Desa Kadipaten Wonosobo Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal

Avatar photo

- Reporter

Senin, 2 November 2026 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengunjungi kegiatan Aktivasi Desa Kreatif di Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Minggu (1/11/2026).

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengunjungi kegiatan Aktivasi Desa Kreatif di Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Minggu (1/11/2026).

Pilarjateng com, Wonosobo – Kabupaten Wonosobo menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam kegiatan Aktivasi Desa Kreatif di Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Minggu (1/11/2026). Hal ini, selaras dengan tujuanpengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal sebagai salah satu upaya memperkuat perekonomian masyarakat di desa, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Teuku Riefky, Desa Kadipaten dinilai memiliki modal budaya, sejarah, serta partisipasi masyarakat yang kuat dalam mengembangkan berbagai aktivitas ekonomi kreatif. Namun, potensi tersebut perlu dipadukan dengan inovasi, kreativitas, dan teknologi agar menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

“Budaya dan sejarah adalah hulunya. Kemudian, ketika di hilir disentuh dengan inovasi, kreativitas, dan teknologi, potensi tersebut dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi kreatif. Tujuannya agar akar budaya yang dimiliki masyarakat tidak hanya terjaga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi,” terangnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif meninjau empat titik aktivasi yang dirancang untuk memperkuat ekosistem kreatif masyarakat. Meliputi pengembangan musik berbasis komunitas di Balai Desa Kadipaten, pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk pengembangan usaha di Dusun Giyanti, penguatan seni pertunjukan melalui pengenalan seni tradisi Bundengan, serta aktivasi ruang kreatif masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Wonosobo Perkuat Implementasi Kawasan Tanpa Rokok
Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan kekuatan komunitas, seni budaya, dan perkembangan teknologi dalam satu ekosistem pengembangan desa kreatif. Menteri Ekonomi Kreatif berharap inisiatif semacam ini dapat terus diperkuat melalui sinergi dengan pemerintah daerah sehingga potensi lokal mampu berkembang menjadi industri kreatif yang berkelanjutan.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menyambut positif perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Wonosobo, baik jajaran eksekutif maupun legislatif, untuk semakin memperkuat pengembangan industri kreatif yang bertumpu pada potensi lokal, termasuk UMKM dan pelaku seni.
“Ini tentu menjadi motivasi bagi kami, Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Seluruh jajaran eksekutif dan legislatif memiliki komitmen untuk mengembangkan industri kreatif yang bertumpu pada potensi lokal, baik yang dimiliki para pelaku ekonomi kreatif, UMKM, maupun pelaku seni,” kata Afif.
Ia berharap pengembangan yang dimulai dari Desa Kadipaten, termasuk Dusun Giyanti, dapat menjadi pemantik bagi desa-desa lain di Wonosobo untuk mengoptimalkan potensi masing-masing. Menurutnya, kekayaan lokal perlu didukung edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam pemanfaatan media sosial dan teknologi AI untuk memperluas pasar serta meningkatkan daya saing usaha.
“Harapannya, potensi yang ada tidak hanya menjadi aktivitas masyarakat, tetapi dapat tumbuh menjadi industri ekonomi kreatif yang berkembang dan pada gilirannya meningkatkan perekonomian Kabupaten Wonosobo,” ujarnya.
Bupati Afif menambahkan, Desa Kadipaten memiliki kekuatan yang tidak hanya terletak pada seni budaya dan UMKM, tetapi juga kehidupan sosial masyarakatnya yang toleran, rukun, aman, dan damai. Lingkungan sosial yang kondusif tersebut menjadi modal penting bagi tumbuhnya kreativitas, kolaborasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, pelaku seni, dan UMKM, pengembangan desa kreatif diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Wonosobo. Dengan demikian, kekayaan budaya dan potensi lokal tidak hanya menjadi identitas yang dilestarikan, tetapi juga mampu berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Permudah Bayar Pajak Kendaraan, Bapenda Jateng Kembangkan Samsat Budiman Mobile
Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Demak Libatkan Ulama Jaga Kerukunan dan Keamanan Wilayah
Bupati Rembang Berharap Pihak Swasta Turut Dukung Pengembangan Fasilitas Olahraga
Perkuat Sinergi Ulama dan Umara, Kapolres Demak Temui Ketua MUI
OJK Luncurkan Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan PPDP 2026 – 2030
OJK Serahkan Informasi Tambahan Aliran Dana dan Identifikasi Aset PT Dana Syariah Indonesia kepada Bareskrim Polri
OJK Serahkan Dua Tersangka Kasus Tindak Pidana Perbankan BPR DCN Malang ke Jaksa
Solusi Bangun Indonesia Perkuat Profitabilitas di Tengah Tantangan Industri Semen
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:32 WIB

Desa Kadipaten Wonosobo Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal

Senin, 2 November 2026 - 16:57 WIB

Polres Demak Libatkan Ulama Jaga Kerukunan dan Keamanan Wilayah

Senin, 2 November 2026 - 15:44 WIB

Bupati Rembang Berharap Pihak Swasta Turut Dukung Pengembangan Fasilitas Olahraga

Senin, 2 November 2026 - 11:26 WIB

Perkuat Sinergi Ulama dan Umara, Kapolres Demak Temui Ketua MUI

Minggu, 1 November 2026 - 16:41 WIB

OJK Luncurkan Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan PPDP 2026 – 2030

Berita Terbaru