Pengguna Narkoba Meningkat, BNNP Jateng Gencarkan Program Ananda Bersinar

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid (tengah).

Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid (tengah).

Pilarjateng.com, Surakarta – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) terus memperkuat komitmennya dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui pendekatan preventif dan edukatif.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam program Ngashoow BNNP Jateng bertajuk “Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (Ananda Bersinar)” yang disiarkan secara langsung melalui TATV Surakarta, yang menghadirkan narasumber Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid 
Rabu (11/2/2026).

Dalam talkshow tersebut, Toton Rasyid menegaskan bahwa tantangan pemberantasan narkotika saat ini semakin kompleks dan data penelitian terbaru justru terjadi kenaikan prevalensi narkoba khususnya di kalangan generasi muda.

“Kenaikan ini bukan sekadar angka statistik, tetapi gambaran nyata ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia bangsa. Terlebih, kelompok usia 15–49 tahun menjadi kelompok paling rentan, termasuk generasi muda di wilayah perkotaan,” tegas Toton.

Baca Juga:  Tindak Lanjuti Putusan MK, OJK Tetapkan Kebijakan Pembayaran Manfaat Pensiunan

Ia menjelaskan bahwa pola peredaran narkotika kini telah bertransformasi ke ranah digital, memanfaatkan media sosial dan platform daring yang membuat jaringan semakin sulit dilacak. Selain itu, munculnya 1.386 jenis zat psikoaktif baru (NPS) semakin memperumit pengawasan dan penindakan.

“Jika hanya mengandalkan pendekatan represif, kita tidak akan pernah selesai. Karena itu, BNN mencanangkan gerakan nasional Ananda Bersinar, yang menitikberatkan pada pencegahan sejak dini, pendekatan humanis, edukatif, dan berbasis keluarga,” ujarnya.

Program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak) menempatkan anak sebagai pusat perhatian sekaligus subjek yang diberdayakan. Anak tidak hanya dilindungi, tetapi juga dipersiapkan menjadi generasi tangguh yang memiliki daya tolak terhadap narkoba.

Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, BNN bekerja sama dengan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyusun Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN).

Baca Juga:  OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK,  Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah

“Kurikulum ini memungkinkan nilai-nilai anti narkoba diintegrasikan mulai dari PAUD/TK hingga perguruan tinggi. Pencegahan harus dimulai dari rumah, diperkuat di sekolah, dan dijaga oleh lingkungan. Seberapa kuat pun penindakan hukum, Jawa Tengah akan jauh lebih tahan terhadap ancaman narkoba jika keluarga berfungsi sebagai benteng pertama,” pungkas Toton.

Sementara itu seusai siaran, Direktur Utama TAMG (TATV), Justus Budhianto, menegaskan, melalui kolaborasi ini,  bisa disampaikan strategi dan temuan baru dari BNNP Jawa Tengah sebagai upaya menekan serta meminimalisir korban narkotika.

“Harapan kami, masyarakat khususnya anak muda bisa terbebas dari ancaman narkotika yang merusak negara kita, Indonesia,” ujar Justus Budhianto.

Baca Juga:  Koperasi Merah Putih Diharapkan Mampu Perkuat Perekonomian Desa

Ia menambahkan, kolaborasi antara BNNP Jawa Tengah dan TATV merupakan bentuk sinergi strategis antara institusi negara dan media penyiaran dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

“BNNP Jawa Tengah berperang melawan penyalahgunaan narkotika yang merusak bangsa. Sebagai media, kami sangat bersyukur bisa bekerja sama karena kami memiliki fungsi mengedukasi dan memberikan informasi sejelas-jelasnya kepada masyarakat,” lanjutnya.

Justus Budhianto juga menyatakan kesiapan TATV untuk terus mendukung kampanye preventif melalui berbagai program siaran, baik talk show, liputan khusus, maupun konten edukatif di platform digital.

Melalui kolaborasi ini, BNNP Jawa Tengah optimistis bahwa gerakan Ananda Bersinar tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi gerakan bersama yang hidup di tengah masyarakat, demi mewujudkan Jawa Tengah yang lebih tangguh dan bersinar tanpa narkoba.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Wonosobo Berganti, AKBP Ricky Pripurna Atmaja Gantikan AKBP M. Kasim Akbar Bantilan
Polres Wonosobo Ungkap Kasus Pengroyokan di Garung, Empat Tersangka Diamankan
Tugu Identitas Rembang Segera Dibangun, Jadi Penanda Gerbang Kabupaten
Demang Ngantor Deso, Dekatkan Pelayanan Publik Kepada Warga Jragung
Sosialisasi Program JKN Meriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang
Polres Wonosobo Raih Predikat WBK dan Pelayanan Prima dari Kapolda Jateng
Polres Wonosobo Tangani Penemuan Warga Meninggal Dunia di Watumalang
10 PNS Pemprov Jateng Raih Beasiswa S2 dan S3 Skema “Cost Sharing” Bappenas

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:09 WIB

Kapolres Wonosobo Berganti, AKBP Ricky Pripurna Atmaja Gantikan AKBP M. Kasim Akbar Bantilan

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:08 WIB

Polres Wonosobo Ungkap Kasus Pengroyokan di Garung, Empat Tersangka Diamankan

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:09 WIB

Tugu Identitas Rembang Segera Dibangun, Jadi Penanda Gerbang Kabupaten

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:02 WIB

Demang Ngantor Deso, Dekatkan Pelayanan Publik Kepada Warga Jragung

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:02 WIB

Sosialisasi Program JKN Meriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang

Berita Terbaru