Pilarjateng.com, Pemalang – Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang melalui Unit Siaga SAR Pemalang beserta Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang warga yang tercebur ke dalam sumur di Desa Sungapan RT 05 RW 06, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Rabu (7/10/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Carmiah, perempuan, berusia sekitar 60 tahun, warga Desa Sungapan RT 05 RW 06, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang.
“Kami menerima informasi pukul 17.00 WIB bahwa ada seorang ibu bernama Carmiah, terjebur sumur di daerah Sungapan dan kami langsung mengirimkan satu tim dari USS Pemalang untuk melakukan evakuasi,” ujar Kepala Kantor SAR Semarang, Kamal Riswandi, Kamis (8/10).
Kronologi kejadian bermula saat korban hendak mengambil air dari sumur untuk keperluan mandi. Korban diduga terpeleset dan kemudian tercebur ke dalam sumur.
Saksi yang juga keponakan korban, mendengar ada teriakan dan benda jatuh di air dari belakang rumah. Saksi bergegas menuju ke sumur yang berada di belakang rumah. Melihat budhenya di dalam sumur, sontak saksi berteriak minta pertolongan.
Warga sekitar yang mengetahui adanya kejadian itu kemudian segera melaporkan kepada Unit Siaga SAR Pemalang untuk mendapatkan bantuan evakuasi. Pukul 17.46 WIB Tim SAR gabungan tiba dilokasi untuk memberikan pertolongan.
Setelah dilakukan upaya evakuasi selama kurang lebih 40 menit, tepatnya pukul 18.25 WIB, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengangkat korban dari sumur yang berkedalaman 12 meter dengan kedalaman air 3 meter tersebut dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah keluarga korban.
“Tim berhasil mengevakuasi korban dari dasar sumur namun sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban tim menyerahkan langsung ke pihak keluarga,” ucap Kamal.
“Dengan telah dievakuasinya korban, operasi SAR kami nyatakan selesai dan seluruh unsur SAR yang terlibat kembali ke kesatuannya masing-masing Terimakasih atas kerjasama seluruh unsur sehingga korban lekas terevakuasi,” pungkasnya.









