OJK: Sektor Jasa Keuangan di Jateng Stabil

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 29 Agustus 2025 - 23:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala OJK Jateng, Hidayat Prabowo saat diwawancarai awak media, Jumat (29/8).

Kepala OJK Jateng, Hidayat Prabowo saat diwawancarai awak media, Jumat (29/8).

Pilarjateng.com, Semarang – Kondisi sektor jasa keuangan di Provinsi Jawa Tengah per Juni 2025 dalam kondisi stabil didukung dengan likuiditas yang memadai dan tingkat risiko yang terjaga. Hal tersebut dikatakan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo kepada wartawan di kantornya, Jl Kyai Saleh Semarang, Jumat (29/8/2025).

Sementara untuk aset perbankan,  menurut Hidayat juga tumbuh sebesar 1,69 persen (yoy) atau menjadi sebesar Rp591,02 triliun yang diikuti perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami kenaikan 1,67 persen (yoy) menjadi sebesar Rp468,90 triliun dan kredit yang disalurkan naik sebesar 1,80 persen (yoy) menjadi sebesar Rp421,88 triliun.

Begitu pula dengan Aset Bank Umum di Jateng tumbuh sebesar 1,60 persen (yoy), atau menjadi sebesar Rp539,45 triliun diikuti dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum di Jateng tercatat tumbuh sebesar Rp429,01 triliun atau naik 1,53 persen (yoy) dan total Kredit Bank Umum di Jateng mencapai Rp383,30 triliun naik sebesar 1,76 persen (yoy).

“NPL gross Bank Umum di Jateng turun dari bulan sebelumnya menjadi sebesar Rp18,03 triliun atau 4,70 persen yang didukung oleh perbaikan kinerja bank umum di sektor perdagangan besar dan eceran dengan penurunan NPL sebesar -0,36 persen (yoy),” ungkapnya.

Baca Juga:  Seorang Pria Tak Dikenal Terseret Arus Sungai Banjir Kanal Barat, Hingga Kini Belum Ditemukan

“Kinerja intermediasi Bank Umum  terjaga dengan total Loan to Deposit Ratio (LDR) 89,34 persen sehingga bank umum di Jawa Tengah masih mampu menyalurkan kredit dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut Hidayat menjelaskan, untuk menjaga tingkat NPL, OJK terus melakukan pengawasan secara intensif kepada bank dan memerintahkan bank untuk membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang memadai sesuai ketentuan yang berlaku. 

Ia juga menjelaskan, bahwa perkembangan BPR/S juga mencatatkan kinerja yang positif dengan pertumbuhan aset sebesar 2,60 persen (yoy) yang diikuti dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) BPR/S yang tercatat tumbuh sebesar 3,24 persen (yoy) sebesar Rp39,89 triliun dengan total Kredit BPR/S di Jateng mencapai Rp38,58 triliun naik 2,23 persen (yoy).

“Adapun perkembangan Kinerja Perbankan Syariah di Jateng per Juni 2025 juga mencatatkan pertumbuhan yang positif dilihat dari pertumbuhan aset sebesar 9,82 persen (yoy) yang diikuti dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 9,19 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp37,68 triliun,” ungkapnya.

“Adapun pembiayaan yang disalurkan tumbuh sebesar 11,84 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp34,41 triliun dengan rasio NPF sebesar 5,11 persen,” tambahnya.

Baca Juga:  12 Provinsi Anggota MPU Bangun Sinergi, Jaga Ketahanan Pangan

Pada sektor IKNB, per Agustus 2025, Perusahaan Pembiayaan di Jawa Tengah mencatatkan nilai piutang pembiayaan tumbuh sebesar 2,10 persen (yoy) mencapai Rp33,39 triliun dengan NPF sebesar 3,16 persen.

Sementara itu, modal ventura di Jateng mengalami kenaikan penyaluran sebesar 3,13 persen yoy dengan total nominal sebesar Rp1,09 triliun. Sedangkan aset Dana Pensiun tercatat tumbuh sebesar 0,68 persen (yoy) mencapai Rp6,81 triliun, sejalan dengan tingginya tingkat angkatan kerja di Jawa Tengah.

Kemudian dari Fintech Peer to Peer (P2P) Lending mencatatkan penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 30,42 persen (yoy) mencapai Rp6,87 triliun, dengan tingkat wanprestasi (TWP 90) sebesar 3,52 persen.

“Hal ini didukung oleh kemudahan masyarakat dalam mengakses pendanaan dari Fintech Peer to Peer (P2P) Lending,” ucapnya.

Sementara itu, Perusahaan Penjaminan di Jawa Tengah posisi bulan Juni 2025 mencatatkan peningkatan aset sebesar 32,47 persen (yoy) menjadi sebesar Rp648,00 miliar dengan pinjaman yang disalurkan sebear Rp2,29 triliun atau turun sebesar -44,30 persen (yoy).

Selanjutnya pada sektor Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Posisi Triwulan I 2025 mencatatkan jumlah entitas sebanyak 102 entitas, dengan jumlah pinjaman yang diberikan sebesar Rp568,00 milliar, atau tumbuh sebesar 23,37 persen (yoy). Dengan jumlah aset LKM sebesar Rp702 milliar dengan tumbuh sebesar 1,28 persen (yoy).

Baca Juga:  Jelang Gerebeg Besar, Bupati Demak Ziarah di Makam Raja

Adapun perkembangan Kinerja Industri Jasa Keuangan – Sektor Pasar Modal, transaksi didominasi oleh investor individu dengan jumlah SID Reksadana mencapai 1.654.542 investor pada Juni 2025 meningkat 12,70 persen (yoy) dengan total nilai transaksi Rp14,86 triliun. Sementara itu jumlah SID saham sebesar 850.366 investor yang meningkat sebesar 24,80 persen (yoy) dan SID SBN sebesar 106.028 investor dan meningkat sebesar 17,10 persen (yoy).

Sedangkan untuk perkembangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen
Sampai dengan 31 Juli 2025, OJK telah menerima pengaduan di Provinsi Jawa Tengah melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) sebanyak 1.819 pengaduan.

“Berdasarkan jenis aduan terbanyak adalah sektor Perbankan sebanyak 1.078 pengaduan, Fintech Legal sebanyak 360 pengaduan, Pembiayaan sebanyak 284 pengaduan, Asuransi sebanyak 39 pengaduan, LJK lainnya sebanyak 44 pengaduan dan Non LJK 14 pengaduan,” beber Hidayat.

“Untuk menurunkan jumlah pengaduan, OJK terus melaksanakan kegiatan edukasi di Provinsi Jawa Tengah secara masif kepada masyarakat. Sampai dengan 31 Juli 2025 telah dilaksanakan sebanyak 205 kegiatan edukasi kepada masyarakat termasuk petani, pelajar dan pelaku UMKM dengan diikuti oleh sebanyak 40.544 orang sebagai peserta,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Pesepakbola Cilik Ikuti Festival FORSGI di Stadion Krida Rembang
Polres Demak Sita 324 Botol Miras dalam Razia di Tiga Kecamatan
Dua Jabatan Strategis di Polres Demak Berganti, Kapolres Dorong Kinerja Profesional
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Kasus Narkoba di Demak
Solusi Bangun Indonesia Salurkan 21 Ekor Hewan Kurban untuk Masyarakat di Cilacap
OJK Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melalui Sinergi Lintas Sektor
Warga Kumendung Rembang Sembelih Sapi Kurban Bantuan Presiden Seberat 1 Ton Lebih
Idul Adha 1447 H, Polres Demak Salurkan Daging Kurban kepada Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:37 WIB

Puluhan Pesepakbola Cilik Ikuti Festival FORSGI di Stadion Krida Rembang

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:17 WIB

Polres Demak Sita 324 Botol Miras dalam Razia di Tiga Kecamatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:55 WIB

Dua Jabatan Strategis di Polres Demak Berganti, Kapolres Dorong Kinerja Profesional

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:14 WIB

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Kasus Narkoba di Demak

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:21 WIB

Solusi Bangun Indonesia Salurkan 21 Ekor Hewan Kurban untuk Masyarakat di Cilacap

Berita Terbaru