BMKG Gelar Sekolah Lapang di Lasem, Perkuat Kesiapsiagaan Gempa di Rembang

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Lapang Gempa Bumi digelar 
BMKG di Pendapa Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Selasa (20/10/2026).

Sekolah Lapang Gempa Bumi digelar BMKG di Pendapa Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Selasa (20/10/2026).

Pilarjateng.com, Rembang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Pendapa Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 55 peserta dari berbagai unsur, meliputi pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, akademisi, komunitas, TNI, dan Polri. Peserta mendapatkan pembekalan teori mitigasi gempa sekaligus mengikuti praktik penyelamatan diri dan simulasi evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi catatan sejarah gempa bumi yang pernah terjadi di wilayah Lasem dan sekitarnya.

Menurutnya, edukasi kebencanaan penting diberikan kepada berbagai unsur masyarakat agar mereka memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika gempa terjadi.

Baca Juga:  Satpol PP Rembang Temukan 876 Batang Rokok Ilegal di Tiga Kecamatan

“Melalui sekolah lapang ini, kami memberikan edukasi kepada para peserta agar ketika terjadi bencana, khususnya gempa bumi, seluruh unsur sudah siap dan mengetahui apa yang harus dilakukan serta ke mana harus melakukan evakuasi,” ujarnya.

Ana menjelaskan, sekolah lapang tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan muncul rekomendasi untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Kecamatan Lasem dan Kabupaten Rembang.

Ia menegaskan, waktu terjadinya gempa bumi tidak dapat diprediksi secara pasti. Karena itu, peningkatan pengetahuan dan kesiapan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Mardi, mengapresiasi BMKG, khususnya BBMKG Wilayah II, atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi kebencanaan diperlukan agar masyarakat tidak hanya mengetahui potensi bencana, tetapi juga memahami langkah yang tepat untuk menyelamatkan diri.

Baca Juga:  BNNP Jateng Bekali Warga Kawasan Rawan Narkoba dengan Keterampilan Barista

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rembang, kami menyampaikan terima kasih atas kegiatan yang diinisiasi BMKG, khususnya BBMKG Wilayah II. Kegiatan ini sangat penting karena masyarakat perlu memahami bagaimana menghadapi gempa bumi,” kata Mardi.

Mardi berharap, pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada masyarakat luas melalui sosialisasi dan edukasi lanjutan. Pemerintah daerah melalui instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), diharapkan turut memperkuat penyebarluasan informasi kesiapsiagaan gempa bumi.

Ia juga mengingatkan bahwa anggapan Kabupaten Rembang sebagai wilayah yang aman dari gempa perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai potensi bencana berdasarkan catatan sejarah.

Baca Juga:  OJK Cabut Izin Usaha PT Porto Ventura Kapital

“Kesiapsiagaan harus terus dibangun agar risiko korban jiwa dapat ditekan seminimal mungkin. Selain melalui sekolah lapang, edukasi kebencanaan juga dapat dikembangkan lewat program Desa Tangguh Bencana maupun pendidikan kebencanaan di sekolah,” imbuhnya.

Salah seorang peserta, Abdullah Hamid, pengurus Masjid Jami’ Lasem, menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang belum banyak dipahami masyarakat.

Menurutnya, pengalaman gempa bumi di wilayah Lasem menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana. Meski waktu terjadinya gempa tidak dapat dipastikan, masyarakat perlu memahami karakteristik gempa dan langkah penyelamatan yang benar.

“Sekolah lapang ini sangat diperlukan. Kami diberikan pengetahuan karakteristik gempa, cara menyelamatkan diri, serta langkah pengamanan, baik secara pribadi maupun kelompok,” tuturnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis
Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi
OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal
Wakapolres Demak Pimpin Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polisi dengan Masyarakat
Menteri Hukum Tutup Kongres XXIV INI, Tekankan Transformasi Digital dan Integritas Notaris
Pasti Ada Solusi Episode 22 Digelar di Semarang, Menkum: Kementerian Hukum Hadir sebagai Pelayan Masyarakat
OJK Perkuat Reformasi Pasar Modal, Jaga Kepercayaan Investor

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:02 WIB

OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:24 WIB

OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Wakapolres Demak Pimpin Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polisi dengan Masyarakat

Berita Terbaru