BNNP Jateng Perkuat Agen Pemulihan IBM Rejosari, Dorong Rehabilitasi Berbasis Masyarakat Menuju Zero Prevalensi Narkotika 2045

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 29 September 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kegiatan Bimbingan Teknis Agen Pemulihan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Rejosari, yang digelar di Ruang Bharadaksa BNNP Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026).

kegiatan Bimbingan Teknis Agen Pemulihan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Rejosari, yang digelar di Ruang Bharadaksa BNNP Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026).

Pilarjateng.com, Semarang – Upaya menekan penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan. Masyarakat perlu diperkuat agar mampu menjadi bagian dari sistem pencegahan sekaligus memberikan dukungan bagi mereka yang membutuhkan jalan untuk pulih.

Semangat tersebut menjadi fokus Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah melalui Bimbingan Teknis Agen Pemulihan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Rejosari, yang digelar di Ruang Bharadaksa BNNP Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas Agen Pemulihan dalam mengenali persoalan penyalahgunaan narkotika di lingkungan, memberikan dukungan awal, serta menghubungkan masyarakat dengan layanan rehabilitasi yang sesuai.

Plt. Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Edi Swasono, menegaskan bahwa keberadaan Agen Pemulihan IBM memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat. Menurutnya, masyarakat merupakan lingkungan pertama yang dapat mengenali perubahan maupun persoalan yang terjadi di sekitarnya. Karena itu, penguatan peran masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan dan pemulihan yang berkelanjutan.

“IBM merupakan bentuk nyata keterlibatan masyarakat dalam upaya P4GN. Agen Pemulihan diharapkan mampu menjadi penggerak di lingkungannya, mengenali potensi permasalahan sejak dini, memberikan dukungan awal, serta menghubungkan masyarakat dengan layanan yang tepat,” ujar Edi Swasono.

Edi juga menekankan bahwa persoalan narkotika tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan penindakan. Pencegahan, rehabilitasi, dukungan keluarga, fasilitas kesehatan, pemerintah wilayah, aparat kewilayahan, dan partisipasi masyarakat perlu berjalan secara terpadu.

Baca Juga:  PPDI Kalikajar Pertahankan Gelar Juara PPDI Cup 2026

“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan individu Agen Pemulihan, tetapi juga jejaringnya. Ketika BNN, pemerintah wilayah, layanan kesehatan, Bapas, aparat kewilayahan, dan masyarakat dapat bergerak bersama, maka upaya pencegahan dan pemulihan akan semakin kuat,” ucapnya.

Di akhir sesi, Jenderal bintang satu tersebut juga menekankan bahwa penguatan IBM menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Jawa Tengah yang semakin tangguh terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.

“Setiap orang yang berhasil dicegah dari penyalahgunaan narkotika dan setiap orang yang berhasil didukung untuk pulih merupakan bagian dari upaya kita menurunkan prevalensi narkotika. Ini menjadi kontribusi nyata menuju Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Katim Rehabilitasi BNNP Jawa Tengah Sardiyanto, menjelaskan bahwa Bimbingan Teknis Agen Pemulihan diberikan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan peserta dalam menjalankan intervensi berbasis masyarakat. Agen Pemulihan tidak ditempatkan sebagai pengganti tenaga profesional.

Adapun peran Agen Pemulihan
adalah menjadi bagian dari jejaring pemulihan yang membantu masyarakat mengenali persoalan, memberikan motivasi untuk pulih, serta melakukan rujukan ketika seseorang membutuhkan layanan lebih lanjut.

“Peran Agen Pemulihan bukan menggantikan tenaga profesional, tetapi menjadi bagian dari jejaring pemulihan di masyarakat. Mereka perlu memahami bagaimana mengenali permasalahan, melakukan pendekatan awal, memberikan motivasi untuk pulih, dan melakukan rujukan kepada layanan yang sesuai,” jelas Sardiyanto.

Menurut Sardiyanto, pendekatan IBM penting karena proses pemulihan seseorang tidak berhenti ketika mendapatkan layanan rehabilitasi. Dukungan lingkungan setelahnya juga menjadi bagian penting agar seseorang dapat mempertahankan proses pemulihannya.

Baca Juga:  P4N Lemhannas RI Kaji Ketahanan Energi Wonosobo

“Jangan sampai seseorang yang sudah memiliki keinginan untuk pulih justru tidak mendapatkan dukungan dari lingkungannya. Karena itu, Agen Pemulihan harus mampu membangun kolaborasi dengan Puskesmas, pemerintah wilayah, BNN, Bapas, keluarga, dan unsur masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, semakin kuat jejaring pemulihan di tingkat masyarakat, semakin besar peluang persoalan penyalahgunaan narkotika dapat dikenali dan ditangani lebih awal.

“IBM kita dorong menjadi pintu masuk masyarakat untuk mendapatkan dukungan dan layanan yang tepat. Ketika masalah dapat dikenali lebih dini dan seseorang mendapatkan akses rehabilitasi serta dukungan untuk pulih, maka kita tidak hanya menyelamatkan individu, tetapi juga mencegah munculnya masalah baru di lingkungannya,” tambah Sardiyanto.

Penguatan IBM menjadi semakin penting bagi Rejosari karena wilayah tersebut memiliki karakteristik sosial yang membutuhkan perhatian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Agen IBM Rejosari, Wahyu Harso Prakoso, menyampaikan bahwa wilayah Rejosari terdiri atas 15 RW dengan sejumlah kawasan yang memiliki kerentanan sosial. Rejosari juga pernah dikategorikan sebagai wilayah dengan kerawanan narkotika dan memiliki keberadaan mantan narapidana yang menjadi salah satu tantangan dalam membangun ketahanan masyarakat.

“Di Rejosari terdapat 15 RW dan sebagian merupakan kawasan dengan kondisi sosial yang membutuhkan perhatian. Rejosari juga pernah dikategorikan sebagai zona merah narkoba dan terdapat cukup banyak mantan narapidana. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus alasan bagi kami untuk memperkuat upaya pencegahan di masyarakat,” ujar Wahyu Harso Prakoso.

Baca Juga:  Polres Demak Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Pendaftaran Gratis hingga 28 Oktober 2026

Menurut Wahyu, sejumlah penangkapan kasus narkotika memang pernah terjadi di wilayah Rejosari. Namun, orang yang diamankan dalam beberapa kejadian tersebut tidak selalu merupakan warga setempat. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa penguatan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan siapa pelakunya, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat mencegah wilayahnya dimanfaatkan sebagai tempat aktivitas narkotika.

“Kejadian penangkapan memang beberapa kali berlangsung di Rejosari, tetapi orang yang ditangkap bukan warga Rejosari. Karena itu, kami melihat pencegahan harus dilakukan bersama-sama agar lingkungan tidak menjadi tempat yang dimanfaatkan untuk aktivitas narkotika,” jelas Wahyu.

Ia menegaskan, keberadaan Agen Pemulihan IBM menjadi peluang untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap persoalan narkotika sekaligus membangun jalur dukungan bagi warga yang membutuhkan bantuan. “Kami ingin IBM tidak hanya menjadi program, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan dukungan untuk pulih, kami ingin masyarakat tahu harus ke mana, siapa yang dapat dihubungi, dan bagaimana membantu tanpa memberikan stigma,” katanya.

Melalui Bimbingan Teknis Agen Pemulihan IBM Rejosari, BNNP Jawa Tengah mendorong terbentuknya jejaring pemulihan yang lebih kuat di tingkat masyarakat. Pendekatan ini menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima informasi tentang bahaya narkotika, tetapi juga sebagai bagian dari solusi melalui deteksi dini, dukungan pemulihan, rujukan layanan, serta penciptaan lingkungan yang mendukung kehidupan sehat tanpa narkotika.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim SAR Evakuasi Nenek Tercebur Sumur di Pemalang, Korban Meninggal Dunia
Polres Wonosobo Ungkap Kasus Sabu, Amankan Seorang Pria di Kalijajar
OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi
Polres Demak Ajak Pelajar Perkuat Karakter melalui Nilai Pancasila
Polres Demak Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Pendaftaran Gratis hingga 28 Oktober 2026
Bupati Wonosobo: Stabilitas Keamanan Fondasi Utama Pertumbuhan Ekonomi
Ketua DPRD Rembang Tegaskan KUA-PPAS 2027 Sah
HUT TNI Ke-81, Kapolres Demak Sambangi Dandim 0716

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Tim SAR Evakuasi Nenek Tercebur Sumur di Pemalang, Korban Meninggal Dunia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:52 WIB

Polres Wonosobo Ungkap Kasus Sabu, Amankan Seorang Pria di Kalijajar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:59 WIB

OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polres Demak Ajak Pelajar Perkuat Karakter melalui Nilai Pancasila

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Polres Demak Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Pendaftaran Gratis hingga 28 Oktober 2026

Berita Terbaru