Kinerja Investasi Jateng Ngebut di Triwulan I, Serap 92.000 Tenaga Kerja

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sakina Rosellasari (Kepala DPMPTSP Jawa Tengah).

Sakina Rosellasari (Kepala DPMPTSP Jawa Tengah).

Pilarjateng.com Semarang – Kinerja investasi di Jawa Tengah pada triwulan I (Januari–Maret) 2026 mencatat realisasi Rp23,02 triliun. Capaian itu meningkat 5,35 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, serta menyerap 92.000 tenaga kerja, dengan jumlah proyek 24.957 unit.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari mengatakan, pada periode tersebut penanaman modal asing (PMA) mendominasi dengan nilai Rp12,98 triliun, atau 56,40 persen. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencatat investasi sebesar Rp10,04 triliun, atau 43,6 persen.

Baca Juga:  Dua Jabatan Strategis di Polres Demak Berganti, Kapolres Dorong Kinerja Profesional

“Ini bagi kami membanggakan. Di tengah geopolitik yang penuh tantangan, PMA masih menjadi mayoritas investasi di Jawa Tengah,” ujar Sakina di kantornya, Selasa (5/5/2026).

Dia mengatakan, usaha padat modal seperti industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, dan kelistrikan, mulai menggeser dominasi usaha padat karya, seperti alas kaki dan tekstil. Namun demikian, dia menegaskan, Jawa Tengah masih menjadi tempat yang kondusif bagi penanaman modal yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

Baca Juga:  Polres Wonosobo Ungkap Kasus Dugaan Pencabulan Seorang Ayah Terhadap Anak Kandungnya

Hal itu karena ekosistem industri alas kaki berskala ekspor telah tercipta di Jawa Tengah.

Sakina menjelaskan, lima besar daerah dengan serapan tenaga kerja terbanyak adalah Kota Semarang dengan 15.650 pekerja, disusul Kendal 9.009 pekerja, Brebes 8.915 pekerja, Jepara 6.897 pekerja, dan Klaten 6.886 pekerja.

Adapun negara Singapura menjadi negara yang paling banyak menanamkan modal mencapai Rp3,33 triliun, disusul Hongkong dengan Rp3,22 triliun, RRT Rp2,14 triliun, Jepang Rp1,85 triliun, dan Korea Selatan dengan nilai investasi Rp0,52 triliun.

Baca Juga:  Polres Demak Gelar Panen Raya Jagung

“Kami melakukan pendampingan pada setiap investasi yang masuk ke Jateng, baik padat modal maupun padat karya. Perlu diketahui, industri baterai juga sudah berkembang, mulai dari anoda dan katoda, yang memberikan implikasi bahwa sektor pendukung lainnya juga ikut masuk,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Jabatan Strategis di Polres Demak Berganti, Kapolres Dorong Kinerja Profesional
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Kasus Narkoba di Demak
Solusi Bangun Indonesia Salurkan 21 Ekor Hewan Kurban untuk Masyarakat di Cilacap
OJK Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melalui Sinergi Lintas Sektor
Warga Kumendung Rembang Sembelih Sapi Kurban Bantuan Presiden Seberat 1 Ton Lebih
Idul Adha 1447 H, Polres Demak Salurkan Daging Kurban kepada Masyarakat
Polres Demak Amankan Pasar Rakyat dan Tradisi Grebeg Besar
Demi Biaya Pernikahan, Pasangan Kekasih di Demak Nekat Mencuri Sepeda Motor

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:55 WIB

Dua Jabatan Strategis di Polres Demak Berganti, Kapolres Dorong Kinerja Profesional

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:14 WIB

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Kasus Narkoba di Demak

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:21 WIB

Solusi Bangun Indonesia Salurkan 21 Ekor Hewan Kurban untuk Masyarakat di Cilacap

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:19 WIB

OJK Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melalui Sinergi Lintas Sektor

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:12 WIB

Idul Adha 1447 H, Polres Demak Salurkan Daging Kurban kepada Masyarakat

Berita Terbaru