Polisi Amankan Terduga Pembuang Bayi di Pantai Rembang

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 18 November 2025 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KBO Satreskrim Polres Rembang, Iptu Widodo Eko Prasetiyo (kiri) saat diwawancarai wartawan di Mapolres Rembang, Senin (17/11/2025).

KBO Satreskrim Polres Rembang, Iptu Widodo Eko Prasetiyo (kiri) saat diwawancarai wartawan di Mapolres Rembang, Senin (17/11/2025).

Pilarjateng.com, Rembang – Penanganan kasus pembuangan bayi yang dibungkus kantong plastik berwarna merah di tepi laut Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Jawa Tengah, terus berlanjut. Polisi mengungkap telah mengamankan seorang perempuan yang diduga sebagai pelaku pembuangan bayi tersebut.

KBO Satreskrim Polres Rembang, Iptu Widodo Eko Prasetiyo, menjelaskan bahwa pihaknya mengamankan seorang perempuan berinisial LA (20), warga asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur. LA ditangkap di rumah kontrakannya di Desa Pandean Rembang pada Minggu (16/11/2025).

Baca Juga:  OJK Setujui Penggabungan Dua BPR di Magelang

Menurut Widodo, hingga saat ini penyidik belum dapat memeriksa LA karena kondisinya masih lemah akibat mengalami pendarahan setelah melahirkan yang kini masih dirawat di RSUD Rembang. Polisi menduga, LA merupakan ibu kandung sekaligus orang yang membuang bayinya ke tepi laut di Pantai Pandean, tidak jauh dari lokasi kontrakannya.

“LA di Rembang domisili di Desa Pandean, sudah dua tahun terakhir ini. Statusnya masih lajang. Di Rembang, dia kerja ikut Pakdhenya jualan nasi goreng,” jelas Iptu Widodo di Mapolres Rembang, Senin (17/11/2025).

Baca Juga:  Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Widodo menambahkan, besar kemungkinan proses persalinan terjadi di kos atau kontrakan yang ditempati LA. Namun, warga sekitar maupun kerabatnya tidak mengetahui bahwa yang bersangkutan sedang hamil.

“Bisa jadi (lahiran) di kos atau kontrakannya. Warga sekitar dan keluarganya juga tidak ada yang tahu kalau yang bersangkutan lagi hamil,” ujarnya.

Baca Juga:  Menteri Hukum Tutup Kongres XXIV INI, Tekankan Transformasi Digital dan Integritas Notaris

Hingga saat ini, proses penyidikan masih berlangsung. Polisi telah memeriksa lima orang saksi, terdiri dari tiga pemancing yang pertama kali menemukan bayi, serta dua saksi dari keluarga dan tokoh masyarakat Desa Pandean.

“Sampai saat ini masih proses hukum. Kalau pasal arahnya Pasal 76C juncto 40 tentang perlindungan anak. Maksimal hukuman penjara 5 tahun,” pungkas Iptu Widodo.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Demak Rotasi Empat Pejabat, Kapolres Tekankan Penguatan Kamtibmas
Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Demak Edukasi Pengemudi Ojol Tentang Keselamatan Berkendara
HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa
Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026
Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko
Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga
Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026
Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Polres Demak Rotasi Empat Pejabat, Kapolres Tekankan Penguatan Kamtibmas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Demak Edukasi Pengemudi Ojol Tentang Keselamatan Berkendara

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:17 WIB

HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:53 WIB

Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko

Berita Terbaru