Wisatawan Ditemukan Tewas Tenggelam di Laut Mandalika Jepara

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 8 April 2025 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran mencari korban di sekitar Laut Mandalika, Jepara dengan menggunakan perahu karet, Senin (7/4).

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran mencari korban di sekitar Laut Mandalika, Jepara dengan menggunakan perahu karet, Senin (7/4).

Pilarjateng.com, Jepara – Seorang wisatawan lokal ditemukan tewas akibat tenggelam di Perairan Mandalika, Kecamatan Donorojo, Jepara pada Selasa (8/4). Sebelumnya korban dengan nama Yudistira Iqbal Umar (25), telah dilaporkan hilang sejak Senin (7/4) sore usai melakukan mandi laut di dermaga pulau Mandalika.

Awal kejadian bermula saat Senin siang, keluarga Yudi pergi berlibur ke Pulau Mandalika. Di sore harinya, Yudi bersama dengan satu rekannya pergi ke dermaga untuk mencoba mandi laut. Naas, keduanya terseret arus dalam perjalanan pulang dari ujung dermaga ke daratan.

“Rekan korban yang juga terseret arus berhasil diselamatkan oleh warga setempat yang tengah mencari ikan. Sementara itu korban dinyatakan menghilang,” ujar Budiono, Kepala Kantor Basarnas Semarang.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban yang juga merupakan warga desa Ujung Watu, Donorojo Jepara tersebut sebenarnya sudah cukup terbiasa untuk melakukan perjalanan dari daratan ke dermaga dengan berenang. Namun, pada Senin kemarin ternyata kondisi arus di Perairan Mandalika sedang kencang, sehingga keadaannya menjadi sangat berbahaya.

Baca Juga:  OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi

“Laporan kami terima pada Senin pukul 18.20 WIB dan pada saat itu pula kami kirim tim SAR dari Pos Basarnas Jepara untuk segera mendatangi lokasi kejadian,” imbuh Budiono.

Pada hari pertama, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan perahu karet. Namun, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian selanjutnya dilaksanakan pada hari Selasa dengan bantuan dari nelayan TPI Tajung. Korban selanjutnya dinyatakan meninggal dunia usai ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi mengambang sejauh ±100 m ke arah barat dari lokasi kejadian.

“Setelah dievakuasi, korban segera dibawa ke rumah keluarganya. Dengan telah dievakuasinya korban maka operasi SAR ditutup. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang terlibat,” pungkas Budiono.
Pilarjateng.com, Jepara – Seorang wisatawan lokal ditemukan tewas akibat tenggelam di Perairan Mandalika, Kecamatan Donorojo Jepara pada Selasa (8/4/2025). Sebelumnya korban dengan nama Yudistira Iqbal Umar (25) tersebut  telah dilaporkan hilang sejak Senin (7/4) sore usai melakukan mandi laut di dermaga pulau Mandalika.

Baca Juga:  OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis

Awal kejadian bermula saat Senin (7/4) siang, keluarga Yudi pergi berlibur ke Pulau Mandalika. Disore harinya, Yudi bersama satu rekannya pergi ke dermaga untuk mencoba mandi laut. Naas, keduanya terseret arus dalam perjalanan pulang dari ujung dermaga ke daratan.

“Rekan korban yang juga terseret arus berhasil diselamatkan oleh warga setempat yang tengah mencari ikan. Sementara korban dinyatakan menghilang,” ujar Budiono, Kepala Kantor Basarnas Semarang, Selasa (8/4).

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban yang juga merupakan warga desa Ujung Watu, Donorojo, Jepara tersebut sebenarnya sudah cukup terbiasa untuk melakukan perjalanan dari daratan ke dermaga dengan berenang. Namun, pada Senin kemarin ternyata kondisi arus di Perairan Mandalika sedang kencang sehingga keadaannya menjadi sangat berbahaya.

Baca Juga:  PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

“Laporan kami terima pada Senin (7/4) pukul 18.20 WIB dan pada saat itu juga kami kirim tim SAR dari Pos Basarnas Jepara untuk segera mendatangi lokasi kejadian,” imbuh Budiono.

Pada hari pertama, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan perahu karet. Namun keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian selanjutnya dilaksanakan pada hari Selasa (8/4) dengan bantuan dari nelayan TPI Tajung. Korban selanjutnya dinyatakan meninggal dunia usai ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi mengambang sejauh ±100 m ke arah barat dari lokasi kejadian.

“Setelah dievakuasi, korban segera dibawa ke rumah keluarganya. Dengan telah dievakuasinya korban maka operasi SAR ditutup dan saya ucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang terlibat,” pungkas Budiono.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026
Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko
Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga
Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026
Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis
Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:53 WIB

Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Berita Terbaru