Dana Desa Berkurang, Pemkab Rembang Siapkan Sinergi Jaga PMT Anak Stunting

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Konsultasi Publik dihadiri seluruh kepala desa se-Kecamatan Pancur, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta sejumlah organisasi masyarakat, Rabu (25/2/2026).

Forum Konsultasi Publik dihadiri seluruh kepala desa se-Kecamatan Pancur, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta sejumlah organisasi masyarakat, Rabu (25/2/2026).

Pilarjateng.com, Rembang – Pengurangan anggaran Dana Desa tahun 2026 yang mencapai sekitar 70 persen berdampak pada sejumlah program prioritas di tingkat desa, termasuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak dengan kasus stunting. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menyiapkan langkah sinergi bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menjaga keberlanjutan penanganan.

Isu ini mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar oleh Puskesmas Pancur, Rabu (25/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri seluruh kepala desa se-Kecamatan Pancur, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta sejumlah organisasi masyarakat.

Kepala Puskesmas Pancur, dr. Trianovi Puspasari, menjelaskan bahwa selama ini PMT untuk pencegahan stunting dibiayai melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas. Sasaran program meliputi ibu hamil berisiko tinggi, anak dengan gizi buruk (wasting), anak dengan berat badan kurang (underweight), serta anak gagal tumbuh (weight faltering). Dana tersebut disalurkan dan dikelola oleh tim di tingkat desa.

Baca Juga:  Kepengurusan Baru Kwarcab Pramuka Wonosobo Perkuat Pembentukan Karakter Generasi Muda

“Sedangkan PMT stunting sebenarnya menjadi tanggung jawab desa dan pemberiannya selama tiga bulan. Tadi ada keluhan terkait minimnya anggaran desa, sehingga kami konsultasikan dengan Dinas Kesehatan. Hasilnya, puskesmas segera bersinergi dan berkomunikasi dengan SPPG,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahun ini SPPG didorong untuk memperluas cakupan layanan, mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B). Puskesmas akan mengusulkan agar kuota balita diprioritaskan bagi balita dengan kasus stunting.

Baca Juga:  RS Bhina Bhakti Husada Rembang Juara Turnamen Futsal Bhina Group

“Balita stunting yang selama ini ditangani desa, nantinya bisa ditangani oleh SPPG. Sedangkan balita non-stunting untuk pencegahan bisa didukung dari BOK Puskesmas,” imbuhnya.

Pada 2026, alokasi BOK Puskesmas Pancur meningkat dua kali lipat, dari Rp250 juta pada 2025 menjadi rata-rata Rp500 juta. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk mendukung layanan kesehatan di 23 desa wilayah Kecamatan Pancur.

Dengan peningkatan tersebut, pemberian PMT tahun ini ditargetkan mulai April, lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya yang baru dimulai pada Agustus. Kenaikan anggaran juga berdampak pada penambahan jumlah sasaran penerima manfaat.

Baca Juga:  Satpol PP Rembang dan Bea Cukai Sita 1.716 Batang Rokok Ilegal di Tiga Lokasi

Sebagai gambaran, penerima PMT dari dana BOK Puskesmas Pancur pada 2025 sebanyak 440 orang, terdiri atas 16 ibu hamil, 88 anak dengan gizi buruk, 81 anak berat badan kurang, dan 255 anak gagal tumbuh.

Sementara itu, Kepala Desa Pohlandak, Mundasir, menyampaikan bahwa sebelumnya Dana Desa juga dialokasikan untuk PMT anak stunting. Ia berharap kolaborasi dengan SPPG dapat menjadi solusi atas keterbatasan anggaran yang dihadapi desa saat ini.

“Mudah-mudahan nanti tercukupi, karena bagaimanapun masalah kesehatan menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah kabupaten ataupun desa saja,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN Jateng Siagakan Sistem Kelistrikan untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026
Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng
Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah
Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 08:02 WIB

PLN Jateng Siagakan Sistem Kelistrikan untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 18:22 WIB

Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng

Sabtu, 12 September 2026 - 16:07 WIB

Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Berita Terbaru