Pemkab Wonosobo Luncurkan Program Sekolah Online Orang Dewasa

Avatar photo

- Reporter

Senin, 27 Oktober 2025 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, meresmikan Program Sekolah Online Orang Dewasa di Pendopo Bupati Wonosobo, Sabtu (25/10/2025).

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, meresmikan Program Sekolah Online Orang Dewasa di Pendopo Bupati Wonosobo, Sabtu (25/10/2025).

Pilarjateng.com, Wonosobo – Sebanyak 1.488 warga dewasa Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, kembali ke bangku sekolah untuk mendapatkan ijazah setara SMA melalui Program Sekolah Online Orang Dewasa (SOOD). Program inovatif berbasis daring ini diresmikan langsung Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat di Pendopo Bupati Wonosobo, Sabtu (25/10/2025).

Peluncuran SOOD menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya pada sektor pendidikan. Program ini merupakan inovasi pendidikan berbasis teknologi yang ditujukan bagi masyarakat berusia 25 tahun ke atas yang belum menyelesaikan pendidikan setara Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa peluncuran SOOD merupakan tonggak sejarah baru dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Wonosobo.

“Program ini adalah wujud komitmen kita untuk memastikan setiap warga memperoleh hak dasar atas pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujar Afif.

Ia menegaskan, bahwa pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur atau bantuan sosial, tetapi harus dimulai dari peningkatan kualitas manusia.

“Pendidikan adalah jembatan dari keterbatasan menuju kemandirian. Dengan meningkatnya rata-rata lama sekolah, kita sedang memperkuat pondasi kemajuan Wonosobo,” ucapnya.

Baca Juga:  Apel Pembinaan Pegawai, Bupati Wonosobo Apresiasi Kinerja ASN dan Serahkan Sejumlah Penghargaan

Bupati Afif juga menegaskan bahwa keberadaan SOOD bukan hanya tentang pendidikan formal, tetapi juga tentang transformasi sosial dan ekonomi. Menurutnya, melalui peningkatan pendidikan, warga diharapkan memiliki peluang kerja yang lebih baik, pendapatan yang meningkat, dan kesempatan untuk menjadi wirausahawan mandiri.

“Dengan semangat gotong royong, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengajak seluruh kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah untuk menjadikan SOOD sebagai program prioritas di wilayah masing-masing,” ungkapnya.

“Dengan dukungan semua pihak, kita wujudkan Wonosobo sebagai kabupaten cerdas digital yang berdaya saing, di mana setiap warga memiliki kesempatan yang setara untuk belajar dan maju,” tutup Afif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, Musofa, menjelaskan, SOOD merupakan layanan pendidikan kesetaraan Paket C yang dijalankan sepenuhnya secara dalam jaringan (daring). Menurutnya   dengan memanfaatkan teknologi internet dan perangkat digital, memungkinkan peserta belajar kapan saja dan di mana saja, tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau kewajiban rumah tangga.

Baca Juga:  HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

“SOOD diperuntukkan bagi penduduk usia 25 tahun ke atas yang belum memiliki ijazah SLTA, tetapi sudah lulus SMP atau MTs,” ungkap Musofa.

Lebih lanjut Mustofa menjelaskan, bahwa program ini lahir dari hasil evaluasi data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kelompok usia produktif tersebut masih menjadi tantangan utama dalam peningkatan rata-rata lama sekolah (RLS) di Wonosobo, yang saat ini baru mencapai sekitar 6,9 tahun.

“Materi pembelajaran disusun berdasarkan kurikulum tingkat SMA dan disajikan dalam bentuk video pembelajaran, modul interaktif, dan latihan soal daring. Peserta juga dapat mempelajari materi secara berulang hingga memahami isi pelajaran sepenuhnya,” ungkapnya.

Selain itu, sistem pembelajaran daring ini dilengkapi dengan evaluasi otomatis, di mana setiap nilai peserta akan langsung terekam dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Kami juga menyediakan sesi pendampingan tutor secara berkala, serta pertemuan daring melalui Zoom minimal sebulan sekali untuk memberikan inspirasi dan motivasi dari para narasumber,” tambah Musofa.

Saat ini, tercatat 1.488 peserta telah terdaftar dalam sistem Dapodik. Jumlah awal pendaftar mencapai 1.590 orang, namun 102 peserta masih terkendala administrasi. Sebaran peserta mencakup hampir seluruh kecamatan di Wonosobo, dengan jumlah terbanyak dari Kecamatan Wadaslintang (220 peserta), disusul Sokoharjo (206 peserta)dan Kalibawang (188 peserta).

Baca Juga:  Cegah Karhutla, Polsek Karangawen Gencarkan Edukasi Warga di Sekitar Kawasan Hutan

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Wonosobo, Suwondo Yudhistira, menyambut positif hadirnya program ini. Menurutnya, SOOD merupakan terobosan baru yang mampu menjawab tantangan rendahnya tingkat pendidikan di Wonosobo.

“Program ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah dan menekan angka kemiskinan. Antusiasme masyarakat luar biasa besar, terbukti dari jumlah pendaftarnya yang mencapai 1.488 orang,” ujar Suwondo.

Ia juga menegaskan bahwa SOOD sepenuhnya gratis, agar tidak ada hambatan finansial bagi warga yang ingin melanjutkan pendidikan. DPRD mendorong agar program ini mendapat dukungan berkelanjutan, termasuk dari CSR BUMD dan BUMN di wilayah Wonosobo.

“Kami berharap selain pengetahuan umum, peserta juga mendapatkan pelajaran yang bersifat praktis, agar ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN Jateng Siagakan Sistem Kelistrikan untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026
Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng
Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah
Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 08:02 WIB

PLN Jateng Siagakan Sistem Kelistrikan untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 18:22 WIB

Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng

Sabtu, 12 September 2026 - 16:07 WIB

Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Berita Terbaru