Pilarjateng.com, Wonosobo – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga semangat kebersamaan, inovasi, dan kemandirian nasional di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Demikian ditegaskan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat saat membacakan sambutan menteri Komunikasi dan Digital RI, dalam upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-182 tahun 2026 di halaman Pendopo Selatan, Rabu (20/5/2026).
“Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, gotong royong, dan keberanian beradaptasi menghadapi tantangan masa depan,” ucap Bupati.
Lebih lanjut disampaikan, kebangkitan nasional saat ini harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan literasi digital, serta percepatan transformasi pelayanan publik yang adaptif dan inklusif.
“Tepat pada hari ini, 20 Mei 2026, kita kembali merefleksikan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908,” imbuhnya.
Menurutnya sejarah mencatat bahwa peristiwa tersebut adalah “fajar menyingsing” bagi kesadaran berbangsa, di mana kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan. Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat.
Secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.
“Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua; bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia” pungkasnya
Selain upacara bendera, juga dilakukan ziarah nasional ke Taman Makam Pahlawan Wonosobo. Prosesi ziarah diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, peletakan karangan bunga, dan tabur bunga oleh jajaran Forkopimda dan peserta ziarah.
Kegiatan ini, menjadi bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa Indonesia, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga semangat gotong royong, serta berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan daerah dan kemajuan Indonesia.









