MTsN 1 Rembang Klarifikasi Isu Diare Massal, Sebut Belum Ada Indikasi Keracunan MBG

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 10 September 2026 - 05:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah dan siswa MTsN 1 Rembang.

Sekolah dan siswa MTsN 1 Rembang.

Pilarjateng.com, Rembang – Beredar isu di media sosial terkait dugaan diare massal yang dialami siswa MTsN 1 Rembang akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (9/9/2026). Pihak madrasah membenarkan terdapat 46 siswa yang mengalami diare, namun memastikan kondisi mereka saat ini sudah membaik.

Klarifikasi tersebut disampaikan Waka Sarpras MTsN 1 Rembang, Crist Sutopo, kepada sejumlah awak media yang melakukan konfirmasi. Ia menjelaskan, gejala diare pada sejumlah siswa sebenarnya telah muncul sebenarnya telah muncul sejak beberapa hari terakhir.

Sutopo mengatakan, pada Rabu (9/9/2026) terdapat sejumlah kegiatan yang membuat aktivitas di lingkungan madrasah cukup padat. Kegiatan tersebut antara lain Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat SD/MI se-Kabupaten Rembang, sosialisasi Keluarga Bersinar dan BNN Jawa Tengah, penyuluhan GE School untuk kelas Bahasa Inggris dan Multimedia, serta tes urine terhadap 60 siswa.

Baca Juga:  PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Sekitar pukul 10.30 WIB, petugas kesehatan bersama ambulans dari Puskesmas Lasem dan Puskesmas Pancur tiba di madrasah untuk melakukan screening terhadap siswa.

Sutopo menegaskan, kedatangan petugas kesehatan tersebut bukan atas undangan dari pihak sekolah.

“Hasilnya screening, sebanyak 46 siswa terindikasi pusing, mual, diare sudah hampir selesai. Mereka diberi obat,” jelas Sutopo.

Atas hasil screening tersebut, pihak madrasah menyatakan belum menemukan indikasi adanya keracunan yang berkaitan dengan program MBG. Terlebih, pada Rabu (9/9/2026), tidak ada pengiriman makanan bergizi gratis untuk siswa MTsN 1 Rembang.

Baca Juga:  Kapolres Demak Resmikan Fasilitas Latihan Menembak Al Fath

“Namun belum ditemukan adanya indikasi keracunan MBG. Karena kebetulan pada hari ini, tidak ada pengiriman MBG untuk siswa ke madrasah,” tutur Crist Sutopo.

Ia menjelaskan, SPPG Bonang memang tidak mengirimkan MBG untuk siswa MTsN 1 Rembang pada hari tersebut. Keputusan itu diambil karena SPPG khawatir, mengingat dalam dua hari terakhir puluhan siswa dari dua sekolah di Lasem mengalami diare dan harus menjalani perawatan di puskesmas maupun rumah sakit.

Pihak madrasah menduga kondisi diare yang dialami sejumlah siswa lebih mungkin berkaitan dengan kelelahan akibat padatnya aktivitas serta pola makan yang tidak teratur. Kondisi tersebut dinilai dapat membuat siswa lebih rentan mengalami gangguan kesehatan, termasuk diare.

Baca Juga:  Polres Demak Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau

“Saat ini kondisi siswa sudah stabil. Kami mohon doa agar siswa selalu diberikan kesehatan dalam kegiatan pembelajaran di madrasah,” ungkapnya.

Terkait pertanyaan wartawan mengenai siswa yang mengalami diare, pihak madrasah juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan informasi yang dapat diberikan. Madrasah menjelaskan bahwa penyampaian informasi kepada media harus mengikuti prosedur yang berlaku.

“Karena memang sesuai prosedur, permohonan informasi harus melalui Kepala Madrasah atau Waka Humas yang lebih berwenang memberikan statement,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis
Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi
OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal
Wakapolres Demak Pimpin Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polisi dengan Masyarakat
Menteri Hukum Tutup Kongres XXIV INI, Tekankan Transformasi Digital dan Integritas Notaris
Pasti Ada Solusi Episode 22 Digelar di Semarang, Menkum: Kementerian Hukum Hadir sebagai Pelayan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:02 WIB

OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:24 WIB

OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal

Berita Terbaru