Pilarjateng.com, Wonosobo – Sinergi membangun Desa, melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026, mulai dilaksanakan, diawali di Desa Trimulyo, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, pada Selasa (10/2/2026).
Program yang dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, 10 Februari sampai 11 Maret 2026, merupakan bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia hingga ke pelosok desa.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Yusuf Hariyanto, selaku inspektur upacara menyampaikan bahwa, anggaran yang disiapkan untuk program TMMD Sengkuyung I 2026 sekitar Rp554.400.000,- meliputi APBD Provinsi Rp246.000.000,- APBD Kabupaten Rp160.400.000,- APBD Desa Rp75.000.000,- dan Swadaya Masyarakat Rp73.000.000,-.
“Kekuatan personel yang diterjunkan terdiri dari 40 orang anggota Satgas TMMD yang bersinergi langsung dengan sedikitnya 80 warga setempat setiap harinya,” ujarnya.
Selain itu, Ia juga mengatakan bahwa kegiatan TMMD menjadi salah satu percepatan infrastruktur.
“Hal ini tentunya untuk meningkatan sumber daya manusia, kemudahan akses bagi petani hingga ke pelosok desa yang ada di Wadaslintang ini,” terangnya.
Sebagaimana tahun sebelumnya, TMMD menyasar dua sektor, yaitu fisik dan non fisik.
Sektor fisik, difokuskan pada aksesibilitas jalan dan pengamanan tebing guna mendukung aktivitas ekonomi warga. Meliputi Betonisasi jalan sepanjang 540 meter dengan lebar 2,5 meter dan tinggi 0,12 meter dan pembangunan senderan dengan panjang 48 meter dan tinggi 2 meter untuk memperkokoh struktur tanah.
Adapun non fisik, diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat melalui berbagai sosialisasi dan pelayanan. Antara lain, bela negara oleh Kodim 0707/Wonosobo, penyuluhan bahaya narkoba dari Polres Wonosobo, hingga penanganan isu krusial seperti pencegahan stunting dan pernikahan usia anak oleh DPPKBP3PPPA.
Beberapa dinas terkait juga turut andil memberikan pelayanan langsung di lapangan, seperti pelayanan administrasi kependudukan oleh Disdukcapil, sosialisasi mitigasi bencana oleh BPBD, hingga penyuluhan pertanian dan peternakan guna mendongkrak ketahanan pangan desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Diharapkan, melalui program ini hasil pembangunan fisik dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sementara non-fisik, mampu meningkatkan wawasan kebangsaan serta derajat kesehatan dan hukum masyarakat setempat.









