Sebanyak19 Pelaku Usaha Pariwisata di Wonosobo terima Sertifikat CHSE

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 11 Februari 2026 - 02:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Wonosobo menyerahkan Sertifikat CHSE kepada 19 pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo, Senin (9/2/2026).

Bupati Wonosobo menyerahkan Sertifikat CHSE kepada 19 pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo, Senin (9/2/2026).

Pilarjateng.com, Wonosobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menyerahkan Sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) kepada 19 pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo, Senin (9/2/2026) di Pendopo Belakang Kabupaten Wonosobo.

Penyerahan sertifikat CHSE menjadi bagian dari komitmenmewujudkan pariwisata yang berkualitas, aman, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus berstandar nasional. Pasalnya, Sertifikat CHSE merupakan jaminan bahwa usaha dan destinasi pariwisata telah memenuhi standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan, sehingga mampu memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan wisatawan.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menegaskan pentingnya sertifikasi, khususnya bagi sektor pariwisata yang menjadi salah satu unggulan daerah.

“Sertifikasi CHSE ini penting agar kita bisa menjadi rujukan sebagai daerah tujuan wisata yang berkualitas. Kepada para pelaku usaha yang telah lolos sertifikasi, saya ucapkanSelamat dan sukses, semoga ke depan mampu meningkatkan kualitas layanan, memperkuat daya saing, serta mendorong pertumbuhan pariwisata Wonosobo yang berkelanjutan,” harapnya.

Baca Juga:  TMMD Sengkuyung Tahap IV 2026, Bangun Jalan dan Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Desa

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menjelaskan,sertifikasi CHSE merupakan standar dasar yang sangat penting dalam ekosistem kepariwisataan.

“CHSE adalah fondasi. Cleanliness berarti kebersihan, Health kesehatan, Safety keselamatan, dan Environmental Sustainability adalah kelestarian lingkungan. Ini adalah standar dasar yang harus dimiliki pelaku usaha pariwisata,” jelasnya.

Menurut Fahmi, sebagai kota pariwisata, tata kelola pariwisata Wonosobo harus diatur dengan baik. Mulai dari hotel, homestay, restoran hingga jasa pariwisata lainnya diharapkan memiliki sertifikasi tersebut.

Baca Juga:  Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Hidupkan Nilai Pancasila di Tengah Tantangan Zaman

“Dengan adanya sertifikasi, wisatawan akan mendapatkan layanan yang benar, harga yang wajar, serta pengalaman berwisata yang baik. Tanpa standar, berpotensi menimbulkan ketidakpuasan wisatawan,” ungkapnya.

Fahmi menyebutkan, jumlah pendaftar sertifikasi CHSE sebenarnya mencapai hampir 30 pelaku usaha. Namun setelah melalui proses seleksi administrasi dan penilaian ketat, hanya 19 pelaku usaha yang dinyatakan lolos dan menerima sertifikat pada tahap ini.

“Proses sertifikasi ini tidak mudah dan tidak murah. Penilaiannya sangat ketat. Meski demikian, capaian 19 pelaku usaha ini terbilang tinggi dibandingkan kabupaten lain,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan adanya dorongan dari Bupati dan DPRD agar ke depan Pemkab dapat memberikan stimulus, insentif, atau subsidi bagi pelaku usaha yang ingin mengikuti sertifikasi CHSE.

Baca Juga:  Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko

 Disparbud Wonosobo juga berkomitmen untuk mendorong pelaku usaha yang telah bersertifikat agar naik ke level sertifikasi yang lebih tinggi, terutama untuk menyasar wisatawan kelas menengah ke atas yang sangat memperhatikan standar dan legalitas usaha.

 Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar turut mendukung pariwisata berkelanjutan.

“Pariwisata tidak hanya soal pelaku usaha. Perilaku wisatawan dan masyarakat juga berpengaruh. Kebersihan, ketertiban, dan keselamatan harus dijaga bersama,” tambah Fahmi.

Ke depan, Pemkab Wonosobo akan terus melakukan pembinaan, pengawasan, serta pendampingan kepada pelaku usaha pariwisata guna membangun ekosistem pariwisata yang tertib, aman, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Demak Rotasi Empat Pejabat, Kapolres Tekankan Penguatan Kamtibmas
Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Demak Edukasi Pengemudi Ojol Tentang Keselamatan Berkendara
HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa
Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026
Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko
Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga
Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026
Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Polres Demak Rotasi Empat Pejabat, Kapolres Tekankan Penguatan Kamtibmas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Demak Edukasi Pengemudi Ojol Tentang Keselamatan Berkendara

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:17 WIB

HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:53 WIB

Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko

Berita Terbaru