Pilarjateng.com, Karanganyar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu menyisakan satu titik api. Meski demikian, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan dinas terkait, relawan, dan masyarakat, untuk terus melakukan pemadaman serta meningkatkan kewaspadaan.
Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi dalam rapat penanggulangan karhutla Gunung Lawu, di Gardu Pandang Sakura Hills, Senin (26/10/2026). Pada kesempatan itu, dia juga menyalurkan bantuan logistik kepada relawan dan masyarakat yang membantu pemadaman api.
“Saya minta teman-teman tetap siaga di posko-posko untuk memantau. Maka dari itu, cadangan bahan pokok saya bawa ke sini, agar tidak cepat bosan. Boleh ngemil, boleh bikin susu madu, mi instan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Luthfi menyalurkan bantuan logistik kepada relawan dan masyarakat yang terlibat dalam pemadaman karhutla. Bantuan tersebut meliputi beras 105 kilogram, gula pasir 24 kilogram, kopi bubuk 240 sachet, mi instan 400 bungkus, minyak goreng 12 liter, teh celup 50 pak, sarden 50 kaleng, kecap 48 botol, saus 48 botol, air mineral 120 botol, serta berbagai jenis obat-obatan.
“Alhamdulillah, hari ini tinggal satu titik api. Sudah dilakukan koordinasi dengan BNPB dan akan diterjunkan water bombing satu sortie lagi. Penanganan karhutla di Gunung Lawu dilakukan secara komprehensif. Kita dari Pemprov Jateng mendukung agar tidak meninggalkan tempat, untuk dilakukan evaluasi agar kebakaran tidak terjadi lagi,” urainya.
Selain memberikan bantuan logistik, Luthfi juga akan memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, agar kejadian serupa tidak terulang.
Data BPBD Karanganyar mencatat, karhutla di Gunung Lawu mulai terjadi pada Kamis (15/10/2026). Penanganan dilakukan secara simultan, tidak hanya melalui jalur darat, tetapi juga dengan mengerahkan helikopter untuk melakukan water bombing.
Sebanyak 34 kali upaya water bombing telah dilakukan,dengan total air yang dicurahkan sebanyak 68 ribu liter. Upaya tersebut turut mengurangi jumlah titik api. Namun, pada Senin pagi (26/10/2026), masih terdeteksi titik api di atas Gondosuli.
Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Gondosuli, Sutoyo, mengatakan, kedatangan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memberikan semangat bagi relawan dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla.
“Saya semakin mantap dengan upaya penanganan karhutla dan tidak kebingungan soal peralatan. Tadi saya minta kendaraan roda dua, peralatan, dan alat komunikasi. Harapannya, setelah api padam, hutan kami harus dihijaukan lagi,” pungkasnya.









