BMKG dan  DPR Dorong Penguatan Sistem Deteksi Dini Gempa di Rembang

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 16 Oktober 2025 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono sedang memberikan sambutan dalam kegiatan Sekolah Lapangan Gempa Bumi dan Tsunami yang digelar oleh Stasiun Geofisika Banjarnegara, di Aula Lantai 4 Sekretariat Daerah Rembang, Kamis (16/10/2025),

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono sedang memberikan sambutan dalam kegiatan Sekolah Lapangan Gempa Bumi dan Tsunami yang digelar oleh Stasiun Geofisika Banjarnegara, di Aula Lantai 4 Sekretariat Daerah Rembang, Kamis (16/10/2025),

Pilarjateng.com, Rembang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Komisi V DPR RI mendorong penguatan sistem deteksi dini gempa bumi di wilayah Kabupaten Rembang dan sekitarnya. Dorongan ini disampaikan menyusul hasil pemantauan terbaru yang menunjukkan bahwa Sesar Lasem masih aktif dan berpotensi memicu gempa bumi dengan kekuatan signifikan.

Dalam kegiatan Sekolah Lapangan Gempa Bumi dan Tsunami yang digelar oleh Stasiun Geofisika Banjarnegara di Aula Lantai 4 Sekretariat Daerah (Setda) Rembang, Kamis (16/10/2025), BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di kawasan rawan gempa, termasuk Rembang yang berada dekat dengan sejumlah sesar aktif.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan bahwa Rembang dikelilingi beberapa sesar aktif, seperti Sesar Lasem, Purwodadi, Blora, Semarang, dan Muria. Dari semua itu, Sesar Lasem dinilai sebagai yang paling dekat dan perlu diwaspadai.

Baca Juga:  Eduwisata Mangrove Demangkarta Dorong Pemberdayaan Warga Cilacap, Solusi Bangun Indonesia Raih Pengakuan ESG Platinum

“Yang paling dekat dengan Rembang ini adalah Sesar Pati, atau yang sering juga disebut Sesar Lasem. Para ahli sepakat bahwa sesar ini aktif dan dapat memicu gempa hingga magnitudo 6,5,” ujar Daryono.

Ia menambahkan, potensi kekuatan tersebut bahkan sedikit lebih besar dibandingkan gempa Yogyakarta pada tahun 2006 yang menelan hampir 6.000 korban jiwa. Oleh karena itu, menurutnya, masyarakat harus selalu waspada.

“Gempa itu low frequency, high impact – jarang terjadi, tapi sekali terjadi bisa menimbulkan kerusakan besar. Jadi jangan lengah hanya karena belum pernah merasakan gempa besar,” tegasnya.

Baca Juga:  Kapolda Jateng Tekankan Polisi Bersama Masyarakat Harus Dirasakan Lewat Kerja Nyata

Dalam kegiatan sekolah lapangan tersebut, BMKG memberikan pelatihan kepada 55 peserta yang berasal dari berbagai unsur, seperti BPBD, relawan, guru, aparat keamanan, dan masyarakat umum. Mereka dibekali kemampuan membaca peta rawan bencana, memahami sistem peringatan dini, serta melakukan simulasi evakuasi mandiri saat terjadi gempa.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana, menyatakan dukungannya terhadap upaya BMKG dalam memperkuat sistem deteksi gempa, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

“Ke depan kita akan menambah sensor-sensor pendeteksi gempa, namun tentu perlu dibahas lebih lanjut dalam rapat kerja Komisi V bersama BMKG,” jelas Danang.

Ia menyebut, penambahan jaringan sensor akan membantu BMKG dalam memantau aktivitas sesar secara lebih akurat dan mempercepat proses peringatan dini kepada masyarakat.
“Kalau sensor kita lebih banyak dan merata, maka waktu respon terhadap potensi gempa bisa lebih cepat,” imbuhnya.

Baca Juga:  OJK dan Pemprov Jateng Perkuat Akses Pembiayaan Hijau Bagi Industri Kecil dan Menengah

Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Rembang, Dwi Wahyuni Hariyati, menyambut baik pelaksanaan sekolah lapangan ini. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

“Bencana tidak bisa dihindari, tapi risikonya bisa ditekan dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan. Kami berharap peserta bisa menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Dengan adanya sinergi antara BMKG, DPR RI, dan pemerintah daerah, diharapkan Kabupaten Rembang semakin siap dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi di masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Demak Rotasi Empat Pejabat, Kapolres Tekankan Penguatan Kamtibmas
Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Demak Edukasi Pengemudi Ojol Tentang Keselamatan Berkendara
HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa
Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026
Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko
Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga
Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026
Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Polres Demak Rotasi Empat Pejabat, Kapolres Tekankan Penguatan Kamtibmas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Demak Edukasi Pengemudi Ojol Tentang Keselamatan Berkendara

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:17 WIB

HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:53 WIB

Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko

Berita Terbaru