Ngadiharjo, Majaksingi, dan Ngargogondo Borobudur jadi Desa Tangguh Bencana

Avatar photo

- Reporter

Sabtu, 26 September 2026 - 23:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simulasi assesment evakuasi korban tanah longsor.

Simulasi assesment evakuasi korban tanah longsor.

Pilarjateng.com, Magelang – Ngadiharjo, Majaksingi, dan Ngargogondo, Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang kini menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai upaya memperkuat ketangguhan dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.

Pembentukan Destana dilaksanakan pada 22-23 September 2026, di Balkondes Ngargogondo. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Magelang dengan melibatkan sekitar 90 peserta dari berbagai unsur masyarakat di ketiga desa.

Selama dua hari, peserta mendapatkan sejumlah materi melalui paparan dan diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD). Pembahasan diarahkan pada pengenalan potensi ancaman, peningkatan kapasitas masyarakat, penyusunan rencana kesiapsiagaan, hingga penguatan kelembagaan penanggulangan bencana di tingkat desa.

Beberapa materi yang dibahas meliputi peran pemerintah desa dalam memperkuat penanggulangan bencana, Penilaian Ketangguhan Desa (PKD), kajian risiko bencana secara partisipatif dan penyusunan peta risiko, rencana serta peta evakuasi, dan rencana penanggulangan bencana.

Baca Juga:  Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Selain itu, peserta juga mendiskusikan sistem peringatan dini, pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan organisasi relawan desa, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan simulasi dengan skenario bencana tanah longsor.

Potensi ancaman bencana yang menjadi perhatian di Desa Ngadiharjo, Majaksingi, dan Ngargogondo antara lain tanah longsor dan kekeringan. Melalui pembentukan Destana, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami risiko yang ada di lingkungan sekitarnya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan upaya pengurangan risiko dan evakuasi secara mandiri ketika bencana terjadi.

Baca Juga:  PLN Jateng Siagakan Sistem Kelistrikan untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026

Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Jawa Tengah, Adi Widagdo menegaskan, keberadaan Destana pada dasarnya ditujukan untuk memperkuat kapasitas masyarakat itu sendiri.

“Destana bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk warga sendiri agar selamat dari ancaman bencana,” ujar Adi, Selasa (22/9/2026).

Pembentukan Destana juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Masyarakat didorong untuk mengenali potensi risiko di wilayahnya, memahami jalur dan prosedur evakuasi, membangun sistem peringatan dini, serta memperkuat kerja sama antar unsur di tingkat desa.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Magelang, Bayu Eko Prihanto menyampaikan, dengan terbentuknya Destana di tiga desa tersebut, Kabupaten Magelang kini memiliki 89 Desa Tangguh Bencana dari total 342 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Magelang.

Baca Juga:  Pemkab Rembang Dorong Pemuda Jadi Pelopor dan Bagian dari Solusi di Masyarakat

“Harapannya, akan semakin banyak desa yang menjadi desa tangguh bencana agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan dari tingkat terbawah, yaitu diri sendiri,” ujarnya.

Keberadaan Destana diharapkan menjadi fondasi bagi masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan secara berkelanjutan. Bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi juga melalui berbagai upaya pencegahan, pengurangan risiko, peningkatan kapasitas, dan kesiapsiagaan yang dilakukan bersama di tingkat desa.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen “Siap untuk Selamat” sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat Kabupaten Magelang yang semakin sadar risiko, tangguh, dan mampu menghadapi bencana secara mandiri.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim SAR Evakuasi Nenek Tercebur Sumur di Pemalang, Korban Meninggal Dunia
Polres Wonosobo Ungkap Kasus Sabu, Amankan Seorang Pria di Kalijajar
OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi
Polres Demak Ajak Pelajar Perkuat Karakter melalui Nilai Pancasila
Polres Demak Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Pendaftaran Gratis hingga 28 Oktober 2026
Bupati Wonosobo: Stabilitas Keamanan Fondasi Utama Pertumbuhan Ekonomi
Ketua DPRD Rembang Tegaskan KUA-PPAS 2027 Sah
HUT TNI Ke-81, Kapolres Demak Sambangi Dandim 0716

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Tim SAR Evakuasi Nenek Tercebur Sumur di Pemalang, Korban Meninggal Dunia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:52 WIB

Polres Wonosobo Ungkap Kasus Sabu, Amankan Seorang Pria di Kalijajar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:59 WIB

OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polres Demak Ajak Pelajar Perkuat Karakter melalui Nilai Pancasila

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Polres Demak Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Pendaftaran Gratis hingga 28 Oktober 2026

Berita Terbaru