Taj Yasin Raih Budai Award 2026, Keteladanan Jadi Dasar Penghargaan

Avatar photo

- Reporter

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Unissula, Prof Gunarto menyerahkan langsung penghargaan Budaya Akademik Islami (Budai) Award 2026 kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Senin (24/8/2026).

Rektor Unissula, Prof Gunarto menyerahkan langsung penghargaan Budaya Akademik Islami (Budai) Award 2026 kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Senin (24/8/2026).

Pilarjateng.com, Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima penghargaan Budaya Akademik Islami (Budai) Award 2026 dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Senin (24/8/2026).

Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif, yang dinilai sesuai dengan nilai Budai, Birrul Walidain (bakti kepada orang tua), dan Takrimul Aulad (memuliakan anak).

Alih-alih melihat penghargaan itu sebagai capaian pribadi, Taj Yasin justru menyebutnya sebagai hasil kerja bersama. Dia mengatakan, perjalanan pengabdiannya tidak lepas dari dukungan banyak pihak, termasuk keluarga.

“Di belakang saya banyak orang yang mendampingi saya, salah satunya adalah istri saya,” kata Taj Yasin.

Dia menyampaikan terima kasih kepada Unissula, yang selama ini konsisten memberikan penghargaan Budai kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki keteladanan dalam kehidupan akademik, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini, penghargaan tersebut juga menjadi pengingat untuk melanjutkan nilai-nilai yang telah ditanamkan para tokoh sebelumnya. Dia menyebut sejumlah penerima Budai Award terdahulu, sebagai bagian dari mata rantai keteladanan yang perlu diteruskan.

Baca Juga:  Atletik Rembang Sumbang Medali Perunggu di Popda Jateng 2026

“Kami mengikuti jejak-jejak beliau, melanjutkan apa yang sudah dipondasikan oleh beliau-beliau untuk membangun Jawa Tengah, terkhusus di dalam bidang keagamaan,” ujarnya.

Bagi Gus Yasin, pembangunan di bidang keagamaan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan manusia. Menurut dia, pendidikan dan kemampuan intelektual perlu berjalan beriringan dengan pendidikan karakter dan nilai keagamaan.

Wagub menilai, prinsip rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam) yang menjadi tema dalam penganugerahan tersebut, penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan keagamaan, kata dia, bukan untuk meninggalkan kelompok lain, melainkan menjadi landasan untuk mengayomi dan merangkul semua pihak.

Karena itu, Gus Yasin berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi. Dia menjadikan sebagai penyemangat untuk terus memperbaiki kekurangan, sekaligus memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

Wagub juga mengajak perguruan tinggi untuk semakin terlibat dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan Jawa Tengah sendirian.

“Kami juga akan merangkul semuanya untuk menjadi bagian pembangunan, dan penanganan permasalahan yang ada di Jawa Tengah,” katanya.

Rektor Unissula, Prof Gunarto mengatakan, Budai Award diberikan bukan sekadar sebagai penghargaan atas jabatan atau popularitas seseorang, tetapi sebagai bentuk apresiasi terhadap keteladanan yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Baca Juga:  Kemenag Demak dan yayasan Kemala Bhayangkari Bersinergi Perkuat Pendidikan Al-Qur’an

Dia juga menjelaskan bahwa di tengah persoalan kepemimpinan yang dihadapi dunia, Unissula berupaya membangun generasi yang memiliki karakter kuat melalui budaya akademik Islami.

“Karakter unggul tidak sekadar diajarkan di ruang-ruang kuliah dan laboratorium, tetapi dilahirkan melalui kehidupan nyata di kebangsaan dan masyarakat,” ujar Gunarto.

Dia menyebut, Taj Yasin layak menerima penghargaan tersebut karena dinilai menunjukkan keteladanan dalam Birrul Walidain dan Takrimul Aulad, sekaligus meneruskan perjuangan ayahnya, KH Maimoen Zubair.

Menurut Gunarto, Taj Yasin juga memegang pesan yang pernah disampaikan ayahnya sebelum wafat, yakni menjaga pesantren, menjaga negara, dan menjaga pemerintahan melalui kerja nyata.

Nilai Takrimul Aulad, lanjut dia, antara lain tercermin dari perhatian Taj Yasin terhadap pendidikan para santri, termasuk upaya mengusahakan beasiswa pendidikan tinggi di dalam maupun luar negeri.

Gunarto juga menyoroti perjalanan pendidikan Taj Yasin, yang memadukan pendidikan pesantren dan pendidikan umum, hingga menempuh pendidikan di Universitas di Damaskus.

Baca Juga:  Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Hal itu, menurutnya, menunjukkan generasi muda muslim dapat memiliki wawasan global, tanpa kehilangan akar tradisi keislamannya.

Dalam bidang kepemimpinan, Taj Yasin dinilai telah menunjukkan rekam jejak sejak menjadi pemimpin organisasi kepemudaan, anggota DPRD Jawa Tengah pada usia 31 tahun, hingga dipercaya dua periode sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Kontribusinya juga dinilai menyentuh masyarakat secara langsung, antara lain melalui percepatan sertifikasi halal produk UMKM, insentif bagi guru keagamaan dan tenaga kependidikan nonformal, pengembangan ekonomi pesantren, serta optimalisasi zakat ASN untuk membantu penyediaan rumah sehat dan hunian layak bagi warga miskin.

“Atas dasar rekam jejak dan keteladanan tersebut, Unissula dengan penuh rasa hormat menganugerahkan Budai Award 2026 kategori Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif kepada Taj Yasin Maimoen,” kata Prof Gunarto.

Penganugerahan tersebut sekaligus menempatkan Taj Yasin dalam deretan penerima Budai Award sebelumnya, diantaranya Buya Hamka, Jusuf Kalla, Mahfud MD, Muhammad Nuh, Imam Suprayogo, Ahmad Daroji, Abdul Jamil, hingga KH Maimoen Zubair.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng
Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah
Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 18:22 WIB

Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng

Sabtu, 12 September 2026 - 16:07 WIB

Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Berita Terbaru