Polines dan Mahasiswa Modernisasi Produksi Kopi Temanggung Lewat Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Pemasaran

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 11 November 2025 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) uang berhasil membantu pelaku usaha kopi rakyat di Kabupaten Temanggung untuk bertransformasi menuju sistem produksi dan pemasaran modern.

Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) uang berhasil membantu pelaku usaha kopi rakyat di Kabupaten Temanggung untuk bertransformasi menuju sistem produksi dan pemasaran modern.

Pilarjateng.com, Temanggung — Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) berhasil membantu pelaku usaha kopi rakyat di Kabupaten Temanggung untuk bertransformasi menuju sistem produksi dan pemasaran modern. Melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), mereka menghadirkan teknologi tepat guna dan strategi digital marketing guna meningkatkan nilai tambah kopi lokal Temanggung.

Program bertajuk “Peningkatan Nilai Tambah Produk Unggulan (Kopi) melalui Perbaikan Sistem Produksi dan Pemasaran dalam Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Siklatak, Temanggung” ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa Polines dari berbagai program studi.

Tujuan program tersebut adalah untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, khususnya IRT Kopi Gunung, agar mampu mengelola produksi secara efisien, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

Ketua tim pengabdian, Timotius Anggit Kristiawan, S.T., M.Eng., menjelaskan, kegiatan ini berfokus pada modernisasi sistem produksi melalui penerapan mesin roasting dan grinder kopi, serta pengembangan sistem pemasaran digital berbasis website.

“Sebelumnya proses produksi masih dilakukan secara manual dengan kapasitas terbatas. Kini, dengan penerapan mesin yang kami rancang bersama mahasiswa, kapasitas produksi meningkat dua kali lipat, dan waktu kerja lebih efisien hingga 50 persen,” ungkap Timotius, Selasa (11/11).

Baca Juga:  Tingkatkan Profesionalisme, Polres Demak Gelar Latihan Menembak

Teknologi Tepat Guna untuk Kopi Gunung

IRT Kopi Gunung di Desa Siklatak sebelumnya hanya memproduksi sekitar 30 kilogram green bean dan 100 bungkus kopi bubuk per bulan. Tim Polines merancang mesin roasting kapasitas 5 kg per batch dan mesin grinder kopi kapasitas 20 kg per jam, lengkap dengan sistem kontrol suhu otomatis agar hasil sangrai seragam dan berkualitas.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berperan aktif dalam proses desain dan perakitan mesin di bengkel Polines, kemudian ikut melakukan pelatihan kepada mitra untuk penggunaan dan perawatan alat.

“Kami belajar langsung bagaimana menerapkan ilmu teknik ke dalam kebutuhan masyarakat. Rasanya bangga bisa membantu petani kopi di Temanggung,” ujar Rizky Ardiansyah, salah satu mahasiswa anggota tim.

Pemilik usaha Kopi Gunung, Maskuri, mengaku sangat terbantu dengan adanya inovasi dari Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) di wilayahnya.

“Dulu kami masih menyangrai pakai wajan di atas tungku kayu bakar dan menggiling di luar desa. Sekarang kami punya alat sendiri, hasilnya lebih cepat, merata, dan rasa kopinya juga lebih kuat,” ungkapnya.

Baca Juga:  DPR Dorong Rujukan Berbasis Kompetensi, Pasien Tak Perlu Transit Antar Rumah Sakit

Dari Produksi ke Pemasaran Digital

Selain modernisasi alat, tim Polines juga membantu pengembangan platform digital pemasaran kopi lokal. Mahasiswa dan dosen membuat website resmi https://kopigunungtemanggung.store/ yang terhubung dengan e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia, serta media sosial Instagram dan WhatsApp Business.

“Dengan sistem digital marketing, Kopi Gunung kini bisa menjangkau pasar nasional. Banyak pelanggan dari luar Temanggung yang mulai mengenal produk kami,” tutur Rizkha Ajeng Rochmatika, S.T., M.T., anggota tim yang membimbing mahasiswa dalam implementasi sistem digital tersebut.

Selain itu, tim juga memperkenalkan sistem pencatatan keuangan digital untuk membantu pelaku usaha mengatur arus kas dan keuntungan secara lebih transparan. Aplikasi ini disertai buku panduan ‘Petunjuk Praktis Pencatatan dan Manajemen Keuangan bagi UMKM’ yang dapat digunakan oleh masyarakat luas.
Pemberdayaan Masyarakat dan Dampak Ekonomi

Program yang berjalan sejak Mei hingga Desember 2025 ini menunjukkan hasil nyata. Kapasitas produksi meningkat hingga 50%, waktu proses menurun separuhnya, dan pendapatan mitra naik rata-rata 25–30% per bulan. Selain itu, masyarakat sekitar juga ikut terlibat dalam pelatihan pengemasan dan penjualan online.

Baca Juga:  Jateng dan Fujian Tiongkok Teken Dua Kesepakatan Strategis

“Program ini tidak hanya mentransfer teknologi, tapi juga membangun semangat wirausaha masyarakat desa,” ujar Eni Safriana, S.T., M.Eng., anggota tim pengabdian.

“Kami ingin mahasiswa belajar langsung bahwa teknologi akan bermakna ketika diterapkan untuk kemajuan sosial-ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Apresiasi dan Keberlanjutan
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian Polines yang terdiri atas Timotius Anggit Kristiawan, S.T., M.Eng., Eni Safriana, S.T., M.Eng., dan Rizkha Ajeng Rochmatika, S.T., M.T., dengan dukungan mahasiswa program studi Teknik Mesin dan Manajemen Bisnis.

Pendampingan dan monitoring dilakukan bersama Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polines.

Tim pengabdian menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA atas dukungan pendanaan kegiatan ini, serta kepada IRT Kopi Gunung Desa Siklatak yang telah aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan kegiatan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi inspirasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa lainnya di Indonesia,” tutup Timotius Anggit Kristiawan.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik
Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang
Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat
Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak
Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi
Jateng dan Fujian Tiongkok Teken Dua Kesepakatan Strategis
Razia Gabungan di Sulang, Petugas Sita 25.200 Batang Rokok Ilegal
Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Pemkab Rembang Gelar Festival Literasi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik

Senin, 27 Juli 2026 - 21:25 WIB

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:02 WIB

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:29 WIB

Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi

Berita Terbaru

Bupati Rembang, Harno menjadi pembina upacara peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang di Alun-Alun Rembang, Senin (27/7).

Daerah

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Senin, 27 Jul 2026 - 21:25 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengingatkan masyarakat agCegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obatar lebih cerdas dalam memilih obat.

Daerah

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:02 WIB