12 Provinsi Anggota MPU Bangun Sinergi, Jaga Ketahanan Pangan

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno membuka acara Business Meeting Forum Mitra Praja Utama 2026, di Hotel Tentrem Kota Semarang, Senin (11/5/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno membuka acara Business Meeting Forum Mitra Praja Utama 2026, di Hotel Tentrem Kota Semarang, Senin (11/5/2026).

Pilarjateng.com, Semarang – Sebanyak 12 pemerintah provinsi yang tergabung dalam Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU), membangun sinergi untuk sama-sama menjaga ketahanan pangan. Hal itu mengemuka dalam acara Business Meeting Forum Mitra Praja Utama 2026, di Hotel Tentrem Kota Semarang, Senin (11/5/2026).

Acara yang mengambil tema “Sinergi Ketahanan Pangan dan Eenergi Berkelanjutan sebagai Strategi Mitigasi Dampak Perubahan Iklim” itu, diikuti oleh Pemerintah Provinsi Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, melalui forum itu dia mengajak anggota FKD MPU, agar dapat bersinergi dan saling memenuhi kebutuhan pangan di sejumlah provinsi tersebut.

Baca Juga:  OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis

“Melalui forum ini nanti bisa ditemukan mana yang punya produk tertentu. Nanti bisa diserap di provinsi lain. Sehingga menjadi jaminan terserapnya produk-produk di wilayah anggota MPU,” ujar Sumarno, di sela membuka acara.

Dikatakan, tantangan ketahanan pangan saat ini semakin kompleks, karena adanya perubahan iklim yang memengaruhi cuaca dan pola tanam. Apalagi, diperkirakan akan terjadi kemarau panjang pada tahun ini.

Selain itu, sektor pertanian juga menghadapi ancaman kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan, dan persoalan sumber daya manusia. Bahkan, minat generasi muda terhadap sektor pertanian juga berkurang. Karenanya, Jawa Tengah terus mendorong pengembangan inovasi, agar kalangan milenial tertarik menekuni sektor pertanian.

Baca Juga:  Eduwisata Mangrove Demangkarta Dorong Pemberdayaan Warga Cilacap, Solusi Bangun Indonesia Raih Pengakuan ESG Platinum

Melalui forum tersebut, diharapkan menjadi instrumen strategis dalam menerjemahkan kebijakan makro kepala daerah, ke dalam bentuk aksi nyata, baik melalui penguatan rantai pasok, peningkatan konektivitas antarwilayah, serta pengembangan peluang investasi dan kerja sama usaha antardaerah.

Sementara itu, Direktur Eksekutif FKD MPU, Suhajar Diantoro dalam sambutan tertulis yang dibacakan Zulfikri Armada mengatakan, forum tersebut merupakan wujud nyata dan komitmen kolaborasi antarprovinsi, untuk ketahanan pangan dan kemakmuran bersama.

Baca Juga:  PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya, serta penghargaan yang penuh kepada Pemprov Jawa Tengah, karena atas kerja keras Organisasi Perangkat Daeeah (OPD) terkait, forum ini dapat terlaksana dengan baik,” urainya.

Forum tersebut membuka peluang konkret, untuk mempertemukan antara suplai dan demand secara lebih efisien dan saling menguntungkan.

“Saya berharap forum ini tidak berhenti sebagai ruang temu. Tapi lebih dari itu, ini dapat menjadi ruang interaksi yang dapat melahirkan aksi nyata. Kita ingin melihat lahirnya kesepakatan-kesepakatan dalam bisnis. Kita ingin terjadi kontrak kerja sama yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026
OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis
OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal
Menteri Hukum Tutup Kongres XXIV INI, Tekankan Transformasi Digital dan Integritas Notaris
Pasti Ada Solusi Episode 22 Digelar di Semarang, Menkum: Kementerian Hukum Hadir sebagai Pelayan Masyarakat
OJK Perkuat Reformasi Pasar Modal, Jaga Kepercayaan Investor
Eduwisata Mangrove Demangkarta Dorong Pemberdayaan Warga Cilacap, Solusi Bangun Indonesia Raih Pengakuan ESG Platinum
Terlibat Pelanggaran Pasar Modal, OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:02 WIB

OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:24 WIB

OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Menteri Hukum Tutup Kongres XXIV INI, Tekankan Transformasi Digital dan Integritas Notaris

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Pasti Ada Solusi Episode 22 Digelar di Semarang, Menkum: Kementerian Hukum Hadir sebagai Pelayan Masyarakat

Berita Terbaru