Wonosobo Launching Desa Halal & Aman Pangan Pertama di Indonesia

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 13 Desember 2024 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten Administrasi Umum Setda Wonosobo, dr. Mohammad Riyatno melaunching Desa Halal dan Aman Pangan di Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang, Kamis (12/12/2024).

Asisten Administrasi Umum Setda Wonosobo, dr. Mohammad Riyatno melaunching Desa Halal dan Aman Pangan di Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang, Kamis (12/12/2024).

Pilarjateng.com, Wonosobo – Sebagai langkah konkret meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan yang aman, sehat, dan halal, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melaunching Desa Halal dan Aman Pangan di Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang, Kamis (12/12/2024).

Desa Halal dan Aman Pangan tersebut  memastikan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat selain memenuhi standar kesehatan, juga memenuhi prinsip-prinsip kehalalan sesuai dengan ajaran agama.

Melalui program ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat ketahanan pangan lokal, membuka peluang bagi petani dan produsen pangan untuk memasarkan produk mereka dengan label halal dan aman.

Asisten Administrasi Umum Setda Wonosobo, dr. Mohammad Riyatno menyampiakan, keberadaan Desa Halal dan Aman Pangan penting dalam mendukung terciptanya masyarakat yang lebih cerdas memilih pangan yang baik untuk kesehatan dansesuai dengan prinsip-prinsip agama dan sosial yang berlaku di masyarakat. 

“Melalui program ini, kami ingin mengedukasi masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih produk pangan. Serta mendukung petani lokal dalam memproduksi makanan yang aman dan halal,” ungkapnya saat membacakan sambutan Bupati Wonosobo.

Baca Juga:  Polres Demak Ajak Pelajar Perkuat Karakter melalui Nilai Pancasila

Lebih lanjut Riyanto menambahkan, selama 3 tahun kepemimpinan Afif-Albar,  program Wonosobo Sehat dilaksanakan dengan beberapa fokus, antara lain pengembangan Gedung Olah Raga Wonolelo menjadi area Sport Center dan gedung multi fungsi. Selain itu, pengembangan rumah sakit dan layanan kesehatan dasar (puskesmas dan puskesmas pembantu), fasilitasi Jaminan Kesehatan Nasional bagi masyarakat miskin, penduduk dengan penyakit kronis, dan disabilitas.

Dalam 3 tahun terakhir, Afif Albar juga menerapkan layanan pendaftaran online Puskesmas sebagai respon terhadap adaptasi kebiasaan baru, sarana prasarana dan penanganan kegawatdaruratan (PONEK dan PONED), dan mewujudkan “Kampung Halal dan Aman Pangan”.

“Launching Desa Halal dan Aman Pangan di Desa Erorejo ini, saya harap mampu menginspirasi dan mendorong desa-desa lain untuk turut menggelorakan GKPD dan membentuk Kampung Aman dan Halal Pangan,” ungkapnya.

“Mari semua pihak mulai dari UNDIP Semarang, BBPOM Semarang, Perangkat Daerah, Kecamatan, Desa dan Kelurahan, MUI, ICMI, dan seluruh stakeholder terkait, untuk bersinergi dalam mewujudkan keamanan dan kehalalan produk pangan,”harapnya. 

Baca Juga:  Resmob Polres Demak Amankan 3 Terduga Pelaku Pengeroyokan Remaja hingga Tewas

Sementara itu, Perwakilan BPOM Semarang, Novi Eko Rini, memberikan apresiasi terhadap langkah inovatif Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang telah mereplikasi program Desa Aman Pangan. Bahkan mengembangkan program tersebut menjadi Desa Halal dan Aman Pangan.

Menurutnya, Kabupaten Wonosobo menjadi pionir dalam hal ini, dengan berhasil memperkenalkan konsep yang belum ada di daerah lain di Indonesia.

“Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Wonosobo tidakhanya memperkenalkan Desa Aman Pangan, tetapi juga telah memperluasnya menjadi Desa Halal dan Aman Pangan. Ini adalah inovasi yang luar biasa dan sangat patut dicontoh oleh daerah lain di Indonesia,” ujar Novi. 

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampengawasan keamanan pangan, BPOM mendukung penuh langkah Kabupaten Wonosobo dalam memastikan kualitas pangan yang aman dan halal. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui UMKM, yang memenuhi standar keamanan dan kehalalan.

Baca Juga:  Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga

Novi berharap, keberhasilan Kabupaten Wonosobo dalam mengembangkan program Desa Halal dan Aman Pangan ini menjadi contoh bagi daerah lain untuk bergerak di bidang yang sama.

“Kami berharap ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk turut serta dalam memastikan produk pangan yang aman dan halal, serta mendukung pemberdayaan ekonomi lokal,” pintanya.

Dengan inovasi ini, Kabupaten Wonosobo bukan hanya menjadi pionir di tingkat provinsi, tapi juga tingkat nasional dalam hal penerapan prinsip keamanan dan kehalalan pangan secara terpadu, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Program Kampung Aman dan Halal Pangan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk BPOM Wonosobo, MUI Kabupaten Wonosobo, serta lembaga-lembaga lainnya yang terkait dengan sertifikasi halal dan keamanan pangan.

“Melalui bimtek, masyarakat Desa Erorejo diajari memproduksi pangan yang memenuhi standar halal danaman, serta cara mengenali produk pangan yang berisiko mengandung bahan berbahaya atau tidak sesuai dengan syariat Islam,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polres Demak Edukasi Pengendara soal Pajak Kendaraan
Timsel Calon Anggota KI Jateng Saring 15 Peserta Terbaik
Pemkab Wonosobo Perkuat Implementasi Kawasan Tanpa Rokok
Jatuh ke Dalam Sumur, Seorang Nenek Ditemukan Meninggal Dunia
Polres Demak Rotasi Empat Pejabat, Kapolres Tekankan Penguatan Kamtibmas
Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Demak Edukasi Pengemudi Ojol Tentang Keselamatan Berkendara
Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026
Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polres Demak Edukasi Pengendara soal Pajak Kendaraan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Timsel Calon Anggota KI Jateng Saring 15 Peserta Terbaik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Pemkab Wonosobo Perkuat Implementasi Kawasan Tanpa Rokok

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Jatuh ke Dalam Sumur, Seorang Nenek Ditemukan Meninggal Dunia

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Demak Edukasi Pengemudi Ojol Tentang Keselamatan Berkendara

Berita Terbaru

Tim Seleksi (Timsel) calon anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Tengah periode 2027–2031 akan menyaring 15 peserta terbaik untuk direkomendasikan kepada DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Daerah

Timsel Calon Anggota KI Jateng Saring 15 Peserta Terbaik

Jumat, 30 Okt 2026 - 05:16 WIB

Sosialisasi dan diskusi terarah (Focus Group Discussion/FGD), memperkuat penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Hotel Eagle Wonosobo, Selasa (27/10/2026).

Daerah

Pemkab Wonosobo Perkuat Implementasi Kawasan Tanpa Rokok

Jumat, 30 Okt 2026 - 00:33 WIB