Pemkab Wonosobo Bersama Baznas Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Desa Banyukembar dan Siwuran

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, bersama Baznas Kabupaten Wonosobo menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran rumah di Desa Banyukembar, Kecamatan Watumalang, dan Desa Siwuran, Kecamatan Garung, Selasa (13/1/2026).

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, bersama Baznas Kabupaten Wonosobo menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran rumah di Desa Banyukembar, Kecamatan Watumalang, dan Desa Siwuran, Kecamatan Garung, Selasa (13/1/2026).

Pilarjateng.com, Wonosobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Badan AmilZakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo menyalurkannya bantuan kepada warga terdampak kebakaran rumah di Desa Banyukembar, Kecamatan Watumalang, dan Desa Siwuran, Kecamatan Garung, Selasa (13/1/2026). Bantuan ini, bagian dari kepedulian dan respons cepat pemerintah daerah terhadap warga yang tertimpa musibah.

Sebelumnya, Pemkab Wonosobo melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telahmemberikan bantuan tanggap darurat. Selain itu, masyarakat desa Banyukembar juga melakukan penggalangan dana secara gotong royong, serta dukungan lanjutan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bersumber dari Dana Desa.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat saat meninjau lokasi kebakaran di Dusun Krangean, Desa Banyukembar, menyampaikan keprihatinanya atas musibah kebakaran yang telah menyebabkan kerusakan parah hingga menghanguskan rumah beserta isinya.

“Kita tidak pernah tahu musibah kapan datang. Di Banyukembar ini satu rumah habis terbakar, termasuk seluruh isinya, tidak ada yang bisa diselamatkan. Bahkan bagian belakang rumah juga terdampak cukup parah,” ungkap Afif.

Baca Juga:  Jateng Kirim 34 Atlet ke Asian Para Games Nagoya Jepang

Selain di Banyukembar, kebakaran juga terjadi di Dusun Bakalan, Desa Siwuran, Kecamatan Garung, yang mengakibatkan kerusakan parah. Termasuk dampak psikologis yang dialami korban, terutama anak-anak yang turut terdampak akibat kehilangan perlengkapan sekolah.

“Korban kebakaran ini tidak hanya butuh pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan mental. Apalagi ada anak sekolah yang bajunya ikut terbakar. Perlu pendampingan agar anak-anak bisa kembali beraktivitas dan bersekolah seperti biasa,” tambahnya.

Bupati mengapresiasi langkah cepat pemerintah desa dan masyarakat yang langsung bergerak melakukan gotongroyong pascakejadian.

“Saya mengapresiasi Pak Camat dan para Kepala Desa yang langsung mengorganisir warga untuk gotong royong. Ada yang menyumbangkan tenaga, pikiran, bahkan harta. Alhamdulillah, perbaikan rumah sudah mulai dilakukan, atap sudah terpasang, tinggal penyempurnaan,” ujarnya.

Kedepan, Bupati mendorong penguatan kesiapsiagaan masyarakat melalui pemanfaatan kearifan lokal, salahsatunya dengan menghidupkan kembali tradisi kentongan sebagai sistem peringatan dini di lingkungan permukiman.

Baca Juga:  Peringati Hari Santri Nasional 2026, YPI Al Khoiriyyah Semarang Gelar Kirab hingga Khataman Al-Qur’an

“Dulu, setiap rumah memiliki kentongan sebagai alat penanda jika terjadi kondisi darurat, baik kebakaran maupun kejadian lainnya. Tradisi ini sangat sederhana, tetapi efektif untuk membangun kewaspadaan dan kebersamaan warga,” ujar Bupati Afif.

Menurutnya, meskipun saat ini masyarakat telah menggunakan pengeras suara masjid atau sirine, keberadaan kentongan tetap relevan sebagai pelengkap sistem peringatan dini, khususnya di wilayah permukiman padat dan pedesaan.

Bupati menilai, penguatan sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal akan mempercepat respons masyarakat terhadap bencana sekaligus memperkuat budaya gotong royong.

Sementara itu, ketua Baznas Kabupaten Wonosobo, H. Priyo Purwanto menyampaikan, bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga yang terkena musibah tidak merasa sendiri. Zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para muzaki melalui Baznas Kabupaten Wonosobo kami salurkan tepat sasaran untuk membantu sesama,” jelasnya.

Baznas menyalurkan bantuan sebesar Rp10 juta kepada Kaswono, warga Dusun Krangean Wetan RT 04 RW 03, Desa Banyukembar, yang rumahnya terbakar akibat sisabara tungku kayu usai proses produksi tempe. Selain itu, Baznas juga memberikan bantuan rehabilitasi sebesar Rp5 juta kepada Sutrisno, warga Dusun Bakalan, Desa Siwuran, Kecamatan Garung, yang mengalami kebakaran rumahakibat korsleting listrik.

Baca Juga:  OJK Cabut Izin Usaha PT Porto Ventura Kapital

Atas penyaluran bantuan tersebut, salah satu warga penerima, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepadanya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Wonosobo dan para muzaki atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan ini sangat membantu kami untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan setelah musibah kebakaran,” ujarnya.

Dengan adanya penyaluran bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Baznas berharap dapat memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, sekaligus meringankan beban warga yang terdampak musibah. Sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat diharapkan terus terjalin untuk menghadirkan perlindungan dan kesejahteraan bagi seluruh warga Wonosobo.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas PASTI Tindak Aktivitas Keuangan Ilegal, Penipuan Transaksi Keuangan, dan Pergadaian Ilegal
Jatuh ke Dalam Sumur, Seorang Nenek Ditemukan Meninggal Dunia
Polres Demak Rotasi Empat Pejabat, Kapolres Tekankan Penguatan Kamtibmas
Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Demak Edukasi Pengemudi Ojol Tentang Keselamatan Berkendara
HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa
Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026
Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko
Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:57 WIB

Satgas PASTI Tindak Aktivitas Keuangan Ilegal, Penipuan Transaksi Keuangan, dan Pergadaian Ilegal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Jatuh ke Dalam Sumur, Seorang Nenek Ditemukan Meninggal Dunia

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Polres Demak Rotasi Empat Pejabat, Kapolres Tekankan Penguatan Kamtibmas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Demak Edukasi Pengemudi Ojol Tentang Keselamatan Berkendara

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:17 WIB

HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Berita Terbaru