Pemkab Rembang Perkuat Perlindungan Koleksi Museum RA Kartini melalui Fumigasi

Avatar photo

- Reporter

Senin, 19 Mei 2025 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang sedang melakukan Fumigasi di Museum R.A. Kartini.

Petugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang sedang melakukan Fumigasi di Museum R.A. Kartini.

Pilarjateng.com, Rembang – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang melakukan langkah untuk memperkuat perlindungan koleksi bersejarah Museum R.A. Kartini melalui kegiatan fumigasi pada Jumat hingga Minggu (16–18/5/2025).

Fumigasi dilakukan sebagai bagian dari perawatan rutin untuk mengendalikan organisme perusak koleksi, seperti serangga yang menyerang bahan organik, seperti kayu, kain, dan kertas. Selama proses ini, museum ditutup sementara karena penggunaan zat kimia yang berisiko bagi kesehatan manusia.

Subkoordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinbudpar Rembang, Retna Diah Radityawati, menjelaskan bahwa fumigasi merupakan metode pengendalian hama mikro dan makro dengan menggunakan pestisida berbentuk gas.

Baca Juga:  Atletik Rembang Sumbang Medali Perunggu di Popda Jateng 2026

“Fumigasi dilakukan agar benda koleksi yang rawan terhadap serangan hama bisa lebih aman dan awet,” ujar Retna.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh sebuah perusahaan swasta nasional dari Semarang yang bergerak di bidang jasa pengendalian hama (pest control). Menurut Retna, proses ini memerlukan keahlian dan peralatan khusus agar tidak membahayakan koleksi maupun petugas.

Baca Juga:  Nelayan Asal Indramayu Hilang Terbawa Arus di Perairan Lemah Abang Jepara

“Hasilnya banyak serangga yang mati karena obat fumigasi. Serangga-serangga inilah yang bisa merusak koleksi museum jika tidak dikendalikan,” jelasnya.

Tahun ini, fumigasi difokuskan pada ruang tengah museum. Diharapkan, efek gas yang digunakan dapat menjangkau ruangan lain. Adapun ruang khusus tempat Kartini mengajar belum dapat difumigasi, dan kegiatan kali ini tidak mencakup penyemprotan anti rayap karena keterbatasan anggaran.

Retna menambahkan, idealnya kegiatan pengendalian hama ini dilakukan secara berkala, minimal setiap bulan. Namun, kondisi anggaran hanya memungkinkan pelaksanaan satu kali dalam setahun. Pendanaan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik.

Baca Juga:  Polda Jateng: Keselamatan Anak Tanggung Jawab Bersama, Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan

Museum R.A. Kartini yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto Nomor 8, Rembang, saat ini menyimpan sebanyak 224 koleksi benda bersejarah yang berkaitan dengan kehidupan dan perjuangan R.A. Kartini. Upaya perlindungan koleksi melalui pengendalian hama menjadi langkah penting dalam pelestarian warisan budaya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN Jateng Siagakan Sistem Kelistrikan untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026
Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng
Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah
Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 08:02 WIB

PLN Jateng Siagakan Sistem Kelistrikan untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 18:22 WIB

Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng

Sabtu, 12 September 2026 - 16:07 WIB

Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Berita Terbaru