Pencarian Korban Tanah Longsor Pandanarum, Banjarnegara Alami Banyak Kendala

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 18 November 2025 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan berupaya menyodet, membuang volume kubangan air agar tidak membahayakan tim SAR saat bekerja.

Tim SAR gabungan berupaya menyodet, membuang volume kubangan air agar tidak membahayakan tim SAR saat bekerja.

Pilarjateng.com, Banjarnegara — Proses pencarian korban longsor di desa Situkung Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara memasuki hari ke tiga (H.3). Proses pencarian tidak berjalan maksimal dikarenakan kondisi tanah yang labil dengan masih terjadinya gerakan tanah.

Adanya kubangan air yang berada diatas sektor A membuat area pencarian semakin berbahaya mengingat kubangan tersebut bisa sewaktu-waktu jebol. Dan saat ini tim SAR gabungan masih berupaya menyodet, membuang volume kubangan air agar tidak membahayakan tim SAR saat bekerja.

Baca Juga:  Demak Raih Nilai 739,98 dalam Verifikasi Administrasi Evaluasi KLA 2026

“Kami sudah mengirimkan dua tim alkon (alat penyedot dan penyemprot air) untuk mengurangi volume air yang ada di kubangan agar tidak membebani tanah dan menyebabkan longsor susulan,” ujar Budiono, Kepala Kantor Basarnas Semarang, Selasa (18/11).

Budiono juga mengatakan bahwa besok pihaknya akan menggunakan alat berat untuk memaksimalkan pencarian. Yaitu ada 7 excavator yang akan digunakan untuk membuat akses dan juga menggali area yang dicurigai ada korban.

Baca Juga:  Lantik 11 ASN, Bupati Demak Tekankan Kerja Cepat, Inovatif dan Berorientasi pada Masyarakat

“Kami telah menyiapkan 7 alat berat excavator di dekat lokasi sudah ada excavator baik dari BPBD, PU, juga dari instansi lain untuk membantu proses pencarian, semoga besok alat berat bisa bekerja maksimal,” ungkapnya.

“Saat ini proses pencarian kami hentikan sementara mengingat cuaca mendung dan turun hujan gerimis. Besok pagi akan kami lanjutkan kembali,” tutup Budiono.

Adapun untuk korban longsor yang dicari mengalami perubahan data, dari 27 yang terdata, ternyata satu warga yang dicari telah berada di pengungsian. Sehingga data korban yang dicari berkurang dari 27 menjadi 26 warga.

Baca Juga:  Polres Demak Dorong Pelajar Tak Mudah Terjebak Konten Deepfake

Adapun nama-nama korban yang masih dalam pencarian yaitu:

  1. Saminem
  2. Kaswanto
  3. Aminah
  4. Wanto
  5. Kasno
  6. Dangseng
  7. Faiz
  8. Suwi
  9. Ny. Tiaryo
  10. Watri
  11. Marsiah
  12. Warjono
  13. Soliah
  14. Sugiono
  15. Maryuni (istri Kaswanto)
  16. Susanti
  17. Tunem
  18. Jonathan
  19. Raya
  20. Mistri
  21. Intan
  22. Lipah
  23. Sartini
  24. Tuwi
  25. Tarni Suparyo
  26. Esiah

Korban meninggal dunia:

  1. Luwih (P)
  2. Darti (P)
Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN Jateng Siagakan Sistem Kelistrikan untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026
Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng
Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah
Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 08:02 WIB

PLN Jateng Siagakan Sistem Kelistrikan untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 18:22 WIB

Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng

Sabtu, 12 September 2026 - 16:07 WIB

Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Berita Terbaru