Pilarateng.com, Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) meraih penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA), yang berlangsung di Kanwil DJBC Jateng–DIY, Selasa (9/12).
Penghargaan yang diterima langsung oleh Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Dr. H. Agus Rohmat tersebut menjadi bentuk apresiasi atas integritas, konsistensi, dan kontribusi BNNP Jateng dalam memperkuat penegakan hukum narkotika, kepabeanan dan cukai, pemberantasan rokok ilegal, serta mendorong kolaborasi lintas sektor berbasis antikorupsi.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJBC Jateng–DIY, Imik Eko Putro, menyampaikan apresiasi mendalam atas peran strategis mitra penegak hukum, termasuk BNNP Jawa Tengah.
“Misi kami dalam menegakkan hukum tidak mungkin berjalan maksimal tanpa dukungan mitra yang berkomitmen tinggi seperti BNNP Jateng. Capaian penindakan, salah satunya dalam kasus peredaran gelap narkotika, adalah buah dari kepercayaan, konsistensi, dan ketegasan kita bersama,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, bahwa sinergi dengan BNNP Jateng menjadi model kolaborasi ideal antar-lembaga penegak hukum dalam menghadapi tantangan baru, seperti penyelundupan narkotika yang semakin canggih dan terhubung dengan jaringan kriminal lainnya.
“Kolaborasi kita bukan hanya operasional, tetapi perwujudan ekosistem penegakan hukum yang bersih, transparan, dan berkelanjutan. Ini adalah langkah nyata mendukung agenda nasional dalam pemberantasan korupsi dan kejahatan lintas batas,” terangnya.
Sementara, Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Dr. H. Agus Rohmat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi sekaligus komitmen pelaksanaan kinerja yang sejalan dengan agenda nasional BNN RI. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol apresiasi, tetapi amanah besar bagi kami untuk terus menjaga standar integritas yang tinggi.
“Sinergi antara BNNP Jateng dan Bea Cukai adalah bukti bahwa pemberantasan narkotika dan korupsi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ini menguatkan semangat kami untuk mendukung penuh agenda 100 hari kerja Kepala BNN RI yang menekankan penguatan integritas aparatur, peningkatan kualitas layanan publik, percepatan pencegahan, serta keberlanjutan strategi War on Drugs yang lebih humanis dan berbasis data,” ucap Rohmat.
“Penghargaan hari ini menjadi penanda bahwa arah kebijakan BNN RI sudah tepat, dan daerah siap melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab,” terangnya.
Lebih lanjut, Rohmat menegaskan bahwa BNNP Jawa Tengah telah menjadikan 100 hari kerja Kepala BNN RI sebagai momentum penataan internal menuju birokrasi yang lebih bersih, responsif, dan modern, termasuk memperluas kanal sinergi dengan Bea Cukai, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Penguatan kolaborasi ini dipandang sebagai kunci untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini, memperkuat integrasi informasi intelijen, serta memperluas jangkauan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Sinergi yang semakin solid ini diharapkan tidak hanya mendukung keberhasilan program 100 hari kerja Kepala BNN RI, tetapi juga membangun pondasi kokoh bagi upaya jangka panjang dalam mewujudkan lingkungan sosial yang lebih aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba,” tambahnya.
Rangkaian HAKORDIA 2025 yang diisi dengan penyerahan penghargaan, penandatanganan Piagam Dukungan Zona Integritas, serta kegiatan edukasi antikorupsi menegaskan komitmen bersama dalam menjaga integritas dan mengikis ruang bagi praktik korupsi.
Penghargaan yang diterima BNNP Jawa Tengah menjadi simbol bahwa kerja sama lintas lembaga tidak hanya menghasilkan capaian teknis, tetapi juga memperkuat budaya integritas yang dibutuhkan bangsa.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat pondasi sinergi BNN, Bea Cukai, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga wilayah Jawa Tengah dan DIY dari ancaman korupsi, penyelundupan, dan narkotika. Ke depan, sinergi ini akan terus diperluas sebagai bagian dari dukungan BNNP Jateng terhadap agenda 100 hari kerja Kealap BNN RI dan kebijakan nasional pemberantasan narkotika.









