BNNP Jateng Siapkan Mahasiswa Jadi Sobat ANANDA Bersinar, Dukung Zero Prevalensi Narkotika 2045

Avatar photo

- Reporter

Senin, 28 September 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para peserta Workshop Penggiat P4GN yang digelar di Hotel Andelir Simpang Lima Semarang, Senin (28/9/2026), bersama 
Plt. Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Edi Swasono.

Para peserta Workshop Penggiat P4GN yang digelar di Hotel Andelir Simpang Lima Semarang, Senin (28/9/2026), bersama Plt. Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Edi Swasono.

Pilarjateng.com, Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah terus memperkuat peran generasi muda dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Salah satunya melalui Workshop Penggiat P4GN yang digelar di Hotel Andelir Simpang Lima Semarang, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Fasilitasi Pemberdayaan Kelompok Masyarakat dan Komunitas ini diikuti perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) antinarkoba dari lima perguruan tinggi di Kota Semarang, yakni UIN Walisongo Semarang, Unnes, Untag Semarang, Undip, dan Udinus.

Workshop tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas mahasiswa agar tidak hanya memahami bahaya penyalahgunaan narkotika, tetapi juga mampu menjadi penggiat, komunikator, dan penggerak P4GN di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Lebih jauh, para mahasiswa yang telah mendapatkan pembekalan diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan “Sobat ANANDA Bersinar”, sebagai jejaring anak muda yang ikut menyebarluaskan pesan pencegahan narkotika secara kreatif dan positif.

Plt. Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Edi Swasono, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi intelektual sekaligus penggerak perubahan.

“Mahasiswa bukan sekadar penonton di bangku kuliah, melainkan penggerak peradaban. Lingkungan kampus harus menjadi ruang yang aman bagi tumbuhnya generasi muda sekaligus menjadi salah satu benteng dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Baca Juga:  Ngadiharjo, Majaksingi, dan Ngargogondo Borobudur jadi Desa Tangguh Bencana

“Mari jadikan kampus sebagai zona aman, tempat yang subur bagi pertumbuhan ilmu pengetahuan dan benteng pertahanan yang bersih dari narkoba,” harapnya.

Edi juga menambahkan bahwa penguatan kapasitas mahasiswa melalui workshop merupakan bagian dari upaya memberikan penyegaran terhadap pengetahuan dan informasi baru mengenai P4GN.

“Hari ini kami hadir untuk melatih para mahasiswa dalam rangka peningkatan kapasitas penggiat P4GN sebagai bentuk penyegaran (refreshment) atas pengetahuan atau informasi baru dalam P4GN. Semoga mahasiswa dapat bergerak lebih aktif di lingkungan masing-masing dan mengambil peran dalam menghadapi peredaran gelap narkotika,” ucapnya.

Di akhir sesi, Edi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat sehat tanpa narkoba menuju Indonesia Emas dan Jawa Tengah menuju Zero Prevalensi Narkotika 2045.

“Kami berharap para mahasiswa lebih kuat dan bergerak lebih masif melawan peredaran gelap narkoba. Bersama kita bisa,” tegasnya.

Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Jawa Tengah Jamaluddin Ma’ruf, mengatakan bahwa penguatan kapasitas mahasiswa harus menghasilkan gerakan nyata setelah kegiatan berakhir.

“Mahasiswa memiliki ruang yang sangat luas untuk menjadi komunikator P4GN. Mereka dekat dengan teman sebaya, aktif di organisasi, dan sangat familiar dengan media digital. Potensi inilah yang perlu kita kuatkan,” terangnya.

Baca Juga:  Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Hidupkan Nilai Pancasila di Tengah Tantangan Zaman

Menurut Jamaluddin, pendekatan kepada generasi muda perlu dilakukan dengan cara yang komunikatif dan sesuai dengan karakter mereka. Karena itu, materi workshop tidak hanya berisi pengetahuan P4GN, tetapi juga mencakup literasi digital, public speaking, dan penyusunan rencana aksi.

“Ke depan, para penggiat ini diharapkan menjadi bagian dari Sobat ANANDA Bersinar. Mereka bukan hanya menyampaikan pesan antinarkoba, tetapi ikut membangun gerakan anak muda yang sehat, cerdas, dan kuat untuk mendukung Jawa Tengah menuju Zero Prevalensi Narkotika 2045,” harapnya.

Salah satu peserta kegiatan, Rosita Fajar Pratiwi, mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Walisongo Semarang, menilai keterlibatan mahasiswa dalam P4GN memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran secara langsung.

“Kegiatan ini membuka wawasan kami bahwa pencegahan narkotika bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau BNN, tetapi juga menjadi tanggung jawab mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat. Sebagai mahasiswa komunikasi, kami melihat bahwa pesan tentang bahaya narkotika harus disampaikan dengan cara yang dekat dengan generasi muda,” ungkapnya

“Media sosial, organisasi mahasiswa, dan lingkungan pertemanan dapat menjadi ruang untuk menyebarkan pesan positif tersebut,” tambahnya.

Baca Juga:  Dindukcapil Rembang akan Perluas Layanan Jemput Bola Administrasi Kependudukan

Rosita menilai keberadaan mahasiswa sebagai penggiat P4GN dapat menjadi penghubung antara pesan pencegahan yang disampaikan BNN dengan lingkungan sebaya di perguruan tinggi.

“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, kami tidak hanya menjadi peserta, tetapi benar-benar bisa menjadi penggiat P4GN dan bagian dari Sobat ANANDA Bersinar yang membawa pesan hidup sehat tanpa narkoba di lingkungan kampus,” ujarnya.

Workshop Penggiat P4GN membekali peserta melalui sejumlah materi, mulai dari Strategi P4GN, Literasi Digital dalam P4GN, Public Speaking, hingga Rencana Aksi P4GN. Melalui pembekalan tersebut, BNNP Jawa Tengah mendorong lahirnya penggiat P4GN muda yang mampu bergerak secara aktif di lingkungan perguruan tinggi.

Konsep “Sobat ANANDA Bersinar” diharapkan menjadi bagian dari keberlanjutan gerakan tersebut. Para mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan selama workshop, tetapi juga membawa semangat dan aksi P4GN ke lingkungan masing-masing.

Langkah ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara BNNP Jawa Tengah dengan perguruan tinggi dan organisasi mahasiswa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, produktif, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika. Melalui keterlibatan generasi muda, BNNP Jawa Tengah terus mendorong gerakan bersama menuju Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika 2045.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim SAR Evakuasi Nenek Tercebur Sumur di Pemalang, Korban Meninggal Dunia
Polres Wonosobo Ungkap Kasus Sabu, Amankan Seorang Pria di Kalijajar
OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi
Polres Demak Ajak Pelajar Perkuat Karakter melalui Nilai Pancasila
Polres Demak Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Pendaftaran Gratis hingga 28 Oktober 2026
Polines Gandeng Universiti Kebangsaan Malaysia Perkuat Kolaborasi Riset Hidrogen dan Energi Terbarukan
Bupati Wonosobo: Stabilitas Keamanan Fondasi Utama Pertumbuhan Ekonomi
Ketua DPRD Rembang Tegaskan KUA-PPAS 2027 Sah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Tim SAR Evakuasi Nenek Tercebur Sumur di Pemalang, Korban Meninggal Dunia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:52 WIB

Polres Wonosobo Ungkap Kasus Sabu, Amankan Seorang Pria di Kalijajar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:59 WIB

OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polres Demak Ajak Pelajar Perkuat Karakter melalui Nilai Pancasila

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Polres Demak Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Pendaftaran Gratis hingga 28 Oktober 2026

Berita Terbaru