Pilarjateng.com, Surakarta — Puluhan dai pilihan dari berbagai wilayah di Indonesia resmi membentuk tim khusus konten kreator Muhammadiyah untuk mengambil alih ruang digital dari dominasi konten negatif lewat pengukuhan Fordigimu di UMS Surakarta, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan melalui bimbingan teknis (bimtek) tersebut menjadi strategi utama untuk melatih para dai dari berbagai daerah agar trampil dalam membuat konten. Untuk memuluskan strategi dakwah digital tersebut panitia membagi para peserta ke dalam dua kelompok kerja khusus, yaitu tim konten kreator dan tim penulis. Melalui Focus Group Discussion (FGD), kedua divisi ini merumuskan langkah strategis guna menjawab tantangan media sosial (medsos) saat ini.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menegaskan bahwa ruang digital saat ini sudah dalam kondisi darurat, terlalu banyak memuat konten yang merusak moral masyarakat.
“Media digital saat ini banyak dipenuhi oleh konten negatif seperti pornografi, judi online, hingga hoaks. Karena itu, sudah sepatutnya para dai digital Muhammadiyah hadir untuk menebarkan kebaikan dan memenuhi ruang digital dengan konten-konten yang mencerahkan,” ujar Muchamad Arifin seusai membuka acara.
Setelah membekali peserta dengan teknik produksi, LDK PP Muhammadiyah langsung menetapkan kepengurusan Fordigimu secara resmi. Pengukuhan ini menjadi legalitas kuat bagi para kreator untuk mulai bergerak secara masif di daerah masing-masing.
Meskipun tantangan di dunia maya sangat besar, para peserta optimistis gerakan ini akan membawa dampak luas. Salah seorang peserta lintas daerah, Yuriko Pulung Nugroho, menyatakan rasa syukurnya atas wadah kolaborasi baru ini.
“Saya sangat senang bisa mengikuti bimtek ini. Selain mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru, saya juga bisa bertemu dengan sesama pejuang dakwah digital dari seluruh Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Koh Jerry tersebut.









