Perusahaan Australia Tanamkan Investasi 350 Juta Dolar AS di Batang

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chairman PBT, Stephen Wilmot
melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di kantor gubernur, Senin (3/8/2026).

Chairman PBT, Stephen Wilmot melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di kantor gubernur, Senin (3/8/2026).

Pilarjateng.com, Semarang — Jawa Tengah membuktikan diri masih menjadi magnet investasi asing setelah perusahaan asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT), berkomitmen menanamkan modal sekitar 350 juta dolar AS, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.

Investasi yang yang bergerak di sektor fasilitas produksi bahan prekursor katoda aktif atau precursor cathode active material (PCAM) ini, diproyeksikan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja pada masa konstruksinya. Pabrik tersebut rencananya akan dibangun mulai 2027.

Chairman PBT, Stephen Wilmot mengatakan, perusahaannya saat ini tengah mengerjakan tahap rekayasa atau engineering, sebagai persiapan pembangunan pabrik.

“Kami berharap dapat mulai melakukan pembangunan tahun depan,” katanya, saat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di kantor gubernur, Senin (3/8/2026).

Setelah beroperasi, pabrik tersebut diperkirakan membutuhkan sekitar 200 pekerja tetap. Jumlah itu belum termasuk tenaga kerja pada sektor pendukung, seperti logistik, angkutan, dan pengiriman.

Baca Juga:  OJK Perkuat Reformasi Pasar Modal, Jaga Kepercayaan Investor

Wilmot menegaskan, PBT akan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Perusahaan juga akan memberikan pendidikan dan pelatihan, agar masyarakat setempat memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri baterai.

“Kami tidak ingin mendatangkan tenaga kerja dari negara lain. Kami ingin melatih masyarakat lokal, agar dapat bekerja di pabrik kami,” katanya.

Menurut Wilmot, proyek di Jawa Tengah menjadi investasi terbesar yang pernah dilakukan PBT. Skala pabrik tersebut diperkirakan lebih dari empat kali lipat, dibandingkan fasilitas pemurnian milik perusahaan di Jerman.

Pabrik itu diproyeksikan menghasilkan pendapatan sekitar 900 juta dolar AS per tahun. Namun, realisasinya akan bergantung pada perkembangan harga nikel.

Ditambahkan, PBT berencana menggunakan bahan baku nikel dari Indonesia, untuk membangun rantai nilai industri baterai secara menyeluruh. Material yang dihasilkan dapat digunakan untuk baterai bus, mobil, maupun sistem penyimpanan energi pada jaringan listrik.

Baca Juga:  Polres Demak Ajak Pelajar Perkuat Karakter melalui Nilai Pancasila

“Kami ingin membangun seluruh rantai nilai kendaraan listrik, termasuk pengelolaan baterai yang telah mencapai akhir masa pakainya. Kami ingin melakukan daur ulang untuk memastikan tidak muncul persoalan lingkungan,” jelas Wilmot.

Dia mengatakan, PBT sebenarnya dapat membangun pabrik di wilayah yang berdekatan dengan tambang nikel. Namun, perusahaan memilih Jawa Tengah karena letaknya strategis, didukung populasi besar, serta dinilai mempunyai masa depan kuat sebagai pusat industri manufaktur.

“Kami telah menghabiskan banyak waktu untuk mengambil keputusan datang ke Jawa Tengah. Ini merupakan investasi yang sangat penting bagi perusahaan kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, investasi tersebut sejalan dengan arah pengembangan energi terbarukan di Jawa Tengah. Dia berharap, hasil produksi pabrik tidak hanya ditujukan untuk ekspor, tetapi juga memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Baca Juga:  Kecelakaan di Jalan Magelang–Kopeng, Sopir Truk Terjepit Kabin Selama 2 Jam

“Kalau bisa, energi terbarukan seperti solar panel, pemanfaatannya tidak hanya berorientasi ekspor, tetapi juga digunakan di dalam negeri, khususnya di Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Menurut Luthfi, pasar energi terbarukan dan kendaraan listrik di Jawa Tengah sangat potensial. Provinsi ini memiliki sekitar 38 juta penduduk, yang tersebar di 35 kabupaten/ kota.

Pemprov Jawa Tengah juga terus mendorong pemanfaatan panel surya pada gedung pemerintahan, serta menjajaki penggunaannya di kawasan waduk dan danau. Ke depan, moda transportasi umum juga diarahkan beralih menggunakan kendaraan listrik.

“Kalau bisa, kebutuhan itu tidak hanya ditarik keluar, tetapi industri-industri kita juga mendapatkan pasokannya dari sana, sehingga dapat menggerakkan industri di dalam negeri,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis
Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi
OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal
Wakapolres Demak Pimpin Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polisi dengan Masyarakat
Menteri Hukum Tutup Kongres XXIV INI, Tekankan Transformasi Digital dan Integritas Notaris
Pasti Ada Solusi Episode 22 Digelar di Semarang, Menkum: Kementerian Hukum Hadir sebagai Pelayan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:02 WIB

OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:24 WIB

OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal

Berita Terbaru