Dukung Gerakan Mageri Segoro, Polres Demak Rehabilitasi Pesisir dengan Ribuan Mangrove

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 15 Oktober 2025 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran Polres Demak bersama Pemkab Demak menanam 6.000 bibit mangrove di sepanjang pesisir pantai Kabupaten Demak, Rabu (15/10/2025).

Jajaran Polres Demak bersama Pemkab Demak menanam 6.000 bibit mangrove di sepanjang pesisir pantai Kabupaten Demak, Rabu (15/10/2025).

Pilarjateng.com, Demak – Kepolisian Resor (Polres) Demak, Jawa Tengah, bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak aktif melaksanakan program “Mageri Segoro Provinsi Jawa Tengah” dengan menanam 6.000 bibit mangrove di sepanjang pesisir pantai Kabupaten Demak, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan penanaman dipusatkan di dua titik strategis, yakni Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, dan Dukuh Siklenting, Desa Wedung, Kecamatan Wedung. Aksi ini menjadi bagian dari gerakan serentak di 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang memiliki garis pantai, dalam rangka mengatasi kerusakan ekosistem pesisir akibat abrasi.

Wakapolres Demak, Kompol Hendrie Suryo Liquisasono, menjelaskan, kawasan pesisir di Jawa Tengah, baik pantai utara maupun selatan, kini menghadapi ancaman serius dari abrasi. Menurutnya, inisiasi Gubernur Jawa Tengah untuk menggerakkan masyarakat menanam mangrove secara masif adalah langkah strategis untuk memperlambat laju abrasi yang semakin mengkhawatirkan.

Baca Juga:  Satpol PP Rembang dan Bea Cukai Sita 1.716 Batang Rokok Ilegal di Tiga Lokasi

“Program ‘Mageri Segoro’ ini memiliki target ambisius, yaitu menanam 1,5 juta bibit mangrove di sepanjang pantai Jawa Tengah hingga Desember mendatang. Kami berharap gerakan ini mampu menjadi benteng alami untuk menahan abrasi serta menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir,” ujar Kompol Hendrie.

Ia menambahkan, wilayah pesisir Demak termasuk salah satu daerah paling rentan terhadap abrasi dan banjir rob. Hilangnya kawasan bakau serta penurunan garis pantai yang mencapai 5 hingga 7 sentimeter per tahun memperparah kondisi tersebut.

Melalui kegiatan ini, Polres Demak dan Pemkab Demak menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Upaya kecil seperti menanam mangrove diyakini dapat memberikan dampak besar bagi keberlangsungan hidup masyarakat pesisir di masa depan.

Baca Juga:  Polres Wonosobo Bekuk Empat Tersangka Pencurian dengan Kekerasan di SPBU Selokromo

“Berdasarkan data, sekitar 50 ribu hektar daratan di pesisir utara Demak telah terkikis akibat abrasi. Karena itu, kami bersama pemerintah daerah berupaya melakukan langkah nyata melalui penanaman mangrove sebagai solusi jangka panjang,” tegasnya.

Selain berfungsi sebagai pelindung pantai, penanaman mangrove juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Polres Demak mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar hingga komunitas pesisir, untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga ekosistem laut dan pantai.

Baca Juga:  88 Siswa MAN 2 Rembang Alami Gejala Diare, Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga menjadi awal gerakan bersama untuk mencegah bencana abrasi dan banjir rob di Demak,” imbuh Kompol Hendrie.

Sementara itu, Kepala Desa Tambakbulusan, Habibullah, menyampaikan apresiasi atas langkah nyata Polres Demak dalam mendukung kelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove. Menurutnya, pohon mangrove memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

“Kami sangat mendukung program ‘Mageri Segoro’. Penanaman mangrove tidak hanya mencegah abrasi, tetapi juga menjadi habitat berbagai jenis ikan dan satwa laut. Semoga gerakan ini menjadi contoh positif bagi masyarakat pesisir lainnya,” ujar Habibullah.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN Jateng Siagakan Sistem Kelistrikan untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026
Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng
Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah
Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 08:02 WIB

PLN Jateng Siagakan Sistem Kelistrikan untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 18:22 WIB

Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng

Sabtu, 12 September 2026 - 16:07 WIB

Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Berita Terbaru