Pilarjateng.com, Surabaya – Saṅgha Theravāda Indonesia (STI), tahun ini
akan memasuki usia setengah abad. Peringatan 50 tahun tersebut mengangkat tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”.
Dalam rangkaian menyambut Tahun Kencana ini, Panitia Nasional menyelenggarakan berbagai kegiatan, salah satunya adalah pengecoran Rupang Buddha di berbagai pulau yang mewakili Nusantara, yang kedepannya akan dikenal dengan sebutan Rupang Buddha Nusantara. Adapun proses pembuatannya, akan dikerjakan oleh seniman dari Amertha Art Studio yakni Sugito Sutarmin.
Upacara pengecoran Rupang di Pulau Sumatra telah dilakukan di Kota Medan, Pulau Kalimantan di Kota Samarinda, Pulau Bali di Kota Denpasar, Pulau Sulawesi di Kota Palu, Pulau Jawa di Kota Surabaya tepatnya di Vihāra Dhamma Jaya dan yang terakhir akan dilaksanakan di Daerah Khusus Jakarta.
Selain itu, dalam upacara ini umat juga turut bertekad dengan niat yang luhur disertai dengan lantunan doa (Paritta Suci) oleh para Bhikkhu yang hadir sebanyak ±40 Bhikkhu dari Saṅgha Theravāda Indonesia.
“Rupang Buddha Nusantara ini menandai setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia sebagai Rupang Buddha yang berharga, monumental, serta historikal,” ujar Wakil Kepala Saṅgha Theravāda Indonesia, Bhikkhu Sri Subalaratano Mahāthera dalam siaran persnya, Senin (18/5).
Pada Mei 2025, ditemukan Rupang Buddha di reruntuhan kompleks Candi Sewu. Berdasarkan temuan ini maka Panitia menjadikannya sebagai prototipe dalam pembuatan Rupang Buddha Nusantara. Prototipe Rupang Buddha Nusantara dengan mudrā (sikap tangan) Bhūmisparsa yang memiliki makna “Bumi sebagai saksi dari kumpulan kebajikan”.
Pada 17 Mei 2026, pengecoran Rupang Buddha Nusantara kelima dilaksanakan di Vihāra Dhamma Jaya, Surabaya. Upacara pengecoran ini menjadi simbol persatuan bagi umat Buddha dalam peringatan setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia. Logam yang digunakan dalam pengecoran ini sepenuhnya adalah donasi dari umat Buddha.
Rupang Buddha bagi umat Buddha merupakan sarana untuk menumbuhkan keyakinan yang didasari pengertian benar, hidup bermoral, kemurahan hati, dan kebijaksanaan.









