tahun depan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris berencana akan memecahkan rekor MURI sehubungan dengan Sewu Kupat.

“Parade Sewu Kupat ini adalah warisan budaya tradisional yang harus terus dirawat. Tahun depan, Insyaallah kita pecahkan rekor MURI untuk Sewu Kupat,” ujarnya saat menghadiri Parade Sewu Kupat di Taman Ria Colo, Dawe, Senin (7/4/2025).

Sam’ani yang hadir bersama Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton dan Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kudus selalu hadir, dan mendukung kegiatan. Bahkan, pihaknya akan mengangkat Parade Sewu Kupat sebagai destinasi wisata internasional, dengan mengundang para duta besar untuk melihat langsung prosesi Sewu Kupat.

Baca Juga:  Diduga Jalankan Investasi Bodong, Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Snatboost

“Sewu Kupat adalah kebanggaan masyarakat Kabupaten Kudus, kearifan lokal yang sampai sekarang dilaksanakan. Tahun depan, kami akan mengundang duta besar untuk melihat langsung tradisi ini,” lanjutnya. 

Rasa terima kasih diucapkan kepada segenap Forkopimda, Forkopimcam Dawe, kepala desa, penggagas sekaligus anggota DPR RI Komisi XI Musthofa dan masyarakat setempat,  sehingga Parade Sewu Kupat dapat berjalan dengan lancar. Sam’ani meminta masyarakat untuk menjaga toleransi seperti petuah Sunan Muria Raden Umar Said.

“Tanpa semua pihak yang terlibat, Parade Sewu Kupat ini tidak akan terselenggara dengan baik. Jaga terus toleransi seperti pesan Sunan Muria, dan kami mengingatkan bahwa Parade Sewu Kupat adalah refleksi ungkapan syukur kepada Allah SWT,” paparnya. 

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tertib saat mengambil ketupat dan lepet. Tidak boleh rusuh dan saling berebut.

Baca Juga:  Tindak Lanjuti Putusan MK, OJK Tetapkan Kebijakan Pembayaran Manfaat Pensiunan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kudus menyampaikan dukungannya kepada UMKM lokal yang ikut memeriahkan Parade Sewu Kupat.

“Harus tetap tertib dan tidak berebut ketupat dan lepet. Semuanya akan mendapatkan,” pesannya.

Sementara itu, Musthofa, salah seorang penggagas Parade Sewu Kupat sekaligus anggota DPR RI Komisi XI, menjelaskan Parade Sewu Kupat sudah berlangsung sejak 2007 dan dilaksanakan rutin setiap tahun. Hal ini terjadi berkat dukungan Bupati Kudus, Wakil Bupati Kudus, Forkopimda, masyarakat dan ormas.

“Pertama kami rintis Parade Sewu Kupat tahun 2007. Alhamdulillah berjalan sampai sekarang, berkat dukungan panjenengan semua,” ungkapnya.

Sebagai pembuka pintu, Musthofa meminta Bupati Kudus, Wakil Bupati Kudus, Forkopimda, kepala desa, masyarakat dan semua pihak ikut mengantarkan agar Sewu Kupat tetap berjalan.

“Insyaallah niat yang baik akan diijabah Allah SWT. Kita kawal dan kita rawat tradisi Sewu Kupat,” ujarnya.

Baca Juga:  OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK,  Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah

Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah menjelaskan tandu yang membawa gunungan lepet, ketupat, dan hasil bumi melibatkan 18 desa di Kecamatan Dawe sekaligus warga RW  di Desa Colo.

“Ada 18 tandu dari desa dan ada juga dari RW di Desa Colo,” ucapnya.

Terkait pemecahan rekor MURI tahun depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Sebab, pemecahan rekor MURI membutuhkan komitmen masyarakat dari sembilan kecamatan.

Pihaknya akan berfokus pada keunikan yakni tempat yang berada di sekitar makam Sunan Muria dan pemandangan indah di Desa Colo.

“Kami berencana akan menggelar lepet dan ketupat berjajar dari makam Sunan Muria hingga Taman Ria Colo. Pemandangan dan suasana yang ada di sini tidak dimiliki oleh daerah lain,” pungkasnya. 

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tugu Identitas Rembang Segera Dibangun, Jadi Penanda Gerbang Kabupaten
Demang Ngantor Deso, Dekatkan Pelayanan Publik Kepada Warga Jragung
Sosialisasi Program JKN Meriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang
Polres Wonosobo Raih Predikat WBK dan Pelayanan Prima dari Kapolda Jateng
Polres Wonosobo Tangani Penemuan Warga Meninggal Dunia di Watumalang
10 PNS Pemprov Jateng Raih Beasiswa S2 dan S3 Skema “Cost Sharing” Bappenas
Diduga Jalankan Investasi Bodong, Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Snatboost
Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:09 WIB

Tugu Identitas Rembang Segera Dibangun, Jadi Penanda Gerbang Kabupaten

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:02 WIB

Demang Ngantor Deso, Dekatkan Pelayanan Publik Kepada Warga Jragung

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:02 WIB

Sosialisasi Program JKN Meriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:34 WIB

Polres Wonosobo Raih Predikat WBK dan Pelayanan Prima dari Kapolda Jateng

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:11 WIB

Polres Wonosobo Tangani Penemuan Warga Meninggal Dunia di Watumalang

Berita Terbaru