Hari Ketujuh, Tim SAR Kembali Temukan Dua Korban Longsor Banjarnegara

Avatar photo

- Reporter

Minggu, 23 November 2025 - 01:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Basarnas beserta tim SAR gabungan sedang mengevakuasi dua korban tanah longsor Banjarnegara berjenis kelamin perempuan di sektor B, Sabtu (22/11).

Basarnas beserta tim SAR gabungan sedang mengevakuasi dua korban tanah longsor Banjarnegara berjenis kelamin perempuan di sektor B, Sabtu (22/11).

Pilarjateng.com, Banjarnegara – Pencarian hari ke tujuh, Sabtu (22/11/2025) atau genap seminggu setelah kejadian bencana alam tanah longsor di desa Pandanarum Banjarnegara, Basarnas beserta tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan dua korban berjenis kelamin perempuan. Keduanya ditemukan di sektor B di kedalaman sekitar 3 meter.

“Korban pertama diketahui bernama Aminah, 90 tahun, ditemukan pukul 12.15 WIB dan yang satu lagi masih dalam proses identifikasi, tapi secara visual berjenis kelamin perempuan, ditemukan pukul 17.20 WIB,” ungkap Budiono, Kepala Kantor Basarnas Semarang selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Sabtu (22/11).

Baca Juga:  Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026

Ditemukannya kedua korban tersebut tidak lepas dari anjing pelacak yang berhasil mengidentifikasi lokasi korban dan juga keterangan saksi keluarga yang hidup yang memberikan petunjuk ke tim SAR gabungan. Penggunaan alat berat yang secara cepat membuka akses tanah juga mampu mempercepat proses penemuan.

“Dengan ditemukannya dua lagi korban longsor, maka jumlah total yang ditemukan MD sebanyak 12 orang dan yang masih dalam pencarian sebanyak 16 orang,” tambah Budiono.

Baca Juga:  OJK Setujui Penggabungan Dua BPR di Magelang

Pelaksanaan operasi SAR di desa Pandanarum Banjarnegara telah memasuki hari ke tujuh. Berdasarkan SOP, waktu pelaksanaan sebuah operasi SAR adalah tujuh hari. Namun waktu pelaksanaan operasi SAR dapat diperpanjang apabila ada situasi atau keadaan yang diharuskan operasi SAR diperpanjang.

“Sesuai SOP, operasi SAR telah berakhir apabila sudah dilakukan selama 7 hari. Namun, karena masih ada beberapa yang belum ditemukan dan potensi untuk menemukan korban sangat besar, maka operasi SAR ini kami perpanjangan 3 hari, dan ini juga sudah menjadi kesepakatan antara Kasatgas, Basarnas beserta tim SAR gabungan, dan juga pihak pemerintah Daerah,” ungkap Budiono.

Baca Juga:  Bupati Rembang Dorong Penataan Rest Area untuk Tarik Wisatawan

“Jadi besok operasi SAR akan masih dilakukan dan semoga besok cuaca terang seperti hari ini sehingga korban lain segera ditemukan,” Pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Demak Rotasi Empat Pejabat, Kapolres Tekankan Penguatan Kamtibmas
Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Demak Edukasi Pengemudi Ojol Tentang Keselamatan Berkendara
HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa
Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026
Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko
Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga
Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026
Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Polres Demak Rotasi Empat Pejabat, Kapolres Tekankan Penguatan Kamtibmas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Demak Edukasi Pengemudi Ojol Tentang Keselamatan Berkendara

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:17 WIB

HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:53 WIB

Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko

Berita Terbaru