Kemenkes Ajak Masyarakat Rembang Sukseskan Program Imunisasi Anak

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi Pelaksanaan Imunisasi Lengkap dalam rangka gerakan masyarakat hidup sehat, oleh Kemenkes di Gedung KUD Mina, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Kamis (30/7/2026).

Sosialisasi Pelaksanaan Imunisasi Lengkap dalam rangka gerakan masyarakat hidup sehat, oleh Kemenkes di Gedung KUD Mina, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Kamis (30/7/2026).

Pilarjateng.com, Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program imunisasi demi memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal memperoleh hak atas perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Ajakan tersebut disampaikan Ketua Tim Kerja Imunisasi dan Anak Kementerian Kesehatan, dr. Gertrudis Tandy, dalam forum sosialisasi program imunisasi di Gedung KUD Mina, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan warga Kecamatan Kragan tersebut merupakan bagian dari gerakan sosialisasi bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto. Gertrudis menjelaskan, sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi sekaligus menyampaikan perkembangan cakupan imunisasi di tingkat nasional, Jawa Tengah, dan Kabupaten Rembang.

“Pada prinsipnya program imunisasi bertujuan agar semua anak Indonesia mendapatkan imunisasi dan tidak ada yang tertinggal. Pemerintah sudah menyiapkan layanan, sehingga yang dibutuhkan adalah peran orang tua untuk mengantarkan anak ke fasilitas pelayanan imunisasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Eks Puskesmas Sluke Rembang Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Ia menegaskan, keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada kesiapan fasilitas kesehatan, tetapi juga dukungan seluruh elemen masyarakat. Tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga diharapkan ikut mengajak dan memastikan anak-anak datang ke lokasi pelayanan imunisasi.

Menurut Gertrudis, capaian imunisasi di Jawa Tengah selama ini tergolong baik dan termasuk salah satu provinsi dengan cakupan tinggi di Indonesia. Sementara itu, Kabupaten Rembang juga menunjukkan perkembangan positif dengan capaian imunisasi yang telah melampaui 50 persen.

“Capaian Kabupaten Rembang sudah lumayan bagus karena sudah di atas 50 persen. Namun target akhir tahun harus mencapai lebih dari 95 persen, sehingga masih perlu kerja sama semua pihak agar target tersebut bisa tercapai,” katanya.

Hingga saat ini sebagian besar program imunisasi pemerintah masih difokuskan pada bayi, balita, dan anak usia sekolah. Karena itu, masyarakat diminta mempersiapkan anak-anak menjelang pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang akan berlangsung pada Agustus mendatang.

Baca Juga:  Polres Demak Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau

“Nanti petugas akan datang ke sekolah-sekolah memberikan layanan imunisasi. Orang tua diminta menyiapkan anak sejak dari rumah, memastikan kondisinya sehat, sudah makan, dan tidak sedang demam agar bisa menerima imunisasi dengan baik,” jelasnya.

Selain kesiapan fisik, Gertrudis juga mengingatkan pentingnya memberikan dukungan psikologis kepada anak. Orang tua diimbau tidak menakut-nakuti anak tentang suntikan, melainkan memberikan pemahaman agar mereka lebih tenang saat mengikuti imunisasi di sekolah.

“Dukungan orang tua sangat penting, karena anak usia sekolah biasanya lebih sensitif secara psikologis. Persiapkan mereka dengan baik agar tidak takut saat mengikuti imunisasi,” pungkasnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. M. Rehulina menyampaikan, capaian imunisasi di Kabupaten Rembang rata- rata sudah lebih dari 50 persen dari target. Meskipun sudah terbilang bagus, namun sejumlah tantangan sering dihadapi di lapangan.

Baca Juga:  Pasti Ada Solusi Episode 22 Digelar di Semarang, Menkum: Kementerian Hukum Hadir sebagai Pelayan Masyarakat

“Masih dijumpai sebagian orang tua yang enggan mengimunisasikan anaknya karena kekhawatiran reaksi simpang pasca-imunisasi (KIPI) ringan seperti demam, rumor negatif seputar bahan vaksin, atau faktor keyakinan tertentu (Agama), issue kehalalan vaksin, dan lainnya,” ungkap Rehulina.

“Penjangkauan Kelompok Khusus (ATS dan Kelompok Rentan, Menjangkau Anak Tidak Sekolah (ATS) pada program BIAS/HPV memerlukan kerja ekstra karena sasaran tidak berada dalam wadah institusi sekolah formal,” imbuhnya.

Selain itu , kendala pendataan karena banyak bayi mendapatkan imunisasi di fasilitas swasta atau Dokter/Bidan Praktik Mandiri. Kondisi tersebut tidak dibarengi dengan koordinasi pelaporan dan sweeping data ke puskesmas pembina wilayah atau belum sepenuhnya terintegrasi secara otomatis.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis
Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi
OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal
Wakapolres Demak Pimpin Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polisi dengan Masyarakat
Menteri Hukum Tutup Kongres XXIV INI, Tekankan Transformasi Digital dan Integritas Notaris
Pasti Ada Solusi Episode 22 Digelar di Semarang, Menkum: Kementerian Hukum Hadir sebagai Pelayan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:02 WIB

OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:24 WIB

OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal

Berita Terbaru