Pemkab Wonosobo akan Canangkan Program Pesantren Ramah Anak

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 23 Desember 2025 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chief Financial Officer (CFO) Unicef bersama tim Unicef melakukan audiensi dengan Pemkab Wonosobo, di Ruang Pringgitan Pendopo Bupati Wonosobo, Senin (22/12/2025).

Chief Financial Officer (CFO) Unicef bersama tim Unicef melakukan audiensi dengan Pemkab Wonosobo, di Ruang Pringgitan Pendopo Bupati Wonosobo, Senin (22/12/2025).

Pilarjateng.com, Wonosobo – Chief Financial Officer (CFO) Unicef Java yang berkantor di Surabaya, Ari Rukmantara bersama tim Unicef melakukan audiensi dengan Pemkab Wonosobo, di Ruang Pringgitan Pendopo Bupati Wonosobo, Senin (22/12/2025).

Fokus utama dari pertemuan ini adalah untuk meningkatkan perhatian terhadap isu perlindungan anak dan pemenuhan hak-hak anak terutama di Kabupaten Wonosobo.

“Beberapa program yang didukung UNICEF di Wonosobo terlaksana dengan baik diantaranya seperti terkelolanya Organisasi Forkos, angka pernikahan dini menurun, berjalannya layanan kesejahteraan anak dan lain- lain,” imbuhnya.

Rencananya tidak hanya akan menjalankan program Desa Ramah Anak, tetapi juga merambah ke program Pesantren Ramah Anak, dimana kegiatan tersebut bisa mendukung Wonosobo untuk menuju KLA (Kota Layak Anak). Selain itu, Ari menyampaikan, kedepan  semua desa di Wonosobo diharapkan bisa ramah anak.

Baca Juga:  Solusi Bangun Indonesia Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Cilacap

Sementara itu Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menyampaikan bahwa tidak hanya desa ramah anak, saat ini pesantren ramah anak juga mulai diterapkan di Wonosobo

“Jika di rumah, sekolah, dan lingkungan bermain, kekerasan terhadap anak/bullying mudah dilaporkan ke orangtua ataupun orang terdekat. Tetapi berbeda dengan di pondok pesantren, jika terjadi bullying mereka enggan untuk melaporkan ataupun sulit untuk diungkapkan,” ucapnya.

Menurut Afif, salah satu langkah yang telah dicoba adalah  membentuk perkumpulan Ponpes guna memudahkan koordinasi.

Baca Juga:  Peringati Maulid Nabi, Kapolres Demak Ingatkan Personel Jaga Integritas

“Akhirnya lewat perkumpulan tersebut, kegiatan mulai masuk ke lingkungan pondok pesantren ataupun bisa disebut bahwa pesantren sudah mulai terbuka. Akhirnya program seperti pembenahan septitanc, sanitasi juga sudah masuk ke lingkungan pesantren,” ucap Afif.

Kepala Dinas  BPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, Dyah Afif menambahkan, melalui  Satgas Pondok Pesantren Ramah Anak, diharapkan pesantren ramah anak bisa diterapkan, karena “Ramah Anak” tidak hanya slogan tetapi sebuah keharusan di semua tempat.

Untuk itu, para pengasuh di pesantren juga perlu dibekali  ilmu pendidikan/pelatihan “ramah anak”, salah satunya bisa melalui kerjasama dengan UNICEF.

“Pada nyatanya, para mengasuh merasa kewalahan, oleh karena itu mari kita agendakan UNICEF Masuk Pesantren. Rencananya nanti di Hari Santri  akan kita launching Pesantren Ramah Anak,” ucap Dyah.

Baca Juga:  Peringati Hari Pengayoman ke-81, Kemenkum Teguhkan Pelayanan Hukum yang Dekat dengan Masyarakat

Yuli Arsiyanto, Perwakilan Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah menjelaskan bahwa dari Provinsi Jawa Tengah telah menggagas Forum Anak Santri dengan menggandeng Kementrian Agama.

“Masing-masing Kabupaten beranggotakan 2 orang, yaitu 1 santri usia dibawah 18 tahun dan 1 pendamping,” ucap Yuli.

Menurutnya, Pemenuhan hak anak, ibarat membangun sebuah pondasi rumah yang kokoh, diperlukan kerja sama dari berbagai ahli bangunan (lintas sektor) dan perhatian terhadap cuaca di sekitar agar anak-anak yang tinggal di dalamnya dapat tumbuh dengan aman dan terlindungi.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN Jateng Siagakan Sistem Kelistrikan untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026
Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng
Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah
Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 08:02 WIB

PLN Jateng Siagakan Sistem Kelistrikan untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 18:22 WIB

Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng

Sabtu, 12 September 2026 - 16:07 WIB

Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Berita Terbaru