Rintisan GI Tourism Dieng, Dorong Produk Khas Wonosobo Naik Kelas

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 16 September 2026 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Wonosobo menerima audiensi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia, di Kantor Bupati Wonosobo, Selasa (15/9/2026).

Pemerintah Kabupaten Wonosobo menerima audiensi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia, di Kantor Bupati Wonosobo, Selasa (15/9/2026).

Pilarjateng.com, Wonosobo — Pemerintah Kabupaten Wonosobo menerima audiensi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam rangka pengembangan program Geographical Indication (GI) Tourism atau pariwisata berbasis Indikasi Geografis (IG) kawasan Dieng, di Kantor Bupati Wonosobo, Selasa (15/9/2026).

Audiensi tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan potensi produk unggulan berbasis kekhasan geografis, sekaligus mengintegrasikannya dengan pengalaman pariwisata, budaya, gastronomi, pemberdayaan masyarakat, serta perlindungan kekayaan intelektual.

Dalam sambutannya, Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, M. Kritijadi, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan inisiatif DJKI dalam mendorong pengembangan GI Tourism di kawasan Dieng. Menurutnya, Wonosobo memiliki kekayaanalam dan produk lokal yang sangat potensial untukdikembangkan tidak hanya sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan pengalaman wisata.

“Pada prinsipnya, Pemerintah Kabupaten Wonosobo sangat menyambut baik dan mendukung inisiatif ini. Apa yang menjadi potensi daerah, terutama produk-produk yang memiliki kekhasan dan keterkaitan erat dengan wilayah Dieng, perlu kita jaga, kembangkan, dan manfaatkan bersama,” ujarnya.

Selain itu, Kritijadi menilai keberadaan Carica Dieng dan Purwaceng Dieng, serta komoditas lain seperti kopi Arabika, merupakan modal penting dalam membangun ekosistem GI Tourism. Carica, cukup dikenal masyarakat luas dan telah berkembang menjadi berbagai produk olahan. Sementara itu, Purwaceng masih membutuhkan penguatan dari sisi pengembangan produk, pasar, hingga kesinambungan produksi.

Baca Juga:  Perkuat Peran Linmas, Pemkab Siapkan Perlindungan Bagi Anggota

“Kalau carica saya kira sudah cukup dikenal. Tetapi untuk purwaceng, kita masih perlu menguatkan kembali. Beberapa waktu terakhir memang ada dinamika pasar yang berdampak pada penyerapan produk. Namun di sisi lain, sekarang sudah mulai berkembang hilirisasi, misalnya purwaceng yang diolah menjadi minuman dan dikombinasikan dengan kopi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kekhasan Purwaceng sebagai tanaman yang memiliki keterkaitan kuat dengan lingkungan dan tradisi lokal Wonosobo merupakan potensi yang perlu terus diperkuat. Pengembangan tersebut tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi harus diarahkan pada penciptaan nilai tambah dan pengalaman yang dapat dirasakan langsung oleh wisatawan.

Menurut Kritijadi, perlindungan melalui kekayaan intelektual, termasuk Indikasi Geografis, akan menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga reputasi dan identitas produk lokal. Karena itu, Pemkab Wonosobo menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan terhadap program GI Tourism yang dirintis DJKI.

Dalam audiensi tersebut, Direktur Merek dan Indikasi Geografis DJKI, Fajar Sulaeman Taman, memaparkan konsep pengembangan GI Tourism sebagai sebuah inisiatif untuk mengubah paradigma pariwisata dari sekadar mengunjungi destinasi menjadi mengenal dan mengalami langsung asal-usul (origin) sebuah produk.

Baca Juga:  BPR BKK Wonosobo Perkuat Literasi Keuangan dan Ekonomi Daerah melalui Gebyar Undian Tamades 2026

GI Tourism dirancang untuk menghubungkan karakter geografis suatu wilayah dengan masyarakat, produk khas, proses produksi, tradisi, kuliner, serta pengalaman wisata. Dengan pendekatan tersebut, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, mengambil foto, lalu pulang, tetapi diajak mengikuti perjalanan dari mengenal asal produk, bertemu petani dan pelaku usaha, melihat proses produksi, mencicipi, membeli, hingga membawa pulang cerita dari daerah yang dikunjungi.

“Selama ini orang datang ke sebuah tempat, melihat pemandangan, mengambil foto, makan, kemudian pulang. Melalui GI Tourism, kita ingin memberikan pengalaman yang lebih lengkap. Wisatawan datang, belajar, bertemu masyarakat, melihat bagaimana produk dibuat, mencicipinya, kemudian membeli produk tersebut dan membawa pulang ceritanya,” terang Fajar.

Ia menjelaskan, Indikasi Geografis pada dasarnya tidak hanya berbicara mengenai produk, tetapi juga mengenai hubungan antara wilayah, alam, masyarakat, pengetahuan, tradisi, dan reputasi yang terbentuk dari suatu daerah. Karena itu, perlindungan IG dinilai penting untuk menjaga agar reputasi sebuah produk tidak dipisahkan dari daerah asalnya.

Fajar memberikan gambaran bahwa reputasi asal suatu produk dapat menjadi kekuatan ekonomi dan bahkan menjadi identitas sebuah negara. Produk-produk yang memiliki keterkaitan kuat dengan wilayah tertentu dapat memiliki nilai tambah karena konsumen percaya terhadap kualitas dan karakteristik yang melekat pada asal produk tersebut.

Baca Juga:  Pemkab Wonosobo dan Kantor Pertanahan Perkuat Sinergi PenataanPertanahan dan Tata Ruang

“Indikasi Geografis membawa reputasi daerah, bahkan membawa nama Indonesia. Karena itu harus dijaga. Ketika masyarakat, wilayah, alam, dan produk memiliki keterkaitan yang khas, disitulah nilai Indikasi Geografis yang harus kita lindungi,” jelasnya.

Dieng dipilih sebagai pilot project GI Tourism karenadinilai memiliki kombinasi yang kuat antara lanskap alam, kekayaan budaya, aktivitas masyarakat, serta produk-produk yang telah memiliki perlindungan Indikasi Geografis.

Dalam paparan DJKI disebutkan terdapat tiga pilar utama produk IG yang menjadi kekuatan pengembangan GI Tourism Dieng, yakni Kopi ArabikaPegunungan Dieng, Carica Dieng, dan Purwaceng Dieng.

Ketiganya memiliki karakter yang berbeda, namun dapat dirangkai dalam satu pengalaman wisata yang utuh. Kopi dapat menghadirkan pengalaman mulai dari kebun, proses pascapanen, roasting hingga cupping. Carica dapat dikembangkan melalui pengalaman memetik dan mengolah buah secara langsung. Sementara Purwaceng dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan tanaman herbal, sejarah, tradisi, hingga proses pengolahannya.

“Dieng punya alam yang luar biasa dan masyarakat datang ke sini. Kita ingin mengemasnya agar wisatawan tidak hanya datang, duduk, minum kopi, atau melihat sunrise, tetapi mengetahui kopi itu berasal dari mana, bagaimana ditanam, bagaimana diproses, siapa petaninya, dan bagaimana produktersebut sampai ke tangan mereka,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Wonosobo Tes Urine Puluhan Pengemudi Angkutan Umum
Bupati Rembang Dorong Penataan Rest Area untuk Tarik Wisatawan
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya
Bupati Wonosobo: Stabilitas Keamanan Fondasi Utama Pertumbuhan Ekonomi
Kapolres Demak Resmikan Fasilitas Latihan Menembak Al Fath
Tim SAR Evakuasi Nenek Tercebur Sumur di Pemalang, Korban Meninggal Dunia
Polres Wonosobo Ungkap Kasus Sabu, Amankan Seorang Pria di Kalijajar
OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Wonosobo Tes Urine Puluhan Pengemudi Angkutan Umum

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Bupati Rembang Dorong Penataan Rest Area untuk Tarik Wisatawan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:19 WIB

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Bupati Wonosobo: Stabilitas Keamanan Fondasi Utama Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Kapolres Demak Resmikan Fasilitas Latihan Menembak Al Fath

Berita Terbaru