Perkuat Ekonomi Petani dan Perajin Lokal, Pemkab Wonosobo Percepat Hilirisasi Opak Singkong Desa Cledok

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 25 September 2026 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Audiensi dan Sinergi Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Potensi Pangan, di Pendopo Belakang Kabupaten Wonosobo, Jumat (25/9/2026).

Audiensi dan Sinergi Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Potensi Pangan, di Pendopo Belakang Kabupaten Wonosobo, Jumat (25/9/2026).

Pilarjateng.com, Wonosobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo mendorong percepatan hilirisasi potensi pangan lokal melalui pengembangan opak singkong di Desa Cledok, Kecamatan Kaliwiro. Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, Politeknik ATMI Surakarta dan FKS Group tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah singkong,  sekaligus memperkuat ekonomi petani dan perajin lokal.

Hal tersebut mengemuka dalam Audiensi dan Sinergi Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Potensi Pangan di Pendopo Belakang Kabupaten Wonosobo, Jumat (25/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, pengembangan opak singkong di Cledok merupakan proses yang telah berlangsung cukup panjang dan kini memasuki tahap penyelesaian berbagai persyaratan agar fasilitas produksi dapat segera beroperasi.

“Ini proses yang cukup lama dan panjang, sudah hampir satu tahun lebih. Ternyata masih dalam tahap penyelesaian izin dan lain-lain. Harapannya bulan November sudah bisa beroperasi, mengingat kita sudah memasuki musim penghujan,” ujar Afif.

Afif menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, FKS Group, dan Politeknik ATMI Surakarta yang telah bersama-sama mengangkat potensi pangan lokal Wonosobo.

Ia menilai penguatan tidak cukup dilakukan pada sisi produksi, tetapi juga harus dimulai dari hulu, terutama memastikan keberlanjutan bahan baku dan kesejahteraan petani singkong.

“Packaging yang bagus ada nilai jual yang lebih tinggi. Jadi kita kuatkan mulai dari hulunya. Terlebih harga singkong masih murah dan tantangannya tentu bagaimana petani mau menanam singkong lagi,” katanya.

Baca Juga:  Jabatan Kepala Kantor Basarnas Semarang Resmi Beralih dari Budiono kepada Kamal Riswandi

Menurut Afif, keberlanjutan menjadi hal penting karena tanaman singkong membutuhkan waktu sekitar delapan bulan hingga panen. Karena itu, peningkatan produksi opak harus diikuti kepastian pasar dan harga yang mampu memberikan manfaat bagi petani.

“Jangan sampai petaninya semangat, tetapi harga jualnya rendah,” tegasnya.

Afif berharap fasilitas produksi tersebut dapat mulai berjalan pada awal 2027 sehingga pengembangan opak di Cledok dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis pangan lokal.

VP of Corporate Communication and Sustainability FKS Group, Patris, menjelaskan bahwa inisiatif pengembangan opak berawal dari kunjungan tim R&D FKS ke Wonosobo yang melihat besarnya potensi opak sebagai produk pangan lokal.

“Awalnya tim R&D kami datang ke Wonosobo lalu melihat ternyata Wonosobo itu punya potensi opak yang luar biasa. Opaknya juga enak, tetapi banyak masyarakat yang belum mengenal opak Wonosobo,” ujar Patris.

FKS kemudian berkolaborasi dengan Politeknik ATMI Surakarta melalui program Bestari Saintek yang didukung LPDP dan Kemendiktisaintek. Dalam kolaborasi tersebut, Politeknik ATMI mengembangkan teknologi tepat guna berupa mesin produksi untuk membantu meningkatkan kapasitas, konsistensi, dan higienitas pengolahan opak.

Sementara FKS Group menyiapkan fasilitas produksi sekaligus berkomitmen menjadi off-taker, sehingga produk yang dihasilkan para perajin memiliki jalur hilirisasi dan pemasaran.

Baca Juga:  BNNP Jateng Siapkan Mahasiswa Jadi Sobat ANANDA Bersinar, Dukung Zero Prevalensi Narkotika 2045

“Biasanya pengrajinnya sudah didampingi, tetapi produksinya mau ke mana. Nah, kami akan berkomitmen sebagai off-taker-nya,” kata Patris.

FKS menyiapkan fasilitas produksi di atas lahan milik Desa Cledok berukuran sekitar 9 x 24 meter. Nilai pembangunan fasilitas diperkirakan sekitar Rp1 miliar, sedangkan kebutuhan peralatan produksi sekitar Rp700 juta.

Fasilitas tersebut ditargetkan siap pada November 2026. FKS juga akan melanjutkan pendampingan bersama Politeknik ATMI untuk memastikan kapasitas produksi, higienitas, dan kualitas produk tetap terjaga.

Namun, keberlanjutan pasokan bahan baku menjadi perhatian penting. Dalam satu shift, fasilitas produksi diproyeksikan membutuhkan sekitar 15 ton singkong. Karena itu, kesinambungan produksi harus diimbangi dengan kemampuan petani menyediakan singkong secara konsisten.

“Harapannya dengan pendampingan secara langsung kepada para pengrajin dan petani, peningkatan ekonomi itu bisa berdampak langsung kepada para pengrajin maupun para petani,” jelas Patris.

Untuk memperkuat identitas produk, kemasan opak nantinya juga akan mengangkat unsur khas Wonosobo, termasuk Gunung Sindoro-Sumbing.

Sementara itu, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Wonosobo, Lintang Esti, mengatakan Pemkab akan segera merespons berbagai kebutuhan yang masih harus dipenuhi agar pembangunan dan operasional fasilitas tidak terkendala proses administrasi.

Menurutnya, sejumlah aspek yang perlu segera diselesaikan meliputi perizinan kelembagaan dan koperasi, kerja sama dengan pemerintah desa, serta berbagai persyaratan pembangunan fasilitas.

Baca Juga:  Dilantik Sebagai Pj Sekda Wonosobo, Mohamad Kristijadi akan Optimalkan Penanganan Kemiskinan dan Stunting

“Ini harus kita langsung respons. Utamanya terkait perizinan, baik dari lembaganya sendiri, koperasi untuk produksi opaknya, kemudian hubungannya dengan desa dan kerja samanya dengan lembaga-lembaga lainnya,” kata Lintang.

Selain itu, Pemkab juga akan mendukung proses pemenuhan persyaratan pembangunan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), perizinan lingkungan, dan kebutuhan administratif lainnya.

Lintang mengatakan, Bagian Perekonomian dan SDA akan mengoordinasikan perangkat daerah terkait, diantaranya Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, DPMPTSP, serta Dinas Lingkungan Hidup.

“Jangan sampai semuanya sudah ready, tetapi terkendala perizinan dan yang lainnya. Kami akan segera merespons supaya nanti tidak terlalu lama lagi,” ujarnya.

Pengembangan opak singkong di Desa Cledok menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi komoditas pertanian Wonosobo. Melalui sinergiteknologi, industri, pemerintah, desa, perajin, dan petani, singkong diharapkan tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk pangan bernilai tambah dan memiliki akses pasar yang lebih luas.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga keberlanjutan ekonomi lokal dari hulu hingga hilir, mulai dari petani sebagai penyedia bahan baku, perajin sebagai pelaku produksi, teknologi sebagai pengungkit efisiensi, hingga industri sebagai mitra hilirisasi dan pemasaran.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim SAR Evakuasi Nenek Tercebur Sumur di Pemalang, Korban Meninggal Dunia
Polres Wonosobo Ungkap Kasus Sabu, Amankan Seorang Pria di Kalijajar
OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi
Polres Demak Ajak Pelajar Perkuat Karakter melalui Nilai Pancasila
Polres Demak Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Pendaftaran Gratis hingga 28 Oktober 2026
Bupati Wonosobo: Stabilitas Keamanan Fondasi Utama Pertumbuhan Ekonomi
Ketua DPRD Rembang Tegaskan KUA-PPAS 2027 Sah
HUT TNI Ke-81, Kapolres Demak Sambangi Dandim 0716

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Tim SAR Evakuasi Nenek Tercebur Sumur di Pemalang, Korban Meninggal Dunia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:52 WIB

Polres Wonosobo Ungkap Kasus Sabu, Amankan Seorang Pria di Kalijajar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:59 WIB

OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polres Demak Ajak Pelajar Perkuat Karakter melalui Nilai Pancasila

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Polres Demak Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Pendaftaran Gratis hingga 28 Oktober 2026

Berita Terbaru