TMMD Reguler ke-130 di Desa Ngajaran, Buka Akses Antarwilayah dan Dorong Potensi Ekonomi Warga

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 2 September 2026 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Ngajaran, Ngesti Yulianti dan Tim TMMD Reguler ke-130 di Desa Ngajaran meninjau jalan penghubung dari Dusun Ngajaran menuju Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora yang akan dikerjakan.

Kepala Desa Ngajaran, Ngesti Yulianti dan Tim TMMD Reguler ke-130 di Desa Ngajaran meninjau jalan penghubung dari Dusun Ngajaran menuju Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora yang akan dikerjakan.

Pilarjateng.com, Rembang – Desa Ngajaran, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, menjadi lokasi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Kodim 0720/Rembang. Program yang akan berlangsung selama satu bulan tersebut tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur, tetapi juga berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung peningkatan ekonomi dan kemandirian warga.

Meski berada di ujung timur wilayah Kabupaten Rembang, Desa Ngajaran memiliki berbagai potensi yang dinilai dapat dikembangkan, mulai dari wisata sejarah Noyo Gimbal, sumber mata air, hingga panorama perbukitan yang masih alami.

Sasaran utama TMMD kali ini adalah pembangunan jalan penghubung dari Dusun Ngajaran menuju Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Jalur tersebut merupakan akses strategis yang berperan sebagai pintu gerbang jalur ekonomi antarwilayah.

Kepala Desa Ngajaran, Ngesti Yulianti, mengatakan kondisi jalan yang ada saat ini masih menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari. Warga tetap menggunakan jalur tersebut meskipun harus menempuh perjalanan lebih lama dan menghadapi medan yang cukup berat saat ke ladang maupun menjual hasil pertanian.

“Kalau mau ke sawah atau jual hasil panen warga tetap melewati jalan itu, tetapi membutuhkan waktu lebih lama,” ujarnya, Rabu (2/9).

Baca Juga:  OJK Gandeng Nasyiatul Aisyiyah, Cetak Duta Literasi Keuangan di Jateng

Ia menyebut Dusun Ngajaran dihuni sekitar 153 kepala keluarga yang mayoritas bekerja sebagai petani. Karena itu, pembangunan jalan melalui TMMD diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian.

“Harapannya perekonomian masyarakat Desa Ngajaran bisa meningkat, hasil panennya juga meningkat dan bisa dijual sampai ke wilayah Blora. Dengan akses yang lebih baik tentu bisa memangkas biaya produksi dan biaya angkut hasil panen,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Penataan Desa Dinpermades Kabupaten Rembang, Bambang Priyantoro, menjelaskan jalan yang akan ditangani dalam program TMMD tersebut merupakan jalur lama yang selama ini belum pernah mendapatkan penanganan secara memadai.

“Jalan menuju Ngajaran yang menghubungkan akses ke Blora ini belum pernah tersentuh. Batunya masih batu kuning, batu alas zaman Belanda. Mudah-mudahan TMMD ini menjadi akhir dari cerita panjang tentang kondisi jalan yang masih berbatu dan menyulitkan masyarakat,” kata Bambang.

Menurutnya, kondisi jalan yang ada saat ini menyulitkan warga, terutama perempuan yang menggunakan sepeda motor untuk menuju ladang. Setelah pembangunan selesai, akses warga menuju ke ladang maupun ke wilayah Blora diperkirakan menjadi jauh lebih cepat.

Baca Juga:  PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

“Kalau sekarang waktu tempuhnya sekitar setengah jam, nanti diharapkan bisa lebih cepat, sekitar 10 sampai 15 menit. Ini akan menjadi akses strategis yang memperpendek jarak dan memudahkan mobilitas masyarakat,” jelasnya.

Bambang menambahkan, pelaksanaan TMMD mendapat dukungan kuat dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Rembang. Selain pembangunan fisik, sejumlah kegiatan nonfisik juga disiapkan untuk mengangkat potensi Desa Ngajaran.

“Tidak hanya fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Kami mencoba mengangkat potensi desa, baik seni budaya maupun potensi heritage yang ada seperti sendang dan situs-situs yang selama ini sudah mulai dikembangkan oleh pemerintah desa. Harapannya ini menjadi titik awal kerja lintas sektor untuk memajukan Ngajaran sebagai desa di ujung timur selatan Rembang,” ujarnya.

Batiter Kodim 0720/Rembang, Dedi Budiharno, menjelaskan sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-130 adalah pembangunan jalan rabat beton sepanjang sekitar 1.300 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 16 sentimeter.

Baca Juga:  Polres Demak Ajak Pelajar Perkuat Karakter melalui Nilai Pancasila

“Pekerjaan utamanya pembuatan rabat jalan sepanjang kurang lebih 1.300 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 16 sentimeter. Konstruksinya pengecoran manual menggunakan molen dan personel yang terlibat dalam TMMD,” terangnya.

Selain pembangunan jalan, TMMD juga mencakup pembangunan plat beton, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak lima unit, pembangunan dua unit sumur bor, serta pemasangan lampu penerangan jalan.

Di bidang nonfisik, berbagai kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat telah disiapkan, antara lain sosialisasi oleh TP PKK, pelatihan pengolahan ikan air tawar, penyuluhan kesehatan, hingga edukasi pencegahan stunting.

Dedi menyebut pelaksanaan TMMD akan berlangsung selama satu bulan, mulai 6 Oktober hingga awal November mendatang.

“Harapannya sesuai tujuan pembangunan jalan ini, yaitu mempermudah akses masyarakat Ngajaran. Selama ini warga banyak berbelanja ke arah Pakel, Blora. Dengan jalan yang lebih baik, akses menjadi lebih mudah, termasuk untuk mengangkut hasil panen pertanian, khususnya jagung yang menjadi salah satu potensi utama di wilayah ini,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026
Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko
Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga
Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026
Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis
Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:53 WIB

Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Berita Terbaru