BNNP Jateng Dorong Eks Klien Narkoba Bangkit dan Mandiri

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi masyarakat Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi masyarakat Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Pilarjateng.com, Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) memperkuat sinergi lintas instansi dalam upaya pemulihan sosial dan ekonomi bagi eks klien penyalahgunaan narkotika.

Bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung, serta Balai Pemasyarakatan Kelas I Semarang dan Dinas Sosial Kota Semarang, BNNP Jateng menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi masyarakat Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Layanan Autis Dinas Sosial Kota Semarang, Kamis (5/3) ini, menjadi bagian dari penguatan layanan pascarehabilitasi, guna memastikan proses pemulihan klien narkoba tidak berhenti pada aspek kesehatan semata, tetapi juga mencakup penguatan kemandirian ekonomi.

Sebanyak 36 penerima manfaat, yang terdiri dari klien rehabilitasi BNNP Jawa Tengah dan klien pemasyarakatan Bapas Semarang, menerima bantuan berupa paket pemenuhan hidup layak serta dukungan modal kewirausahaan.

Baca Juga:  OJK Gandeng UNODC Perkuat Kerja Sama Berantas Penipuan Daring di Asia Tenggara

Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, menegaskan pentingnya menghapus stigma terhadap eks klien penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, klien yang pernah terlibat narkoba tidak boleh terus-menerus diberi stigma negatif seolah hidupnya telah berakhir.

“Pemulihan mereka adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat. Kolaborasi ini adalah bukti nyata bahwa penanganan narkoba harus dilakukan secara holistik, karena BNN tidak mungkin bekerja sendiri dalam memulihkan karakter bangsa,” tegasnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, M. Agus Junaidi, yang menilai bantuan tersebut sangat penting bagi masyarakat rentan.

Baca Juga:  OJK Jateng Cetak Duta Literasi Keuangan dari Kader Fatayat NU

Menurutnya, di Kota Semarang terdapat sekitar 141 ribu jiwa yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

“Bantuan dari BNNP dan Kementerian Sosial ini sangat berarti, karena tidak semua kebutuhan masyarakat rentan dapat sepenuhnya dipenuhi melalui APBD,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bapas Kelas I Semarang, Totok Budiyanto, menilai dukungan ekonomi merupakan faktor penting dalam mencegah kekambuhan atau relapse pada eks pengguna narkoba.

“Permasalahan narkoba sering kali berkaitan erat dengan persoalan ekonomi. Tanpa kemandirian ekonomi, risiko seseorang untuk kembali terjerumus sangat besar. Bantuan modal usaha ini menjadi langkah konkret agar mereka dapat kembali hidup mandiri di tengah masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung, dr. Nova Dwiyanto Suli, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan penerima melalui proses asesmen.

Baca Juga:  Razia Gabungan di Sulang, Petugas Sita 25.200 Batang Rokok Ilegal

“Bantuan kewirausahaan yang diberikan antara lain peralatan laundry, mesin cuci, hingga lemari pendingin untuk mendorong usaha mandiri. Selain itu, juga diberikan bantuan pemenuhan hidup layak seperti sembako dan perlengkapan tidur agar para penerima manfaat dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak dan sejahtera,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat. Melalui sinergi lintas sektor ini, BNNP Jawa Tengah berharap para penerima bantuan mampu memanfaatkan dukungan tersebut secara optimal untuk membangun kehidupan baru yang produktif, mandiri, dan tetap bersih dari narkoba.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik
Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang
Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat
Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak
Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi
OJK Panggil Kredivo dan KrediFazz Terkait Dugaan Pelanggaran Etika Penagihan
Jateng dan Fujian Tiongkok Teken Dua Kesepakatan Strategis
Razia Gabungan di Sulang, Petugas Sita 25.200 Batang Rokok Ilegal

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik

Senin, 27 Juli 2026 - 21:25 WIB

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:02 WIB

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:29 WIB

Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi

Berita Terbaru

Bupati Rembang, Harno menjadi pembina upacara peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang di Alun-Alun Rembang, Senin (27/7).

Daerah

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Senin, 27 Jul 2026 - 21:25 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengingatkan masyarakat agCegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obatar lebih cerdas dalam memilih obat.

Daerah

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:02 WIB